
Semakin lama, semakin banyak pebisnis yang mendekati Darel hanya untuk menyapa. Dari yang lebih muda sampai yang lebih tua dari Darel, semuanya datang hanya untuk mengucapkan selamat datang. Darel menanggapi mereka dengan dingin dan hanya berbicara seperlunya saja. Mereka juga mengucapkan selamat pada Darel atas pernikahannya, walaupun sempat kaget akan berita tersebut. Mereka bahkan penasaran, siapa sebenarnya wanita yang diperistri oleh Tuan Muda Gerandra itu. Pusat perhatian seketika tertuju pada Darel dan Naiki, padahal jelas-jelas itu adalah pesta ulang tahun Grace, putri semata wayang Tuan Miller dari Pearl Company.
Grace menjadi geram. Seharusnya malam itu ia menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Namun, kedatangan Darel dan Naiki telah mengambil posisinya secara tidak langsung. Ia bahkan sempat memohon pada Daddy-nya untuk mengundang Tuan Muda Gerandra dan memperkenalkan pria tampan itu padanya. Tapi apa yang dia dapat sekarang? Kabar pernikahan pria idamannya dan kehadiran istri pria itu.
Niat busuk mulai muncul di pikiran Grace yang memang berwatak manja dan kekanakan. Terlebih lagi saat ia melihat Naiki memisahkan diri dari Darel yang sibuk dengan tamu-tamu yang lain. Naiki merasa muak saat melihat orang-orang itu bertingkah berlebihan di depan suaminya. 'Penjilat!' Umpat Naiki dengan muka dinginnya.
Wanita cantik beraura dingin namun menyilaukan mata para pria itu sekarang berjalan di sekitar lokasi pesta. Memerhatikan dekorasi pesta yang menurutnya menarik. Terutama di bagian kolam renang yang banyak terdapat lilin yang mengapung di permukaan air kolam. Seorang gadis lalu berjalan di sampingnya sambil mengucapkan sesuatu.
"Kenapa? Belum pernah datang ke pesta mewah seperti ini?" Ucap Grace angkuh sambil berlalu pergi dengan segelas minuman di tangannya.
Naiki hanya tersenyum dingin melihat Grace yang baru saja menghinanya. Meladeni gadis manja seperti Grace akan sangat membuang waktu, pikir Naiki. Ia lalu melangkahkan kakinya kembali sambil mencari-cari kursi yang dapat ia gunakan untuk istirahat. Tiba-tiba seorang pria tidak dikenal mendekati dan menyapanya dengan genit. Pria itu tampak membawa dua gelas minuman di tangannya.
"Wajahmu tampak asing, tapi kau sangat cantik." Goda pria itu sambil menyodorkan segelas minuman pada Naiki.
Naiki hanya tersenyum dingin, namun tetap mengambil minuman yang diberikan pria itu. Dalam hatinya ia penasaran, apa yang akan dilakukan pria itu padanya.
"Apa ini pertama kalinya kau ke acara seperti ini?" Tanya pria itu yang semakin mendekat.
"Apa terlihat seperti itu?" Naiki malah balik bertanya sambil melangkah ke arah lain namun tidak terlihat ingin meninggalkan pria itu karena gerakannya yang anggun.
"Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya." Ucap pria itu.
"Aku bahkan menggunakan topeng sekarang, apa kau yakin tidak pernah melihatku?" Celetuk Naiki.
Darel mulai mencari keberadaan Naiki dan menemukan istrinya itu sedang berbincang dengan seorang pria tidak jauh dari kolam renang. Ia penasaran apa yang mereka bicarakan saat ini. Darel lalu mendekati Naiki dan pria itu dengan perlahan dan memasang kupingnya dengan tajam.
"Aku memang tidak pernah melihat wajahmu, tapi aku yakin kau adalah wanita yang cantik dan menggairahkan." Ucap pria itu.
__ADS_1
Mata Naiki mulai memicing di balik topengnya. Darel pun mulai panas saat mendengar kalimat pria itu yang terbilang mesum.
"Menggairahkan? Maksudmu?" Naiki mencoba memancing.
"Jika kau tidak keberatan, aku akan menunggumu di kamar nomor 1001. Aku akan menghangatkanmu malam ini." Sahut pria itu dengan wajah mesumnya.
Naiki hanya tersenyum sinis. Tangan pria itu mulai terulur dan hendak menyentuh pinggang Naiki. Dengan sigap Naiki langsung menepisnya dengan kuat.
