
Hari berlalu, Killa sudah kembali ke perantauannya. Sedangkan Naiki sudah tidak masuk kerja di Brata Corp lagi mulai hari ini. Lalu Darel? Dia harus melakukan pertemuan penting hari ini di perusahaan dan tidak dapat diwakilkan oleh siapa pun, termasuk Kakek Gerandra. Saat berkunjung ke kediaman Kakeknya, Darel sudah menyampaikan niatnya untuk kembali cuti dan meminta agar sang kakek menggantikan posisinya sementara waktu di perusahaan. Dengan berat hati dan bujukan maut Darel yang mengiming-imingi cicit pada kakeknya, akhirnya kakek Gerandra pun bersedia. "Dasar cucu brengsek!" Umpat Kakek Gerandra waktu itu.
Hari ini tampaknya Darel sangat sibuk, Naiki pun memutuskan untuk mengunjungi perusahaannya dari pada berdiam diri di rumah. Hari ini juga hari pertama Sisi bekerja secara resmi di Caraka Corp. Jadi Naiki ingin mengunjungi teman sekaligus sekretarisnya itu
Wanita dingin itu pergi dengan tampilan sangat santai. Padahal jelas-jelas dia akan pergi ke perusahaannya. Biasanya Naiki berpenampilan formal dengan selera fashion yang kekinian. Tapi kali ini ia hanya mengenakan tanktop putih, jaket kulit hitam, celana jeans hitam, serta kacamata hitam dan masker yang menutupi wajahnya. Tidak lupa sepatu sneakers yang nyaman di kakinya. Lalu dengan diam-diam Naiki membawa kabur motor sport Darel yang terparkir di garasi rumah.
"Aku pinjam motornya sebentar, suamiku." Ucap Naiki dengan senyum dinginnya dan langsung melajukan motor itu menuju Caraka Corp.
Di kantornya, Darel tersenyum saat menerima sebuah pesan dari pengawal bayangannya yang bertugas menjaga Naiki dari jauh. Ternyata, pengawal itu mengirim video Nyonya muda yang sedang memacu sepeda motor sport milik Tuan muda mereka.
"Dasar tengil!" Umpat Darel sambil terus tersenyum menatap layar handphonenya. "Ah, istriku memang wanita paling keren sedunia." Lirihnya yang tidak sadar sudah diperhatikan Berry sejak tadi.
"Heh, dasar bucin!" Cibir Berry dalam hati.
Bibir Berry yang mencebik ternyata tertangkap oleh Darel. Mata elangnya langsung menghujam tajam menatap ke arah Berry. Berry pun langsung kaku di tempat.
"Sudah bosan dapat gaji full?" Hardik Darel dengan ekspresi dinginnya.
"Ti-tidak, Tuan. Saya pamit kembali ke ruangan." Ucap Berry gugup dan bergegas keluar dari ruangan Darel dengan langkah seribu.
"Pfiuuhh...aku kira jantungku akan berhenti berdetak." Gumam Berry sesaat setelah menutup pintu ruangan Darel.
Namun, ia mengingat ada sesuatu yang belum ia sampaikan pada atasan dinginnya itu. Berry pun memutuskan untuk kembali masuk ke dalam dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Apa?" Sinis Darel dari meja kerjanya.
"Maaf, Tuan. Malam ini ada undangan dari Tuan Miller, Pearl Company. Beliau merayakan pesta ulang tahun putri beliau yang ke-23 tahun, Tuan. Pestanya akan bertema negeri dongeng, setiap tamu diharap menggunakan topeng yang dikirim beserta undangannya." Jelas Berry.
"Lalu, mana undangan dan topengnya?" Tanya Darel. Berry heran, tidak biasanya Tuan Mudanya antusias dengan acara semacam ini.
Berry lalu izin untuk mengambil undangan dan topeng itu di ruangannya lalu bergegas kembali lagi ke hadapan Darel. Ia kemudian menyerahkan undangan beserta dua buah topeng yang indah dan tampak mahal itu kepada tuannya. Darel tersenyum tipis.
"Pergilah!" Ucap Darel sambil mengusap handphonenya.
Berry heran, mengapa tidak ada pertanyaan lagi dari tuan mudanya itu. Ia sudah terbiasa menghadapi Darel yang selalu banyak pertanyaan pada dirinya mengenai beberapa hal. Terlebih menyangkut tentang pekerjaan. Tapi sekarang, Darel bertingkah seolah tidak membutuhkan Berry di sisinya, dan membuat Berry diam-diam merasa kecewa.
__ADS_1
Darel ternyata langsung menghubungi istrinya yang baru saja tiba di Caraka Corp. Naiki yang baru selesai memarkirkan motor dan melepas helmnya, langsung merogoh kantong jaket lalu mengangkat telepon dari Darel.
"Sayang, kau sudah tiba di perusahaan?" Tanya Darel tanpa menunggu Naiki mengatakan halo.
"Iya, kenapa?" Tanya Naiki sembari menaruh helm di atas motor dan berjalan masuk ke perusahaannya.
"Tidak apa. Malam ini ikut aku ke pesta, ya!" Ucap Darel tanpa basa-basi. "Aku akan mengirimkan softcopy undangannya nanti." Imbuh Darel.
