Pewaris Asli

Pewaris Asli
27 Tangkapan Pertama


__ADS_3

Naiki dan Sisi sangat serius menyelesaikan pekerjaannya. Entah mengapa, Naiki ingin mengakhiri penyusupannya dengan segera. Waktu sudah menunjukkan Pukul 12.00 wib. Saatnya Naiki dan Sisi untuk makan siang di kantin.


"Apa kita akan makan siang sambil bekerja, Nai?" Tanya Sisi sembari menyamakan langkahnya dengan Naiki yang selalu berjalan lebih cepat darinya.


Naiki tidak menjawab, ia hanya mengangkat sebelah tangannya dan menggoyang-goyangkan jari telunjuknya ke arah Sisi, sedangkan tangan satunya terus menjinjing laptop andalannya.


"Sisi, ambillah makan siangmu, lalu tolong belikan aku sepotong roti isi dan sebotol air mineral." Perintah Naiki, kemudian memisahkan diri dari Sisi yang terlihat bingung.


Naiki memilih bangku di pojok ruangan yang menempel dengan tembok kantin. Ia lalu meletakkan laptopnya dan menghidupkan perangkat itu.


"Karena kau terlihat bodoh, jadi aku akan memilihmu sebagai yang pertama." Lirihnya sambil menyeringai.


Naiki menyalakan laptopnya, menelusuri sistem jaringan Brata Corp, dan menyerang CCTV Brata Corp yang tidak begitu canggih. Ia mematikan CCTV dan menghapus rekaman dari pagi sampai siang ini, termasuk CCTV di ruangan Niko. Naiki tidak ingin gerak-geriknya terbaca. Termasuk sekarang, saat menggunakan laptop di kantin perusahaan.


Naiki lalu mengirim malware ke email Niko. Berusaha meretas setiap perangkat yang terhubung dengan email tersebut. Tap tap tap...jari-jari panjangnya menari-nari di atas keyboard laptop dengan sangat lincah. Benar saja, Naiki berhasil meretas komputer beserta ponsel yang selalu digunakan Niko. Seorang pria yang Naiki anggap tidak bisa melakukan apa pun tapi entah mengapa dapat menjadi manager di perusahaan itu.


"Memang dasar b4jingan." Umpat Naiki dengan gigi yang beradu.


"Kau lagi apa, Nai?" Tanya Sisi yang tiba dengan sebuah nampan makan siang di tangannya. Ia lalu duduk di bangku sebelah Naiki.


"Coba kau lihat!" Seru Naiki pada Sisi. Mata Sisi membulat.


"Haduh...mataku ternodai!" Ucap Sisi sedikit keras sembari menutup wajahnya dengan tangan.


"Sssttt....berisik!"


Mendengar ucapan Naiki, Sisi beralih menutup mulutnya. Ia lalu memerhatikan monitor laptop Naiki.


"Ini...i-ni kaaaan...." Sisi terbata. Ia tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Terlebih lagi saat melihat salah satu wanita di video itu adalah Helen. Orang yang selalu mengincarnya di kantor.


"Melihat dari reaksi wanita-wanita ini, sepertinya tidak semuanya melakukan itu dengan kemauan sendiri." Ujar Naiki. Sisi mengangguk setuju.


"Apakah kau bisa menghapus semuanya, Nai?" Tanya Sisi sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


Naiki tersenyum, kemudian menjentikkan jarinya. "Gampang!"


Naiki lalu menyalin semua video dan foto tersebut, lalu menghapus semua data di ponsel Niko hingga bersih tidak bersisa. Ia lalu melanjutkan pekerjaannya mencari data-data penting lainnya, menyalinnya, kemudian mengenskripsikannya.


Naiki memang sangat lihai dalam meretas. Ia sudah menguasai bidang itu sejak di bangku SMP. Saat duduk di bangku SMA, Kakek Caraka selalu dibuat pusing oleh ulah Naiki yang sering kali membobol sistem jaringan Caraka Corp.

__ADS_1


Sebenarnya bisa saja Naiki meretas sistem jaringan di Brata Corp dari jauh dan tanpa harus repot-repot menyelundup ke sana. Namun, Naiki tidak pernah melakukan itu. Ia ingin mengamati musuh-musuh lebih dekat, mempelajari sifat dan karakter mereka, serta mencari kelemahan mereka dengan baik.


Naiki lalu membuka tutup botol air mineralnya dan menenggak air di dalam botol itu hingga habis setengahnya. Ia lalu menuntaskan pekerjaan dan membersihkan jejak-jejaknya agar tidak mudah terlacak.


Setelah itu ia mematikan laptopnya.


Sisi terus memerhatikan Naiki. Kali ini Naiki mengeluarkan earphone dari sakunya dan memasangnya di handphone. Ia lalu menaruh satu earphone di telinganya, dan dengan hati-hati menaruh satu lagi di telinga Sisi tanpa menyentuh Sisi sedikit pun. Sisi menatap heran ke arah Naiki.


"Dengarin baik-baik." Perintah Naiki sambil mengusap-usap ponselnya.


"BRENGSEEEKKK! Perbuatan siapa ini?" Terdengar teriakan dari earphone yang Naiki pasang.


