
indira merasa bahwa masih banyak orang yang sakit yang tidak di bawa ke rumah sakit hanya karena biaya mahal.
apakah orang-orang tidak tahu kalau di rumah sakit andara tidak pernah dikenakan biaya.
apakah orang-orang tidak tahu kalau berobat di rumah sakit Andara hanya bermodalkan KTP saja.
beragam pertanyaan terus berkecamuk di pikiran Indira.
lima belas menit ada di pelukan Gumilang, membuat Gumilang tak habis pikir, ternyata istrinya ini tertidur pulas.
Gumilang memindahkan indira ke kamar dan memberikan selimutnya.
Gumilang mencium kening indira dan keluar dari kamar.
Gumilang dengan cekatan memasak di dapur, sudah dua jam tertidur, indira belum terbangun. Gumilang belum terlalu kenal dengan karakter indira.
Gumilang takut kalau indira akan merasa kesal kalau nanti diganggu tidurnya.
Gumilang menarik napasnya dengan panjang dan menghembuskannya perlahan.
sebuah tangan mungil, menyentuh bahu Gumilang. Gumilang menoleh ke belakang, indira tidak berhijab...hanya menggunakan pakaian tidur biasa.
"Ayo mas..makan...aku sudah lapar"indira tersenyum membuat Gumilang merasa jantungnya berdebar lebih kencang seperti genderang mau perang.
__ADS_1
indira makan seperti biasa, namun Gumilang tak bisa menelan makanan tersebut.
Gumilang tak mampu menahan segala rasa dalam dirinya saat menatap indira yang mengedipkan salah satu matanya dengan genit.
indira menggoda Gumilang yang tidak bisa menahan perasaannya lagi.
Gumilang berdiri dan langsung mengangkat indira yang hanya tertawa renyah.
indira paham kalau Gumilang tak akan memintanya lebih dulu karena merasa segan dengan indira.
Malam ini, suasana dingin semakin membuat keduanya berada dalam kenikmatan surgawi.
bahkan Gumilang tak bisa begitu saja melepas indira yang sudah menggodanya.
Gumilang tertidur pulas setelah melewati pertarungan sengit.
Pagi sudah menjelang, indira terbangun tepat di jam 4, indira membersihkan diri dan melaksanakan sholat tahajud.
selesai sholat, indira membangunkan Gumilang yang masih berada di dalam mimpi.
"Mas gum...Mandi...sholat berjamaah gak???"bisik indira di telinga Gumilang
"iya sayang...mata mas sepet banget nih gak bisa dibuka"
__ADS_1
"aku duluan aja ya"
"jangan dong sayang...tunggu ya...mas mandi dulu"
dengan berat, Gumilang menyeret kedua kakinya untuk ke kamar mandi.
Gumilang hampir tertidur lagi di kamar mandi kalau saja indira tidak mengetuk kamar mandinya.
"Mas gum..buruan"indira setengah berteriak.
Gumilang dan indira melaksanakan sholat subuh berjamaah, indira mencium punggung dan telapak tangan Gumilang, begitu juga Gumilang yang mencium kening indira dengan penuh cinta.
"terima kasih ya sayang...terima kasih karena sudah menjalankan kewajiban peran istri dengan baik, mas tidak mau kalau rara melayani mas dengan terpaksa"Gumilang menatap indira yang tertunduk.
indira menatap gumilang dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan, ada perasaan takut kehilangan yang sedang melanda indira.
indira memeluk Gumilang dengan sangat erat.
indira tidak peduli kalau Gumilang merasa risih dengan nya, yang penting Gumilang tahu kalau indira sudah menjatuhkan hati dan seluruh hidupnya pada Gumilang.
terdengar suara Gumilang yang tertawa keras, membuat indira melepaskan pelukannya.
"kenapa mas...kok tertawa???"indira menatap manik mata Gumilang yang teduh membuat hatinya sangat berbunga.
__ADS_1
"Pelukannya terlalu erat..mas gak bisa napas sayang..."Gumilang berbisik di telinga indira dengan penuh kelembutan, membuat kedua insan itu kembali jatuh pada keadaan yang sangat membahagiakan.