Pewaris Asli

Pewaris Asli
63 Percobaan Pembunuhan


__ADS_3

Semenjak kejadian beberapa hari lalu di pesta ulang tahun Grace, Darel memperketat pengawasan untuk istrinya. Terlebih lagi sekarang ia sudah mulai aktif bekerja lagi di perusahaan dan tidak dapat menempel sepanjang hari lagi dengan istri dinginnya itu.


Darel akui, sebelum menikah dengannya, sudah banyak yang menginginkan nyawa istrinya itu. Apalagi sekarang, saat ia sudah menyandang predikat Nyonya Muda Gerandra. Darel yakin, sudah banyak saingan bisnisnya yang mencari tahu identitas Nyonya Muda Gerandra semenjak malam itu.


Kali ini Darel harus bekerjasama dengan Kakek Caraka agar pengawal dari pihaknya dapat bekerjasama dengan baik dengan pengawal dari Gerandra. Darel khawatir, karena penyamaran, mereka bisa saja salah mengira kawan adalah lawan.


"Hmmm." Sahut Naiki saat mengangkat video call dari Darel di ponselnya.


"Sayang, aku rindu." Rengek Darel yang membuat Naiki memutar bola matanya jengkel.


"Hiissh benar-benar tidak penting." Ketus Naiki lalu ingin mematikan panggilan video itu.


"Jangan dimatiin, please!" Cegah Darel cepat. "Ada yang harus aku katakan."


"Apa?" Tanya Naiki dengan mata tertuju ke laptop.


"Aku rasa ada beberapa orang yang sedang menyelidikimu saat ini. Selain Brata dan Steffanie, bocah Miller itu jg menyelidikimu dan berniat menyakitimu. Selebihnya mungkin beberapa pesaing bisnisku di luar sana. Jadi Sayang, berhati-hatilah jika kau ingin keluar." Ujar Darel serius.


"Iya iya, aku akan berhati-hati." Sahut Naiki.


"Apa kau benar-benar tidak ingin bersama pengawal? Aku sangat khawatir sekarang." Ucap Darel dengan wajah memelas.


"Bukankah selama ini mereka selalu di sekitarku walaupun aku sudah menolak?" Tukas Naiki.


Darel pun terkekeh. Apa yang dikatakan Naiki memang benar. Ia sudah sejak lama mengetahui itu. Para pengawal itu bahkan mengawal Naiki ke mana pun Naiki pergi termasuk ke luar negeri. Karena mereka hanya mengawasi dari kejauhan, jadi Naiki tidak keberatan dengan kehadiran mereka di sekitarnya. Namun sekarang, para pengawal bayangan itu semakin bertambah jumlahnya. Kalau sebelumnya hanya tiga sampai lima orang, tapi saat ini jumlahnya bisa sampai lima kali lipat dari itu.


"Hmmm...Sepertinya sore ini aku mau ketemu Mama Vanya." Ucap Naiki kemudian. Ia tiba-tiba teringat dengan oleh-oleh yang telah ia beli di Santorini untuk mertuanya itu.


"Oke, Sayang. Hati-hati, ya! Aku akan menyusulmu nanti."


Darel pun mematikan panggilannya dan kembali bekerja. Sementara Naiki langsung mematikan laptopnya dan bersiap untuk berangkat menuju kediaman besar Gerandra.

__ADS_1


********


Di kediaman Miller beberapa jam sebelum rencana Naiki pergi ke kediaman Gerandra.


"Kau yakin wanita itu Rhea Caraka?" Sentak Grace pada orang suruhannya yang ia kirimkan foto Naiki saat pesta ulang tahunnya.


"Yakin, Nona." Jawab orang itu tegas.


Brakkkk...


Praaannggg...


Grace melempar apa pun yang berada di dekatnya hingga hancur berkeping-keping. Vas bunga, pajangan, hiasan meja, frame foto, atau apapun yang berada di ruang tamu rumahnya. Melihat Grace yang emosi tidak terkontrol, orang suruhan Grace tersebut segera menyelinap keluar dari rumah dan pergi meninggalkan Grace.


"Aku pasti bisa menyingkirkanmu walaupun kau Rhea Caraka sekalipun." Geram Grace sambil mengepal erat telapak tangannya.


Ia lalu mengambil handphonenya di atas sofa dan menghubungi seseorang untuk membantunya menyingkirkan Rhea Caraka. Tidak tanggung-tanggung, Grace menjanjikan bayaran yang sangat besar kepada pembunuh bayaran tersebut untuk menyingkirkan Rhea. Grace mentransfer uang muka sebesar 50 juta rupiah dan akan memberikan sisanya dalam bentuk cek apabila misi telah berhasil.


"Rhea, hari ini adalah hari terakhirmu. Aku tahu, kau tidak pernah bersama pengawalmu dan selalu sendiri ke mana pun kau pergi." Ucapnya dengan seringai di wajahnya.


*********


Naiki melintas di jalanan dengan perasaan biasa. Tidak menaruh curiga pada apa pun di sekitarnya. Ada masalah juga Naiki tidak terlalu peduli. Ia terus melajukan mobilnya hingga menuju jalan yang cukup sepi.


