Pewaris Asli

Pewaris Asli
88 Hubungan Alya, Naiki, dan Keluarga Caraka


__ADS_3

"Bukankah sewaktu kecil kau sangat suka bermain denganku, Sonya?" Lanjut Naiki.


Sonya semakin gelisah karena Naiki terus-terusan mengintimidasinya. Tubuhnya bergetar hebat. Ia kembali teringat akan penyiksaan yang didapatkannya saat diculik oleh para pengawal Gerandra. Sekali lagi, Naiki tersenyum sinis melihat kondisi Sonya. Ia lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan ruang rawat inap tersebut.


Naiki berjalan melewati koridor ruang VIP rumah sakit miliknya itu dengan santai. Ia lalu meraih ponselnya dan menghubungi Ivan.


"Panjul, hapus seluruh rekaman CCTV mulai dari tiga puluh menit yang lalu di rumah sakit ini, terutama CCTV di sekitar ruang rawat inap." Perintah Naiki dan langsung menutup teleponnya.


Naiki lalu berjalan menuju pintu utama rumah sakit di mana mobilnya sudah terparkir rapi di sana. Naiki menerima kunci mobilnya dari salah satu petugas lalu bergegas masuk ke dalam mobil untuk kembali ke perusahaan dan meninggalkan Ivan di sana.


"Nona, kau meninggalkanku lagi." Batin Ivan yang tidak sengaja melihat mobil Naiki pergi dari balik jendela rumah sakit di lantai 2.


********


Saat ini, Brata dan Steffanie sudah memiliki apartment. Mereka menempati apartment itu mulai hari ini. Brata dan Steffanie tidak membeli apartment dalam satu lokasi, namun gedung apartment Steffanie posisinya sangat berdekatan dengan gedung apartment yang Brata beli.


Sebelum sore, Brata sudah pulang ke apartment barunya. Sedang ada Steffanie dan beberapa orang kepecayaannya berkunjung ke apartment tersebut untuk menyusun sebuah rencana. Brata mendengarkan dengan serius penjelasan para pria yang bertugas mengintai pergerakan keluarga Caraka dan Gerandra.


"Mulai hari ini, wanita itu sudah tidak diawasi lagi oleh para pengawalnya, Tuan. Saya juga belum mengetahui apa alasannya tidak menggunakan pengawal lagi." Ucap salah satu orang kepercayaan Brata yang bernama Marco.


"Bukankah peluang kita akan lebih besar bila ia sudah tidak memiliki pengawal di sekitarnya?" Cetus Brata.

__ADS_1


"Tapi Kak, aku rasa itu hanya jebakan. Jangan sampai kita tertipu olehnya. Dia benar-benar gadis yang licik." Tukas Steffanie. Brata hanya diam sambil mengusap-usap dagunya.


"Lalu, apakah kalian sudah dapat informasi, kenapa dua anak sial itu sampai dirawat oleh Tuan Besar Caraka?" Tanya Brata penasaran.


"Menurut cerita para karyawan di Caraka Corp, wanita itu dan kakaknya adalah cucu kandung dari Tuan Besar Caraka, Tuan." Sahut Marco kemudian.


"Lalu, kau percaya?" Hardik Brata.


"Tidak, Tuan. Tapi...apakah Tuan tahu, istri Tuan dahulu berasal dari keluarga mana?" Ucap Marco yang malah memberikan pertanyaan kepada Brata.


Brata terdiam. Ia baru menyadari bahwa selama ini ia tidak mengetahui Alya berasal dari keluarga mana. Ia tidak pernah diberitahu siapa sebenarnya mertuanya. Saat menikah juga mereka melangsungkannya dengan sangat tertutup, serta tanpa kehadiran orang tua dari Alya. Itu juga atas desakan dari Brata, karena sudah tidak dapat menahan diri untuk menguasai perusahaan Alya.


"Jadi maksudmu, ada kemungkinan bahwa Alya berasal dari keluarga Caraka?" Ucap Brata.


Marco pun mengangguk. "Benar, Tuan. Apakah Tuan ingin saya terus menyelidikinya?"


"Kalau memang dia adalah putri keluarga itu, berarti selama ini aku terus dipermainkan wanita itu. Brengsek!" Umpat Brata dalam hati.


Steffanie yang mendengar ucapan Marco sebenarnya juga ikut terkejut. Karena ia tidak menyangka ternyata Alya lebih kaya berkali-kali lipat daripada yang mereka tahu dan mereka kuasai. Dia melindungi harta keluarga besarnya dengan sangat baik selama ini, kalau aku tahu itu lebih awal, mungkin hidupku akan lebih bahagia dari ini." Batin Steffanie.


"Kak, kenapa tidak mulai menyusun rencana kita sekarang?" Tanya Steffanie kemudian.

__ADS_1


Ia merasa sedikit lelah karena pembicaraan mereka belum masuk ke tahap pembalasan untuk Naiki. Di pikirannya sekarang hanya ingin cepat-cepat kembali ke apartmentnya atau ke tempat Sonya dirawat, Karena dokternya menelpon bahwa tiba-tiba kondisi Sonya kembali memburuk.


"Saya akan terus mengamati wanita itu, Tuan. Saya sudah mengetahui letak kediaman pribadi mereka. Dengan begitu akan lebih mudah untuk menyerangnya. Karena menurut hasil memata-matai mereka beberapa hari ini keamanan di kediaman mereka tidaklah seketat di kediaman utama keluarga mereka." Celoteh Marco.


Brata kemudian mengangguk, mereka pun mulai menyusun rencana untuk menyerang Naiki dalam waktu dekat. Mereka tahu bahwa Naiki tidak memiliki pengawal lagi, sehingga akan mempermudah bagi mereka untuk membawa Naiki ke hadapan Brata dan menyingkirkannya.


Di tengah pembicaraan serius mereka, Brata terus menerus memikirkan Alya. Apa saja yang telah wanita itu sembunyikan dariku? Pikir Brata. Ia sungguh tidak menyangka bahwa asal usul Alya sangatlah tidak biasa. Brata berpikir, pasti masih banyak hal yang disembunyika Alya darinya. Andai saja ia tahu sejak dulu bahwa Alya adalah putri Tuan Besar Caraka, ia pasti sudah sangat kayaraya saat ini. Namun apa yanh terjadi? Seluruh kekayaan keluarga Caraka malah jatuh ke tangan dua anak yang tidak pernah diakuinya itu.


**********


💙💙💙💙💙


Buat yang udah baca, makasih yaa...


Buat yang udah vote, makasih banyak yaa...


Buat yang udah favoritin novel ini, makasih juga...


Buat yang udah like dan kasih bunga, kopi, dsb, thanks a lot guys...


lope lope buat kalian semua 💙💙💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2