"Hah? Kau serius?" Tanya Naiki penuh penekanan.
"Aku tidak pernah main-main denganmu, Sayang."
"Bukan ituuuu... Kau serius akan mengajakku ke pesta? Sebagai siapa?" Tanya Naiki lagi.
"Sebagai Nyonya Muda Gerandra." Darel menjawab dengan yakin, padahal sebenarnya maksud Naiki adalah sebagai Naiki atau sebagai Rhea Caraka mengingat tampilan keduanya berbeda, dan wajah Rhea yang belum saatnya terekspos ke publik.
"Hiiisssh...ya sudahlah. Nanti aku pulang lebih awal." Ucap Naiki pasrah.
"Terima kasih, Sayang." Darel lalu mematikan sambungan teleponnya.
Pria dingin itu lalu menekan tombol extension di telepon kantornya. Ia menghubungi Berry dan meminta agar Berry mengirimkan kado untuk putri Tuan Miller. Berry pun mengiyakan dan bergegas keluar kantor untuk mencari sendiri kado tersebut.
*********
Mereka lalu berangkat menuju hotel tempat acara pesta akan berlangsung. G-Hotel, yang tidak lain adalah hotel milik Darel. Mereka meminta seorang pengawal untuk menjadi supir malam itu. Beberapa menit berlalu, mobil mereka pun tiba di G-Hotel. Sebelum turun, Naiki tidak lupa untuk mengenakan topengnya, sedangkan Darel berencana mengenakannya saat sudah akan masuk ke tempat acara.
Darel turun terlebih dahulu, kemudian membukakan pintu untuk Naiki dan menyambutnya dengan mesra. Mereka lalu berjalan menuju tempat diselenggarakannya acara, yaitu di pinggiran kolam renang G-Hotel. Setiap karyawan hotel yang melihat CEO mereka datang, langsung menyapa dengan hormat. Sedangkan beberapa orang yang melihat dari kejauhan mulai berkomentar.
"Hei, bukankah itu Tuan Muda Gerandra? Dengan siapa dia?"
"Jangan-jangan benar dia sudah menikah."
"Wajar kalau Tuan Muda menikahinya. Dia cantik sekali".
"Hei, darimana kau tahu kalau wanita itu cantik? Wajahnya saja tertutup topeng." Protes salah satu karyawan wanita.
"Halah...sudah-sudah. Kembali kerja!"
__ADS_1
********
Darel dan Naiki akhirnya tiba di lokasi pesta. Dekorasi pesta itu tampak sangat meriah. Design hotel yang mewah dipadu dengan dekorasi yang indah, sungguh memanjakan mata para tamu undangan.
Naiki menggandeng lengan Darel yang sudah menggunakan topengnya. Mereka berjalan dengan sangat serasi dan seketika menjadi pusat perhatian para tamu yang lain. Karena mengetahui kedatangan Tuan Muda Gerandra dari penerima tamu di depan, Tuan dan Nyonya Miller bergegas menghampiri lalu menyapa Darel.
"Selamat malam Tuan Darel. Terima kasih sudah berkenan datang ke acara ulang tahun putri kami." Sapa Tuan Miller dengan sedikit aksen Amerika-nya.
"Selamat malam juga, Tuan dan Nyonya Miller." Sahut Darel dengan wajah datar.
Darel memang sangat dingin dengan orang lain selain keluarganya, terlebih lagi istrinya. Dia akan selalu memasang wajah datar dan dingin tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya.
Dari kejauhan tampak Si Pemilik pesta memerhatikan Darel dan Daddy-nya dengan senyuman penuh arti. Ia lalu bergegas menghampiri.
"Hai, Baby. Kau pasti sudah tahu pria tampan ini." Ucap Tuan Miller tanpa memandang Naiki yang masih setia menggandeng lengan Darel dengan wajah dinginnya.
"Iya tahu. Perkenalkan namaku Grace, Tuan." Ucap Grace sambil mengulurkan tangannya penuh harap pada Darel.
Darel bergeming dan tidak menyambut uluran tangan Grace. Gadis itu langsung salah tingkah dan menarik tangannya cepat. Naiki yang melihat kejadian itu hanya bisa menahan tawanya.
"Oh ya, Tuan Miller. Perkenalkan ini istriku." Ucap Darel sembari memeluk pinggang ramping Naiki dari samping.
"Apa? Kau sudah menikah?" Celetuk Grace sedikit keras dan membuat tamu undangan yang berada di sekitar mereka menatap Naiki penuh tanya.
"Ya, dia adalah Nyonya Muda Gerandra." Sahut Darel dengan tegas.
Raut wajah Grace pun berubah. Namun, Naiki sadar, Grace diam-diam menyimpan dendam pada dirinya saat itu. Naiki hanya tersenyum sinis ke arah Grace yang terlihat sangat membenci Naiki.
"Kau pasti hanya Cinderella yang mendadak ketemu pangeran tampan. Aku akan lihat bagaimana kau akan bertahan di acara pesta ini nanti." Gumam Grace dalam hati.
*********
💙💙💙💙💙
Pengen banget up 2 sampai 3 episode sehari. Tapi ngga pernah kesampean. 😔
Makasih yaa, sudah baca novel author ini...
__ADS_1
Jangan lupa vote, komen dan like yaa guys...