Kediaman Gerandra memang melalui jalan yang tidak begitu ramai. Jalan itu akan menuju sebuah perumahan elite yang dapat dikatakan sangat sepi karena penunggunya yang sibuk dengan perusahaan masing-masing atau bahkan berdomisili di luar negeri. Sedangkan kediaman Gerandra sendiri berada setelah perumahan elite tersebut.


Tiba-tiba terdengar suara keras dari belakang mobil Naiki disertai dengan hentakan yang cukup keras di bagian belakang mobilnya. Naiki langsung menginjak pedal rem dan menghentikan mobilnya.


"Sialan! Apa mereka tidak lelah terus-terusan mengusikku?" Rutuk Naiki sambil memukul setir mobilnya yang ternyata ditabrak dari belakang oleh orang tidak dikenal.


Naiki pun berniat ingin turun dan melihat situasi di luar. Namun, saat hendak turun dari mobil, terlihat di kaca spion ada sebuah mobil sedang melaju dengan kecepatan tinggi menuju mobilnya. Naiki bingung, ia harus tetap berada dalam mobil, atau keluar dan berlari sejauh mungkin dari mobilnya.

__ADS_1


Wanita itu merasa seperti sedang memilih buah simalakama. Bila tetap di dalam ia akan ditabrak dan remuk beserta mobilnya. Namun, bila ia keluar, mobil asing itu pasti akan banting setir dan menabrak tubuhnya secara langsung. Tewas, mungkin itu hasil akhirnya.


Di tengah kebingungannya itu, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Ternyata para pengawal bayangan Naiki sudah bergerak untuk menyerang. Mereka menembakkan peluru ke arah ban mobil asing itu dan tepat sasaran. Mobil yang ingin menabrak Naiki itu pun hilang kendali lalu berputar-putar hingga akhirnya menabrak pembatas jalan dan terseret hingga beberapa meter. Mobil itu kemudian membentur mobil di belakang Naiki. Kecelakaan beruntun pun terjadi. Mobil Naiki kembali terhantam lumayan kuat dari belakang. Untung saja tidak membuat Naiki terluka.


Perbuatan para pengawal tersebut memang berisiko tinggi. Namun, akan lebih berbahaya lagi apabila mobil tersebut berhasil menabrak Naiki secara langsung. Bisa tamat riwayat karir dan hidup mereka di tangan keluarga Caraka dan Gerandra.


Naiki bergegas turun dari mobil dan mengecek keberadaan sopir mobil yang menabraknya. Namun, baru akan melangkah, Naiki merasa ada gelagat mencurigakan dari dalam mobil itu. Dua orang kemudian keluar dari mobil dengan sebuah jerigen bensin di tangan mereka masing-masing. Melihat situasi itu, Naiki bergegas berlari sejauh mungkin dari mobilnya ke arah yang berlawanan. Naiki tahu, kedua orang itu pasti berniat meledakkan dirinya bersama dengan mobil-mobil itu. Sungguh penjahat kelas kakap yang bermodal tinggi, pikirnya.


Naiki terus berlari dan bersembunyi di balik pohon yang cukup besar. Ia terus mengamati dua penjahat tadi yang tidak menyadari bila Naiki telah kabur saat mereka berdua tengah sibuk menurunkan jerigen masing-masing dari dalam mobil.


"Kau akan segera mati, Nyonya. Sayang sekali, kau bahkan tidak tahu bagaimana rasanya bersosialisasi dengan tetangga." Ujar salah satu penjahat.


Naiki geram melihat kedua orang itu. Namun akan sangat bahaya apabila ia keluar dan mendekati dua orang pria yang membawa bensin tersebut. Mereka lalu berjalan ke arah mobil lainnya dan berusaha mengeluarkan pengemudi mobil nahas tadi.


Setelah berhasil mengeluarkan rekannya, salah satu dari mereka membawa pergi temannya yang pingsan tadi pergi menjauh dari tiga mobil itu. Sedangkan satunya lagi mulai menuang bensin ke aspal agar mengalir menuju mobil Naiki. Setelah menuang isi jerigen sampai habis, pria itu lalu berlari menjauh dan melemparkan sebuah korek api gas ke arah bensin yang menggenang di aspal. Dan....


DUARRRRRR... DUUAAARRRRR... DUAAARRRRR...


Ledakan besar pun terjadi dan melalap habis ketiga mobil tadi. Naiki yang bersembunyi di balik pohon pun tetap tidak selamat sepenuhnya dari serpihan-serpihan kaca atau pun serpihan ledakan dari mobil-mobil itu. Wanita itu terus berjongkok di balik pohon dan menunduk agar terhindar dari serpihan yang lebih besar lagi.


"BRENGSEK!" Umpat Naiki dalam hati.


**********


💙💙💙💙💙


Buat yang udah baca, makasih yaa...


Buat yang udah vote, makasih banyak yaa...


Buat yang udah favoritin novel ini, makasih juga...

__ADS_1


Buat yang udah like dan kasih bunga, kopi, dsb, thanks a lot guys...


lope lope buat kalian semua 💙💙💙💙💙


__ADS_2