
"Halo Sayang, kau tadi menelponku? Ada apa? Aku ketiduran tadi."
Darel terdiam saat mendengar suara yang sangat ia kenal. Ia yang semula melangkah terburu-buru dan tanpa berpikir jernih, mendadak berhenti melangkah.
"Halooo Darel..."
"Sayang, kau di mana sekarang?" Tanya Darel akhirnya.
"Di rumah kita. Kenapa?"
"Kenapa GPS yang ku beri sekarang berada di sebuah gudang tua?" Tanya Darel kembali.
"Apaaa? Astagaaaa... Aku melupakannya karena sangat mengantuk tadi."
"Apa maksudmu?" Tanya Darel bingung.
"Nanti aku ceritakan, sekarang jemput aku di rumah, lqlu kita ke lokasi GPS secepatnya." Sahut Naiki.
Darel pun menutup teleponnya lalu bergegas menjemput istrinya di rumah. Hari sudah menjelang sore. Kalau tidak cepat, akan keburu gelap, dan mereka akan sulit mencari lokasi tersebut.
Flashback On
"Selamat siang, Nona Nai!" Sapa seorang wanita berparas dingin dan blasteran.
Kepalanya menyembul dari balik pintu ruangan Naiki. Naiki pun menoleh ke asal suara yang sangat ia kenal namun sudah lama tidak ia dengar. Naiki melempar senyum ke arah wanita di balik pintu.
"Hai, Ela! Masuklah!" Ucap Naiki.
Daniela pun masuk dan dipersilahkan Naiki untuk duduk. Naiki lalu berdiri dari kursi kerjanya dan mendekati Daniela yang duduk di sofa dengan anggun. Daniela adalah satu-satunya pengawal pribadi Naiki yang berjenis kelamin wanita dan dipilih oleh dirinya sendiri.
Naiki sangat menyukai Daniela karena selain kemampuan bertarungnya yang hebat, Daniela juga orang yang sangat setia. Ia adalah wanita yang cantik dengan paras bulenya. Bola matanya bewarna coklat, namun rambutnya bewarna hitam karena ia tidak menyukai warna asli rambutnya yang pirang kecoklatan.
Naiki sudah lama tidak bertemu Daniela karena kepergiannya ke Korea Selatan dan saat kembali, ia langsung dinikahkan dengan Darel. Daniela memang tidak selalu berada di sisi Naiki. Ia hanya akan berada di sisi Naiki bila wanita itu memanggilnya. Jadi, untuk mengisi kekosongannya, Naiki menempatkan Daniela sebagai Kepala Divisi Keamanan pada salah satu anak perusahaan Caraka Corp.
"Ada apa anda memanggil saya, Nona?" Tanya Daniela.
Naiki tidak menjawab. Ia hanya memerhatikan penampilan Daniela dari ujung rambut sampai ujung kaki. Naiki lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Nona..." Panggil Daniela.
__ADS_1
"Oh, ya Ela. Maaf. Aku hanya memerhatikanmu. Ternyata bila dilihat, penampilan kita tidak berbeda jauh. Kau tunggu sebentar di sini."
Naiki lalu berjalan menuju sebuah lemari dan mengambil pakaian yang memiliki warna sama dengan pakaian yang Naiki kenakan saat ini. Ia lalu memberi pakaian tersebut pada Ela. Ela mengernyitkan dahinya tidak mengerti.
"Gantilah pakaianmu dengan pakaian ini. Aku ingin kau melakukan sesuatu hari ini untukku, Ela." Ucap Naiki.
Ela pun mengangguk dan berjalan menuju kamar kecil untuk mengganti pakaiannya. Setelah selesai, ia pun kembali. Naiki tersenyum melihatnya. Ia lalu memberi Ela sebuah masker dan kacamata hitam.
"Kenakan ini juga!" Perintah Naiki. Ela pun menurut.
Naiki menjentikkan jarinya hingga berbunyi saat melihat penampilan Ela saat ini. Ia sungguh terlihat mirip dengan Nona Rhea. Naiki merasa beruntung karena selama ini ia sudah menyembunyikan wajahnya, jadi orang luar masih belum hafal dengan wajah aslinya.