Sisi terkejut dan langsung melepas earphone dari telinganya. "Wah, mulut orang ini seperti sampah!" Ujar Sisi. Naiki tertawa mendengarnya.


"Hahahaha...Kenapa? Kotor?" Tanya Naiki sambil terus tertawa. "Kau tahu dia siapa?"


Sisi menggeleng. Ia benar-benar tidak tahu suara siapa yang barusan didengarnya.


"Gimana kalau kita kembali ke ruangan? Siapa tahu bisa nonton live streaming." Kekeh Naiki.


Sisi langsung mengerti arah pembicaraan Naiki. Ternyata, itu adalah suara Niko, Manager mereka di Tim Pemasaran. Naiki dan Sisi lalu membereskan barang-barang bawaan mereka lalu kembali menuju ruangan Tim Pemasaran.


Setibanya di ruangan, Naiki dan Sisi langsung menahan tawa karena melihat para karyawan mulai membicarakan Niko di belakang. Bahkan ada beberapa karyawan yang sengaja mendekati pintu ruangan Niko agar lebih jelas mendengar rutukan-rutukan Niko yang isinya sangat tidak berpendidikan.


"Gilaaaaa...dia sepertinya kerasukan, Bro!" Ucap salah satu karyawan senior.


"Mampus! Kena batunya juga dia." Ketus salah seorang karyawan lagi.


"Kira-kira masalah apa, ya?"


"Dia menyebut-nyebut data di handphone-nya, Bro!"


"Hahaha...rasain!"


Mayoritas karyawan berkata buruk mengenai Niko. Mereka sungguh tidak menyukai Niko karena sifatnya yang angkuh dan tidak mengerti masalah pekerjaan. Niko memang hanya mengandalkan koneksi untuk menjabat di Brata Corp. Terlebih lagi ia juga mendapatkan 5% saham hasil dari pecahan saham ibunya, Steffanie.


"Baru satu yang tertangkap, ternyata seseru ini. Ok baiklah, kita akan melanjutkan babak berikutnya." Batin Naiki dengan wajah dinginnya.


"Sisi, kau hubungi Panjul, bilang padanya back up semua data yang aku kirim tadi." Perintah Naiki kemudian.

__ADS_1


"Ok, Nai." Sahut Sisi cepat.


Mereka lalu melanjutkan pekerjaan mereka di Brata Corp yang terbilang tidak banyak. Naiki dan Sisi terkadang juga mengerjakan pekerjaan mereka untuk Caraka Corp. Karena masih banyak waktu luang yang dapat mereka gunakan untuk mengerjakan pekerjaan utama mereka.


Waktu terus berlalu dan sudah menunjukkan pukul 16.00 Wib, saatnya para karyawan menyudahi pekerjaannya. Begitu pun dengan Naiki dan Sisi. Mereka berjalan beriringan hingga keluar melalui pintu utama.


"Sisi, aku duluan, ya!" Ucap Naiki saat menangkap sosok Darel di parkiran motor.


"Ok, Nai. Aku juga mau mampir ke kantor sebentar." Sahut Sisi. Mereka berdua lalu berpisah.


Naiki berjalan menuju Darel yang sudah menunggunya selama sepuluh menit. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Naiki.


"Hai Nai! Pulang bareng, yuk!" Sapa pria tersebut. Ia tidak tahu jika ada sepasang mata tajam sedang memerhatikannya.


Naiki menoleh dengan muka tanpa ekspresi. Ia lalu menghentikan langkahnya.


"Aku bawa mobil hari ini. Ayo!" Ucap pria itu lagi. Naiki mengernyitkan dahinya.


"Maaf Justin. Sudah ada yang menjemputku di sana." Sahut Naiki datar sambil menoleh ke arah Darel yang terus memasang wajah masam di balik maskernya.


"Oh, ok baiklah." Ucap Justin dengan perasaan kecewa dan kesal bercampur aduk.


"Aku pasti mendapatkanmu, Nai. Kau pasti mengejarku jika tahu siapa ayahku." Gumam Justin angkuh.


Naiki melanjutkan langkahnya tanpa tahu bagaimana perasaan suaminya saat ini. Beberapa saat ia berdiri di samping sepeda motor Darel, namun tetap saja tidak ada kata sapaan dari bibir suaminya itu.


"Apa kau tidak jadi memberi tumpangan padaku, Tuan?" Tanya Naiki akhirnya. Namun tetap tidak ada jawaban dari mulut Darel.


"Hhhmmm...atau ingin aku menerima tumpangan pria tadi?" Ucap Naiki sambil tersenyum licik dan melipat tangannya di depan.


"Hiiisssh...kau benar-benar tidak tahu cara merayu suamimu, Nai." Gerutu Darel. "Ayo naik!"


Naiki menaikkan kedua bahunya saat mendengar perkataan Darel. Ia lalu mengambil helm dan duduk di atas motor sport itu. Mereka pun pergi meninggalkan parkiran Brata Corp diiringi oleh tatapan iri dari Justin.


"Kau pasti tidak akan menolakku nanti, Nai." Batin Justin geram.


*************


Wah ini author sampe 3x ketik ulang lho, karna error dan draftnya hilang 😂

__ADS_1


Jangan lupa dukung author terus yaa... Makasih... 🥰


__ADS_2