
Rania Memasuki gedung kantor itu dengan santai. Gedung kantor yg begitu megahnya. Rambut panjang yg diikat model sanggul, rok lima jari dibawah lutut, sebuah tas hitam kecil. Wajahnya hanya disalu bedak tipis dan lipstik berwarna ungu muda. Penampilan yang begitu sederhana.
Wanita itu tidak pernah peduli denga hal - yang berbau glamour. Yang lebih diutamakan dalam hidupnya adalah kedamaian jiwanya. Dia tidak ingin penampilannya terlihat seperti sedang menarik lawan jenisnya dan membuat hidupnya menjadi ribet berurusan dengan mahluk yang disebut pria.
Wanita itu memasuki sebuah ruangan dan teelihat sedang berbicara dengan seorang resepsionis. Resepsionis itu menunjukan kepada Rania sebuah tempat duduk untuk menunggu.
Tempat itu begitu ramai. Terlihat semua karyawan belum mulai bekerja. Mereka sedang ramai bercerita satu sama lainnya tanpa menoleh sedikitpun kepada Rania.
Tiba - tiba seorang pria menerobos masuk kedalam ruangan itu. Semua karyawan yang tadinya sedang asyik bercerita terdiam seketika seolah - olah mereka sedang melihat maikat maut sedang berdiri dihadapannya.
"Selamat pagi presidir !" secara serentak para karyawan itu mengucapkan kalimat itu secara sambil membungkukan sedikit badannya.
Pria itu tidak menoleh sedikitpun pada para karyawan tersebut. Dia dengan wajah yang angkuh memasuki sebuah ruangan.
Lima menit kemudian resepsionis itu menuju ketempat Rania dan mengajak Rania untuk memasuki ruangan yang sama dengan pria tadi.
__ADS_1
Resepsionis : Selamat pagi tuan, perkenalkan. Dia adalah mahasiswi yang akan magang di perusahaan kita. Sebenarnya kantor kita menyetujui dua orang mahasiswa untuk magang. Tapi mahasiswa yang satunnya mungkin agak sedikit terlambat.
Pria didepan itu tidak menoleh sedikitpun. Dia tetap fokus melihat isi map yang ada dihadapannya.
Lima menit kemudian dia pun menyuruh Rania duduk dihadapannya dan meminta sebuah dokumen yang ada ditangan Rania.
Pria itu berkata pada resepsionis. Pergilah dan antarkan dia ke bagian Sekertariat.
Rania pun bangun dan mengikuti resepsionis itu.
Suasana hening, wajah pria didepan mulai memerah dan menunjukan amarah yang luar biasa.
Sinta, bawa dua wanita ini keruang sekertariat. kedepannya saya tidak ingin lagi melihat ada karyawan yang datang terlambat. Rania menatap wajah penuh amarah didepannya itu. Hanya sekejap dan dia pun membatin" itu kewajiban seorang pimpinan. Dan dia baru tau kalau resepsionis didepannya bernama Sinta.
Wanita yang baru masuk segera meminta maaf dengan suara memelas, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Wanita itu menatap pria didepannya dengan tatapan yang dalam. Matanya membulat seolah-olah baru menyadari bahwa mahluk yang didepannya begitu tampan.
__ADS_1
Pria yang ditatap terlihat semakin gerah dan menyuruh mereka bertiga untuk segera keluar dari ruangan itu sambil menatap mereka dengan perasaan gerah.
Pria itu baru menyadari apa yang terpampang didepan matanya. Dua wanita itu begitu berbeda. Wanita yang pertama begitu santun dan sederhana dalam berpenampilan, sedangkan wanita yang kedua begitu elegan dan terkesan menggoda. Pakaian wanita yang kedua itu begitu pas dibadannya. Bahkan kalau mau dibilang sangat ketat. Rok pendek yang begitu ketat dan berukuran sepuluh senti diatas lututnya. Baju yang memamerkan dadanya yang padat berisi. Dandanan yang terlihat begitu sempurna.
Pria itu akhirnya tertawa terbahak - bahak dan menggumam " ini cewek mau magang atau lagi cari pasangan hidup. Setelah itu diapun kembali terdiam melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.
Dihadapannya ada sebuah map milik wanita yang pertama. Dia meneliti biodata wanita itu. "Rania Lestari Nama wanita itu. dan selebihnya dia tidak ingin tahu karna baginya itu tidak terlalu penting. Pria itu menelpon resepsionis untuk mebawa biodata wanita yang kedua. Setidaknya dia harus menghafal nama seluruh karyawan diperusahaannya.
*******
Maaf Ya...
ini tulisan pertamaku, masih jauh dari kata sempurna.
Silahkan banjiri komentar untuk perbaikan pada bab selanjutnya...! 🐾🐾🐾
__ADS_1