
Satu bulan berlalu,
dokter jenira menemui indira yang sedang berada di ruangan prakteknya.
"hei ra"sapa jenira melambaikan tangannya
"kalau masuk ke ruangan orang tuh, baca salam kak...atau ketok pintu...jangan nyelonong gak sopan begitu, gak bisa ya kak???"
"bisa...tapi ngasih tahunya gak usah pake melotot juga kali ra...ya udah kita ulang kaci ya"
Jenira keluar pintu , mengetuk dan mengucapkan salam, melihat kelakuan jenira perawat yang jadi asisten dokter indira hanya mengulum senyum begitu juga dengan indira.
"Ra...katanya ada anak yang perlu donor sumsum ya...bapaknya duren ya"tanya jenira duduk di depan indira yang sedang menulis resep.
"iya kak..kak jeni mau donor"
"iya ra..periksa dong ra"
"kalau menolong itu yang ikhlas kak, jangan mengharapkan imbalan"
"ini juga ikhlas ra...kan sekali mendayung dua tiga pulau terlewati, sambil menyelam minum air"jenira tertawa dengan renyah.
indira menggelengkan kepalanya perlahan, merasa heran dengan perilaku jeni yang selalu begitu.
Pemeriksaan demi pemeriksaan sudah dilakukan, sumsum jenira ternyata cocok dengan zahwan.
10 hari berlalu,
Zahwan pun dilakukan transplantasi sumsum dari jenira.
__ADS_1
zahwan masuk ke ruangan ICU untuk di observasi ketat.
3x24 jam, zahwan dipantau oleh tim medis yang sedang bertugas.
zahwan tersenyum melihat indira yang selalu ada di sampingnya.
kondisi zahwan sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"terima kasih ya bu...aku udah sehat"
"iya nak...iya..selamat ya.."indira tersenyum
"bu...bolehkah aku bertemu dengan orang yang melakukan donor sumsumnya padaku???"
"boleh"
indira pun menghubungi dokter Jenira untuk bertemu dengan zahwan dan Akhtar.
indira tersenyum melihat perubahan Jenira yang terlihat cantik menggunakan hijab, wajahnya yang seperti orang luar negeri dengan hidung mancung nya membuat jenira tampak sempurna.
Akhtar menelan ludahnya dengan kasar dan terlihat mengenal wajah ini.
"Cantik"ucap zahwan membuat Jenita dan indira terkekeh.
wajah Akhtar menegang, saat tahu bahwa wanita ini adalah wanita sama yang dia tinggalkan untuk menikah dengan wanita lain.
Jenira menatap Akhtar dengan lekat.
"Assalamualaikum mas Akhtar"ucap Jenira menangkupkan kedua tangannya di dada.
__ADS_1
"waalaikum salam jeni"
Setelah pertemuan kedua sejoli itu, akhirnya Akhtar memutuskan untuk menikah dengan Jenira.
Dua tahun berlalu, ada kabat dari kedua insan ini, Jenira pun bisa merasakan hamil tanpa melalui program hamil seperti dulu.
Jenira menemui indira yang sudah selesai visit.
"Masya Allah kak...akhirnya Allah mengabulkan doa kakak juga ya"
"iya ra...Alhamdulillah...walaupun beda bibit"Jenita terkekeh.
"gak masalah kak, Allah maha tahu segalanya terkadang Allah memberikan sesuatu saat kita sudah merasakan ikhlas dan pasrah...istiqomah ya kak...tetap berhijab ya...satu helai rambut kita dilihat oleh laki-laki yang bukan muhrim, itu akan membawa suami kita ke neraka...Naudzubillahi mindzalik"
"terima kasih ya ra...terima kasih untuk semua bantuanmu"
"iya kak sama-sama"
Jenita pun meninggalkan indira bersama Akhtar dan zahwan.
Indira memeluk Gumilang dan nilam yang berada di depan rumah sakit.
indira menarik napas dan menghembuskan nya perlahan...
"Terima kasih ya mas...selalu menjaga dan melindungi ku...terima kasih selalu memberikan semangat untuk aku yang kadang masih merasakan putus asa"
Gumilang tersenyum dan mencium kepala indira.
Inilah hidup kita tidak tahu kemana takdir akan membawa kita , bertemu dengan siapa saja dan ada peristiwa apa saja. Berbuat lah kebaikan dimana pun kita berada.
__ADS_1
Sekian dan terima kasih yang sudah mengikuti Pesona indira ini...Sampai Jumpa...Maaf ya kalau tidak sesuai ekspektasi...hehehhe🤗
#TAMAT#