
Darmi hanya terdiam mendengar percakapan Andara dan Gumilang yang menurutnya sangat mustahil terjadi.
"Bu dokter...maaf...atas sikap Indira barusan...saya tidak mengerti dengan jalan pikirannya..."
Andara tertawa menggema di rumah tersebut. semua mata menatap ke arahnya yang tidak berhenti tertawa.
"gak masalah Bu Darmi...Indira itu duplikatnya mama...mama juga pasti tahu lah...hitung-hitung introspeksi diri ya ma"ucap Andara sambil keluar dari rumah Bu Darmi.
Aruna hanya menggelengkan kepalanya, memang benar apa yang disampaikan oleh Andara.
Indira dan Aruna adalah satu tubuh yang memang tidak bisa dipisahkan.
kalaupun cadarnya dibuka, orang pasti terkecoh dengan keduanya, apalagi Aruna selalu terlihat awet muda.
Indira tiba di asrama para dokter magang, satu kamar ada dua tempat tidur.indira satu kamar dengan Listyani, listyani juga memakai jilbab tapi tidak memakai cadar. Listyani dan Indira sama-sama mempunyai tinggi 168 cm, dengan warna kulit yang putih dan tidak terlalu gemuk.
Listyani tersenyum saat melihat Indira sedang menyusun pakaian ke dalam lemarinya
semua lemari disini memakai password sehingga tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Dokter Indira...saya Listyani...panggil saja saya Yani ya..dokter Indira mau saya panggil dengan nama apa???"listyani membuka obrolan setelah dua jam keduanya ada di kamar yang sama.
"oh iya...panggil saja saya Rara...maaf saya terlalu fokus merapihkan barang tadi kak"jawab Indira tersenyum di balik cadarnya.
"jangan panggil kakak dong...saya masih belum usia 30 tahun loh...masih 25..."Listyani menutup mulutnya sambil berbisik kemudian tertawa
"25...saya baru 24 kak...saya panggil kak Yani aja kalau berdua..bagaimana???"
__ADS_1
"ehm..boleh deh...oh iya...sudah jam 7 malam nih...kita makan di kantin yuk"listyani mengajak Indira yang sedang duduk di meja belajarnya.
"Maaf kak...saya jarang makan malam...paling makan buah dan air putih saja"
"oh...hidup kamu sehat dan teratur ya Ra...saya kalau gak makan nasi suka gak bisa mikir"listyani terus berceloteh membuat Indira hanya menggelengkan kepalanya.
"ya udah deh Ra...saya ke kantin dulu ya...maaf nih..bukan gak sayang...saya duluan ya"
"iya kak...hati-hati"
selama listyani ke kantin Indira menulis puisi dibuku harian.
"SEPI"
Hai Malam...
Sepi ini sedang mengawasi ku
tapi aku tidak bisa
Hai Sepi...
berhentilah mengawasi ku
mengawasi semua perasaanku
yang tak pernah berujung
__ADS_1
Hai perasaan....
kenapa kamu suka menyendiri
tersenyumlah
karena kamu tidak sendiri
Hai sendiri
jangan berteman dengan sepi
karena sepi hanya milik malam
yang pandai menjaga perasaan.
Indira tersenyum geli saat nama "malam"menjadi awal puisinya.
Nama "Malam"terus terngiang di alam pikirannya, entah apa yang sedang terjadi.
Indira menutup buku diary nya dan mengambil wudhu.
Indira menjalankan sholat isya dan membaca setiap ayat dalam surah Al Qur'an.
sudah jam 9..listyani baru masuk ke dalam kamar dengan membawa satu parsel yang berisi banyak buah-buahan.
"Ra...nih ada paket buat kamu"listyani menaruh parsel buah di atas ranjang Indira
__ADS_1
"dari siapa kak??"
"Dia sih tidak menyebutkan nama, tapi dia orangnya tinggi, ganteng...hidungnya mancung..ada lesung pipinya..kulitnya putih banget...mirip anggotanya BTS lah yang namanya Kim Seokjin"Listyani menerangkan sangat detail membuat Indira tersenyum.