Pesona Indira

Pesona Indira
38


__ADS_3

indira tidak peduli kalau Gumilang merasa risih dengan nya, yang penting Gumilang tahu kalau indira sudah menjatuhkan hati dan seluruh hidupnya pada Gumilang.


terdengar suara Gumilang yang tertawa keras, membuat indira melepaskan pelukannya.


"kenapa mas...kok tertawa???"indira menatap manik mata Gumilang yang teduh membuat hatinya sangat berbunga.


"Pelukannya terlalu erat..mas gak bisa napas sayang..."Gumilang berbisik di telinga indira dengan penuh kelembutan, membuat kedua insan itu kembali jatuh pada keadaan yang membahagiakan.


Keduanya kembali memadu kasih, dan terlelap sampai matahari berada di ketinggian.


Gumilang terbangun saat mendengar ada suara ketukan pintu yang membuat telinga sakit.


setelah pintu dibuka, Andara dan kedua anak kembarnya hanya saling tatap melihat Gumilang yang hanya menggunakan celana boxer tanpa baju.


Andara dan kedua anak kembarnya hanya tertawa, melihat tertawa andara yang mengejek, Gumilang tersadar dan langsung berlari ke kamar untuk menggunakan baju yang sopan.


"Indira mana mas???"tanya Andara duduk di kursi tamu bersama kedua anak kembarnya.


"masih tidur"Gumilang berbicara dengan cepat.

__ADS_1


Andara tidak meneruskan ucapannya, karena anaknya sangat pintar. Andara khawatir akan membuat Gumilang merasa malu didepan anak-anaknya.


"Mas..maaf...bisa titip dalfa dan dalfi di sini dulu gak ya"Andara duduk agak mendekat ke Gumilang.


"Titip!!..anak kok di titip...ibunya kemana??"tanya gumilang melirik Andara yang sedang cengar cengir.


"mau bikin proyek baru mas...biar dapat tender"Andara cengengesan.


"oalah...dasar kamu an...modus tingkat internasional kamu, dasar...gak harus bolak balik bali kan bikin proyek barunya"Gumilang menggelengkan kepalanya.


"gak lah mas...cuma 4 jam aja...hehehe"Andara mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah nya secara bersamaan.


"Ya udah semoga proyek baru nya menang tender"Gumilang akhirnya menyetujui keinginan Andara.


"Om...onty mana???"tanya dalfi melihat kesemua arah.


"onty masih tidur"jawab Gumilang pendek


"Tuh onty"tunjuk dalfa melihat indira menghampiri dengan membawa satu teko teh manis hangat dan cemilan.

__ADS_1


"onty...ini onty rara kan"tanya dalfi penasaran dengan perempuan berhijab tanpa menggunakan cadar ini.


"iya sayang ini onty rara"


"wah cantik ..om gum beruntung sekali mendapatkan onty rara yang cantiknya seperti bidadari"decak dalfa dan dalfi mengagumi adik dari ayahnya itu.


Gumilang mendekat dan memeluk indira yang sedang duduk bersama keponakannya itu.


"onty...proyek itu apa???"tanya dalfa menatap indira yang terkejut mendengar pertanyaannya dalfa.


"proyek apa???"indira bertanya balik dengan wajah polosnya.


"itu tadi papa bilang ke om gum..mau bikin proyek tapi ngajak mama"tanya dalfa lagi


"Kak Andara ini...ngomong macam-macam depan anak ya begini nih...oh papa buat proyek ngajak mama itu biar papa gak sendirian ...soalnya proyek ini berharga buat dalfa dan dalfi"ucap indira tersenyum.


"yang berharga buat kami ya adik onty...kami pengen punya adik cewe...biar rame"


"iya berdoa saja ya sayang...tadi udah makan belum???"

__ADS_1


"belum onty..tapi aku mau makan di restoran yang ada di dekat rumah sakitnya papa"dalfi memberikan saran dengan wajah yang menggemaskan.


"baik komandan...onty pake cadar dulu ya...dalfa dan dalfi sama om gum di sini, tunggu onty ya..gak lama kok"indira berdiri menuju kamar untuk mengenakan cadarnya.


__ADS_2