Pesona Indira

Pesona Indira
21


__ADS_3

"pak Pramono dokter...itu pasien nya dokter prasasti...dua hari yang lalu dilakukan tindakan pembedahan oleh dokter Pras karena ada benjolan di bagian lengannya...setelah di bedah ..sempat ada penurunan tanda vital..akhirnya kolaborasi dengan dokter Jantung dan paru, namun dari semua hasil pemeriksaan dinyatakan dalam batas normal"ucap perawat itu lagi.


Indira mengerutkan dahinya, Indira melihat berkas rekam medis Pramono, kemudian di fotonya satu-satu.


Malam itu selepas jaga, Indira pergi ke rumah dokter Aruna.


tok...tok...tok


"Assalamualaikum "


"waalaikumus salam"


"iya neng...mau ketemu siapa"tanya asisten rumah tangga yang seumuran dengan Bu Darmi.


"dokter Aruna nya ada Bu"Indira berbicara dengan lemah lembut.


"ada neng...silahkan masuk...tunggu dulu ya...saya panggil dulu"


"iya Bu"


lima menit kemudian Aruna keluar tanpa memakai cadar, Indira tertegun karena wajah Aruna tampak seperti pinang dibelah dua dengan dirinya.


"Alhamdulillah akhirnya kamu mau menginjakkan kaki kamu disini nak"ucap Aruna mengusap wajahnya.

__ADS_1


"iya ma...maaf..bisa kah kita bicara di ruangan mama saja ...ada hal pribadi yang akan saya tanyakan"


"baiklah..ayo"Aruna merangkul lengan kiri Indira.


didalam ruangan kerja Aruna, banyak foto yang dipajang..hingga Indira menemukan salah satu foto keluarga besar dimana ada ibunya dan seorang laki-laki di foto itu.


"Ma...maaf..boleh minta tolong..turunkan bingkai foto yang di belakang mama"ucap indira.membuat Aruna sempat terkejut.


"ma..ini siapa?"tanya Indira to the Point...membuat Aruna mengulum senyum.


tidak perlu tes DNA untuk mengetahui siapa Indira sebenarnya, melihat wajah dan perilakunya saja sudah jelas kalau dia adalah keturunannya.


"ini Pramono...adik dari ayahmu nak"


"maksud mama orang ini yang sudah merebut milik kita sewaktu di Jakarta"


"lalu ayah aku dimana ma???"


"ayah kamu dinyatakan hilang dua hari sebelum rumah kita di ambil oleh pramono...mama sudah lapor polisi tapi sampai sekarang tidak pernah ada laporan apa-apa lagi"


Indira memperlihatkan sebuah foto dan dokumen yang diambil tadi di rumah sakit.


Aruna menutup kedua mulutnya, merasa tak percaya dengan kondisi Pramono yang seperti itu.

__ADS_1


"Allah memberikan imbalan atas apa yang dia lakukan dulu... benar kata pepatah....Siapa yang menabur angin dia yang menuai badai...sekarang Pramono sedang menuai semua tunas yang sudah dia tabur"


ucap Aruna menatap Indira dengan sendu


"oh ya mah...boleh minta foto ayah"


"boleh nak..boleh sebentar ya"


Aruna mengeluarkan foto ayah Indira yang bernama Prayudha...


Indira menatap lama pada wajah itu dan Indira mulai mengingat sepuluh tahun yang lalu sempat bertemu dengan wajah ini tapi dimana???


Indira memutar bola matanya untuk mengingat kembali pertemuan tidak disengaja itu.


Indira tertegun...Indira baru sadar kalau laki-laki ini pernah ditolongnya dari para preman.


Indira menatap lembut pada Aruna, sang mama yang sudah melahirkannya.


"Kak Andara dimana ma??"tanya Indira


Aruna belum menjawab, tapi Andara sudah masuk dengan wajah tegang.


"ma...Om Pram ada di RS kita ternyata"ucap Andara tanpa melihat ada Indira di sofa.

__ADS_1


"ya...mama udah tahu dari Indira"


"kapan Indira memberikan informasi ke mama kan Indira belum pegang nomor ponsel mama"ucap Andara lagi yang masih belum sadar keberadaan Indira.


__ADS_2