"Terima kasih, Tuan. Tapi aku sudah memiliki pria penghangat ranjangku. Jadi aku tidak butuh jasamu." Ucap Naiki sambil menatap pria itu dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu berdecih. "Kau bahkan tampak lebih lemah darinya." Hina Naiki dengan sengaja.
Darel yang mendengar perkataan istrinya itu menjadi senyum-senyum sendiri. Panas di hatinya tiba-tiba meredup. Sedangkan pria di hadapan Naiki semakin terlihat agresif dan mulai memaksa Naiki untuk memeluknya. Gerak-gerik pria itu sangat mencurigakan. Darel lalu memerhatikan sekitarnya, dan tampaklah seseorang sedang memegang camera di tangannya dan fokus membidik Naiki dan pria itu.
"Jangan naif, Nona. Kau tidak akan rugi jika ikut denganku. Aku adalah Manager di Pearl Company." Ucap pria itu sambil terus mengulurkan tangannya pada Naiki.
Naiki geram, karena sudah lebih dari tiga kali ia menepis tangan kotor pria itu, namun pria mesum itu tetap tidak berhenti. Ia lalu menarik dasi pria itu. Dia curiga, ini pasti permainan yang dibuat oleh seseorang untuknya.
"Siapa yang menyuruhmu untuk menggangguku?" Sentak Naiki.
"Kau tahu, aku adalah orang yang tidak bisa kau singgung. Katakan juga pada wanita itu, dia sudah salah telah memprovokasiku." Ancam Naiki lalu melepaskan dasi pria itu.
"Hhh, kau kira wanita lemah sepertimu dapat melawanku?" Ucap pria itu angkuh sambil membenarkan posisi dasinya. "Aku pasti akan dapat menikmati tubuhmu, Nona." Imbuhnya.
Naiki benar-benar tidak dapat menahan emosinya lagi. Dengan cepat kakinya terayun dan menendang pria itu tepat di ulu hatinya. Pria itu terhuyung hingga BYURRRR... Ia terlempar ke dalam kolam renang. Banyak tamu yang menatap takjub pada Naiki. Namun sebagian lagi malah menghujatnya karena mereka tahu, siapa pria yang telah disinggung Naiki itu.
"Habislah wanita itu. Berani sekali dia menyakiti Manager Pearl Company."
"Dia sungguh keren!"
__ADS_1
"Dia hebat, namun entah apa yang akan dialaminya setelah ini. Pria itu sangat bahaya."
Darel pun dibuat terkejut oleh Naiki. Saat ia sedang menuntaskan masalah fotografer yang mengambil foto-foto Naiki tadi, tiba-tiba terdengar suara keras dari arah kolam renang.
Pria angkuh itu berusaha naik sambil menaha sakit di ulu hatinya. Naiki menatapnya dengan tajam, seperti ingin memperingatkan pria itu, jangan main-main dengannya.
"Siapa kau?" Teriak pria itu dari pinggir kolam renang.
"Ck, kan sudah aku katakan. Aku adalah orang yang tidak bisa kalian singgung." Sahut Naiki datar.
Pria itu lalu naik ke atas dengan sekuat tenaga. Ia berdiri dengan setelan jasnya yang kuyup dan dengan tatapan ingin membunuh Naiki. Namun tiba-tiba Darel muncul dan meraih tangan Naiki lalu menautkan jari-jari mereka.
"Ada apa, Sayang?" Tanya Darel yang bergelayut manja di lengan Naiki. Topengnya ia buka karena merasa risih.
Semua orang terkejut melihat tingkah Darel yang terkenal dingin itu. Termasuk pria angkuh di depan mereka saat ini. 'Bukankah dia Tuan Muda Gerandra." Gumam pria itu dalam hati. Wajahnya seketika pucat pasi.
"Tidak apa. Hmmm...apa kau ada kontrak kerjasama dengan Pearl Company?" Ucap Naiki.
Semua orang pun menatap mereka dengan serius. Terlebih lagi, mayoritas tamu undangan adalah para karyawan dari Pearl Company.
"Aku rasa aku belum menandatangani kontraknya." Sahut Darel.
Naiki tersenyum licik. Ia lalu mengubah posisi tubuh menghadap ke suaminya, kemudian membelai pipi suaminya itu dengan punggung tangannya.
"Aku rasa kau tidak perlu menandatanganinya, Sayang. Karena mereka tidak menginginkan itu. Ayo kita pulang!" Ucap Naiki dengan suara yang sensual. Darel pun tersenyum. Dalam hatinya, ia sangat gemas melihat tingkah Naiki saat ini.
"Perkataanmu mutlak bagiku, Sayang."
__ADS_1
*********
💙💙💙💙💙