
Andara menoleh ke arah kiri dan kanan, kemudian mundur dan berlari membawa sapu yang masih ada di tangannya.
Andara mengejar seorang laki-laki yang bersembunyi di balik pohon.
Andara memukuli orang tersebut yang akan kabur dari tempat persembunyiannya.
"Siapa kamu??"Bentak Andara dengan keras
orang itu berhasil kabur dari amukan Andara.
"Assalamualaikum bun"Andara mengangkat telpon dari istrinya.
"ya udah tunggu di rumah ya...kamu dan anak-anak jangan kemana-mana"
Andara kembali ke rumah indira dan berpamitan untuk menjemput rista dan kedua anak kembarnya.
Tiba dirumah, Andara segera berlari saat pintu Depan tampak terbuka.
"Wow...dokter Andara prayudha Bramantyo...selamat datang..."ucap prasasti dengan santai nya duduk di sopa sedangkan rista dan kedua anaknya duduk di bawah dengan kondisi tangan terikat.
"Apa yang kamu inginkan"tanya Andara tidak Berbasa basi lagi
"apa yang aku inginkan...kembalikan rumah sakit Andara pada kami...dan jika kalian ingin tetap hidup, tinggalkan indira bersama ku di sini"
"Indira...indira sudah punya pasangan...jangan kamu ganggu dia..."
__ADS_1
"oh..ternyata kamu lebih senang keluarga kecilmu ini sengsara ya...kamu lebih memilih kehilangan keluarga mu yang harmonis ini"prasasti menarik jilbab rista ke belakang.
Andara mengepalkan tangannya, rumahnya sudah dikepung oleh orang-orang suruhan prasasti.
Andara kalut, andara tidak bisa berpikir dengan jernih.Namun belum ada lima menit, orang yang ada disana berhasil dilumpuhkan oleh Prayudha.
sebagai ayah, prayudha ingin menyelamatkan keluarga putranya itu.
prasasti tercengang melihat prayudha yang menatap tajam padanya.
"Om"lirih prasasti tertunduk.
Andara tidak menunda kesempatan emas yang diberikan oleh ayahnya itu, Andara menyerang prasasti dan membuat prasasti terjungkal.
prayudha membuka ikatan rista dan kedua si kembar.
Prayudha memicingkan mata dan berfikir sejenak.
"An..kamu urus keluargamu..ayah ke rumah indira dulu ya"
"iya ayah...nanti aku nyusul"Andara menatap ayahnya yang sudah pergi.
"Bagaimana mereka bisa masuk bun???"tanya Andara menatap rista yang masih bingung.
"tadi bunda sedang di dapur yah...dalfa dan dalfi berteriak,bunda ada orang jahat...setelah itu dokter prasasti datang dengan wajahnya yang tidak terlihat bersahabat. dan menanyakan keberadaan ayah dan indira...setelah itu meminta bunda untuk menelpon ayah"
__ADS_1
"ya sudah bersiap ya bun...kita.ke rumah indira...mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa"
satu jam Andara membantu istrinya untuk membereskan perlengkapan mereka.
Tiba di rumah indira, Andara disuguhkan pemandangan yang membuatnya tercengang.
seorang Gumilang sedang bertarung dengan prasasti, Gumilang terlihat lincah dan cekatan.
wajah Gumilang tampak datar saat menghadapi prasasti.
"Bertahun-tahun aku menidurkan iblis dalam jiwaku dan kau membangunkannya hanya dengan satu kata"Gumam Gumilang terus menyerang prasasti dengan membabi buta.
prasasti tampak kewalahan, melihat itu Andara menelan ludahnya dengan kasar.
Andara mengingat perlakuannya pada Gumilang yang membuatnya bergidik.
"itu Gumilang yah"Andara mendekat pada ayah dan mama nya.
"iya an...kenapa kamu pucat begitu"tanya Aruna menatap anak nya itu.
"sejak kapan Gumilang pandai berkelahi yah"
"sejak dulu An..kamu lupa apa gak ingat!!!kalau Gumilang yang selalu menjaga mama"
"Ya aku kira ..gumilang cuma supir mama aja mana aku tahu kalau dia bisa bela diri...Tahu begitu mah aku gak meledek mas gum...ma...bagaimana nasibku setelah ini"Andara merasakan lemas di semua badannya.
__ADS_1
Prayudha dan Aruna hanya mengulum senyum.