"Lalu, apa yang harus saya lakukan, Nona?" Tanya Ela.
Naiki duduk kembali di sofa. Ia lalu menyeritakan apa saja yang ia alami akhir-akhir ini pada Ela. Ia juga memberitahu Ela bahwa nyawanya saat ini terancam karena ulah ayahnya. Daniela emosi saat mendengar cerita Naiki dan sempat protes karena Naiki tidak segera meminta bantuan padanya.
"Maafkan aku karena sudah lama tidak mengabarimu keadaanku, Ela. Tapi, bisakah kau menolongku hari ini? Aku memiliki firasat mereka akan bergerak hari ini." Ucap Naiki.
"Jadi?"
"Kau harus keluar dari gedung ini dengan berpura-pura menjadi diriku. Pakailah masker itu selalu dan kendarai mobil ini juga. Karena mereka pasti sudah membuntutiku sejak pagi tadi." Perintah Naiki sembari memberi Ela sebuah kunci mobil.
Naiki juga memberikan foto-foto orang yang harus Ela pancing untuk keluar. Di antaranya adalah Marco, Brata, dan Steffanie. Wanita blasteran itu pun mengangguk paham.
"Apa kau membawa senjata?" Tanya Naiki.
Ela tidak menjawab dengan kata-kata namun ia memperlihatkan sebuah senjata api yang diselipkannya di pinggangnya yang tertutup coat.
"Berhati-hatilah, karena mereka sangat licik. Jangan sampai penyamaranmu terbongkar sebelum aku tiba di sana!" Ucap Naiki lagi.
"Baik, Nona. Saya pamit." Ucap Daniela lalu bergegas pergi.
Naiki hanya mengangguk, dan membiarkan Daniela pergi dengan penyamaran sebagai dirinya. Karena jadwalnya yang padat, Naiki terlihat sangat lelah hari ini. Ia pun memutuskan untuk pulang sebelum jam lima sore.
Flashback off
***********
Darel terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di kediamannya. Setibanya di halaman rumah, Darel langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah kemudian mencari keberadaan istrinya.
__ADS_1
"Nai... Sayang..." Panggil Darel berkali-kali
"Apa? Aku di kamar." Sahut Naiki sedikit berteriak.
Darel langsung memasuki kamarnya dan mendapati Naiki sedang duduk di depan meja rias. Grep... Darel langsung memeluk Naiki dengan erat yang membuat Naiki heran.
"Kenapa, Sayang? Tanya Naiki yang sedang menyisir rambutnya dan ingin ia ikat ke atas.
"Aku pikir kau diculik, Sayang." Ucap Darel sedih.
Naiki hanya menepuk-nepuk punggung tangan Darel dan menenangkannya. Ia lalu berbalik badan untuk melihat ke arah suaminya.
"Kau tenang saja, semua aku yang merencanakannya." Ujar Naiki.
"Lalu, GPS itu?" Tanya Darel bingung.
"Oh itu pengawal pribadiku yang menggunakannya untuk memancing komplotan Brata agar habis hingga ke akarnya.
Naiki lalu menyeritakan pada Darel seluruh rencananya. Darel lalu menelepon para pengawalnya untuk bersama-sama menerjang ke gudang tua, tempat Daniela disekap.
**********
💙💙💙💙💙
Waaaahhh liburnya tiga hari. Bikin Author makin susah buat ngetik lebih dari 1000 kata per chapternya. Bisa Up aja udah syukur ini. 😂
Jangan kapok baca novel author yang baru belajar ini, yaa Guys!
Dan jangan lupa beli baju lebaran! #lha
Buat yang udah baca, makasih yaa...
Buat yang udah vote, makasih banyak yaa...
Buat yang udah favoritin novel ini, makasih juga...
Buat yang udah like dan kasih bunga, kopi, dsb, thanks a lot guys...
lope lope buat kalian semua 💙💙💙💙💙
__ADS_1