
Sudah beberapa hari ini Darel dan Kakek Caraka sibuk menyiapkan rencana bulan madu Darel dan Naiki yang sempat tertunda karena status Naiki sebagai karyawan baru di Brata Corp. Kakek Caraka menentukan lokasi dan mengatur segala macam yang menyangkut pekerjaan cucunya di perusahaan, sedangkan Darel menentukan list kegiatan mereka saat bulan madu nanti. Dia dibantu oleh Berry untuk menyiapkan semuanya. Termasuk apa saja yang akan Darel dan Naiki bawa.
Darel dan Naiki tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama menikmati bulan madu mereka. Jadi Darel memutuskan melakukan perjalanan itu hanya lima hari saja. Uniknya, Naiki bahkan belum dikabari kembali masalah kepastian bulan madu yang disebut-sebut Darel dan kakek Caraka itu. Wanita itu juga tidak mengetahui lokasi yang telah dipilih oleh Kakek Caraka untuk bulan madunya dengan suami.
Pagi itu Darel bangun lebih dulu dari Naiki yang tampak masih terlelap dengan nyenyaknya. Ia turun dari ranjang, setelah sebelumnya memberikan ciuman selamat pagi di dahi istrinya. Darel pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Selepas mandi dan berpakaian, pria itu pergi menuju dapur. Ternyata di sana belum tampak seorang pelayan pun yang datang. Jadi, Darel berinisiatif untuk menyiapkan sarapan pagi sendiri. Ia lalu menyiapkan beberapa bahan untuk memasak nasi goreng untuknya dan juga Naiki. Beberapa menit berlalu, Naiki akhirnya keluar dari kamar dan menuju dapur.
"Pagi, Sayang." Sapa Darel dengan deretan gigi putihnya. Ia sedang sibuk menata meja makan saat ini.
Naiki penasaran dengan apa yang dilakukan suaminya itu pagi-pagi sekali di dapur. Ia lalu mendekati Darel.
"Kau masak sendiri?" Tanya Naiki sembari menarik kursi dan duduk di sana.
"Iya, kau harus habiskan semuanya karena sebentar lagi kita akan berangkat." Ujar Darel.
"Berangkat? Ke mana?" Tanya Naiki sambil menyuap nasi goreng ke mulutnya.
"Menikmati jasa pria penghangat ranjangmu se-pu-as-nya.." Bisik Darel yang duduk di sebelah Naiki.
"Uhuk...uhuk...uhuk..." Naiki tersedak. "Maksudmu bulan madu?" Serunya kemudian.
Darel hanya mengangguk sambil terus mengunyah nasi gorengnya.
"Kenapa harus mendadak begini, Darel?" Protes Naiki.
"Bukankah dari minggu lalu sudah aku beritahu?" Tukas Darel. "Ayo cepat habiskan sarapanmu, Sayang. Lalu bersiaplah. Kau cukup membawa barang yang penting saja. Masalah pakaian ganti dan lainnya sudah aku persiapkan."
__ADS_1
Naiki terdiam mendengar Darel berbicara. Ia tidak menyangka, pria itu akan serius dengan rencana bulan madunya. Padahal dia sendiri memiliki banyak pekerjaan di perusahaannya.
Darel dan Naiki lalu menghabiskan sarapannya. Naiki kembali ke kamar untuk bersiap. Sedangkan Darel lebih memilih mengecek emailnya di ruang tamu. Jam di dinding sidah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Supir yang ditugaskan Darel untuk mengantarnya dan Naiki ke bandara pun sudah tiba di sana.
Satu jam sebelum lepas landas, Darel dan Naiki telah tiba di bandara. Naiki masih belum tahu ia akan dibawa ke mana oleh Darel menggunakan jet pribadi miliknya. Darel juga tidak memberitahu Naiki karena ia merasa Naiki tidak menanyakan apa pun pada dirinya. Hingga seorang pramugari datang menyapa mereka berdua.
"Selamat siang Tuan dan Nyonya muda Gerandra. Perkenalkan, nama saya Viva, pramugari yang siap melayani Tuan dan Nyonya hingga kita tiba ke tempat tujuan kita, Santorini, Yunani." Ucap pramugari itu dengan ramah.
Mata Naiki membulat. Ia lalu menatap Darel lekat. Seperti meminta penjelasan lebih pada suaminya itu. Darel lalu memberi kode pada pramugari tadi untuk kembali ke tempatnya.
"Iya, Santorini. Apa kau pernah ke sana?" Tanya Darel. Naiki menggeleng.
Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang sangat ingin Naiki kunjungi. Namun karena Santorini lebih banyak dikunjungi turis untuk berbulan madu, Naiki selalu menunda kepergiannya ke sana. Ia merasa tidak bersemangat jika harus berpelancong ke Santorini seorang diri. Dan ternyata sekarang, ia akan ke sana berdua dengan suaminya. Sungguh Naiki tidak pernah membayangkan hal itu terjadi.
"Kenapa kau memilih Yunani, bukan negara lain?" Tanya Naiki penasaran.
"Ini sebenarnya keputusanku dan Kakek Caraka." Jawab Darel.
"Kakek?" Ulang Naiki. Darel mengangguk.
"Kakek bilang namamu berasal dari nama seorang Dewi dari mitologi Yunani. Dewi Nike, dewi kemenangan dan keberhasilan. Itu sebabnya aku dan kakek memilih Yunani sebagai perjalanan pertama kita." Ujar Darel.
"Hanya karena itu?" Tanya Naiki yang tidak habis pikir dengan alasan kakek dan suaminya. Darel menggelengkan kepalanya.
"Yunani adalah negara yang paling disukai almarhum Mama Alya dan juga Mama Vanya. Mereka pernah beberapa kali liburan bersama ke sana." Ucap Darel.
__ADS_1
Naiki hanya diam. Dia tidak menyangka Darel mengetahui semua itu. Perlahan bibirnya pun tersenyum.
"Terima kasih." Lirih Naiki.
***********
Lebih dari lima belas jam mereka lewati, akhirnya Darel dan Naiki pun tiba di Santorini. Sebuah pulau dari kelompok Kepulauan Cyclades. Pulau ini berjarak kurang lebih 200 Km dari daratan Yunani. Para turis dapat menggunakan pesawat atau pun kapal Fery untuk menuju ke sana. Lelah memang, namun semua akan terbayar dengan keindahan alam yang menakjubkan.
Naiki dan Darel tiba di Fira, Ibukotanya Santorini. Sebuah kota yang indah yang memiliki spot sunset yang indah dan banyak dikunjungi turis asing. Namun, bukan Fira tujuan mereka. Darel langsung membawa Naiki pergi menuju Oia dengan sebuah mobil dan supir yang telah disiapkan untuk mereka.
Oia adalah sebuah desa yang indah dan ikonik di dunia. Di sana banyak terdapat rumah-rumah seperti gua yang bertembok putih. Struktur bangunan di sana sangat unik. Terlebih lagi dengan pemandangan di depannya. Darel pun memilih sebuah penginapan dengan view indah dan membuat nyaman pengantin baru seperti mereka.
Saat tiba di hotel, Darel dan Naiki disambut dengan ramah oleh pelayan hotel. Mereka langsung disuguhi minuman. Berupa minuman lemon dicampur jahe, dan disertai daun mint di dalamnya. Selepas itu, mereka pun dibawa menuju kamar yang sudah disiapkan. Pelayanan hotel yang sungguh memuaskan untuk para turis seperti Darel dan Naiki.
"Berry sungguh pintar memilih tempat menginap ternyata." Puji Darel dalam hati. Ia lalu membantu Naiki untuk menaruh kopernya di tempat yang aman. Ia menyuruh Naiki untuk beristirahat sebentar di sana. Naiki pun setuju. Ia merasa sangat lelah setelah melakukan perjalanan lebih dari 15 jam.
Setelah membereskan barang-barangnya, Darel berkeliling melihat kamar inapnya. Terdapat bathtub yang sangat unik di sudut ruangan. Karena itu adalah kamar khusus untuk pengantin baru, maka tidak ada pintu yang menjadi penghalang untuk menuju bathtub tersebut. Darel lalu terus berjalan menuju sebuah pintu. Ia lalu membuka pintu itu dan melihat pemandangan di luar. Benar-bemar indah, pikir Darel.
Penginapan tersebut memiliki struktur bangunan bertingkat-tingkat dengan tembok putih sebagai ciri khasnya. Darel melihat ke bawah, ternyata terdapat private kolam renang di sana. Uniknya, ada sebuah ranjang berukuran cukup besar tidak jauh dari kolam renang itu, dan sedikit tertutup dengan tembok. Pikiran Darel pun mulai berimajinasi nakal di sana.
"Aku akan memakan gadis tengil itu sampai habis di tempat ini." Ucapnya sambil menyeringai.
**********
💙💙💙💙💙
__ADS_1