Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Bertemu Erika


__ADS_3

Pesawat yang di tumpangi Rania akhirnya mendarat dengan selamat. Ia tidak langsung pulang kerumahnya, tetapi singgah di apartemennya. Setelah istrirahat sejenak di apartemennya, ia lalu segera pergi ke pusat perbelanjaan. Ia berencana untuk membeli banyak camilan dan buah buahan untuk keponakannya.


Suasana di pusat perbelanjaan itu sangat ramai seperti biasanya. Rania segera menuju ke tempat penjualan makanan ringan dan buah – buahan. Sedang memilih buah – buahan, tiba – tiba ia melihat Erika. Wajah Erika terlihat sangat kelelahan. Perutnya terlihat semakin membesar, membuat ia terlihat berbeda. Wajah kelelahan itu terlihat semakin cantik dan mempesona.


Hati Rania tiba – tiba merasa sangat perih. Ia mulai teringat akan Jovan. Jovan yang mulai dekat dengannya. Jovan yang sangat mencintainya. Lalu bagaimana dengan Erika dan nasip anak yang ada dalam kandungannya ?. Rania pun mulai membatin. Ia lalu teringat akan nasip keponakannya yang sekarang berada di rumah orang tuanya. Teringat akan wajah – wajah yang sedang berpura – pura tegar dan bahagia. Tak terasa, airmata Rania mulai tergenang di dalam kelopak matanya.


Rania lalu segera membawa barang yang sudah di masukan ke dalam keranjang ke arah kasir dan membayarnya. Setelah membeli buah – buahan, ia lalu beranjak dari temat itu dan berjalan menuju ke tempat penjualan aneka camilan dan makanan ringan. Ia membeli banyak untuk stok beberapa hari.

__ADS_1


Setelah selesai berbelanja ala kadarnya, Rania lalu menyewa taksi untuk singgah di apartemennya, mengambil beberapa barang – barang dan melaju pulang ke rumah orang tuanya.


Rania tiba di rumah itu pada sore hari. Suasana di dalam rumah itu sangat ramai. Kedua orang tuanya, kakak dan dua keponakannnya sedang berkumpul di ruang tamu. Kedua keponakannya sedang bermain, kedua orang tuanya dan kakaknya hanya duduk mengawasi. Raut wajah mereka tdak terlihat sedih seperti biasanya. Wajah – wajah itu mulai terlihat cerah – ceria.


Rania segera masuk kedalam rumah sambil membawa barang – barangnya.


“ Tante pulang !” ia berbicara sambil tersenyum dan menatap ke arah kedua keponakannya. Kedua anak itu segera berhamburan ke arah pelukannya.

__ADS_1


Sonia lalu membantu Rania untuk membawa barang belanjaannya ke dalam dapur. Setelah itu, Rania lalu menuju ke kamarnya untuk menyimpan barang – barangnya. Setelah dari kamarnya, Rania lalu kembali ke dalam dapur untuk membantu kakaknya menata buah – buahan dan camilan di dalam kulkas. Beberapanya segera di taruh di dalam toples untul di bawa ke ruang tamu.


Rania segera membawa toples dan piring yang berisi buah – buahan ke ruang tamu. Sonia masih tetap berada di dalam dapur untuk membuat segelas teh hangat untuk adiknya yang baru saja tiba itu. Kedua keponakan Rania segera memakan buah – buahan dan camilan dengan perasaan bahagia.


Segelas teh hangat pun akhirnya di bawa oleh Sonia dan di letakan di atas meja dihadapan Rania. Rania hanya menatap kea rah segelas minuman itu sambil tersenyum. Beberapa saat kemudian, Rania segera meminum segelas teh itu secara perlahan – lahan.


Hari sudah mulai malam. Rania dan Sonia segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Sonia segera memanaskan sup, dan Rania mulai menata makanan lainnya di atas meja makan. Setelah itu, Sonia segera memanggil kedua orang tuanya dan anaknya untuk makan bersama. Rania sudah menunggu di meja makan. Mereka lalu makan bersama dengan suasana yang sangat tenang.

__ADS_1


Setelah makan malam, ke dua kakak beradik itu segera membereskan meja makan dan mencuci piring. Pekerjaan rumah itu di lakukan dengan sangat cepat karena mereka saling bahu – membahu. Setelah semuanya beres, Rania lalu kembali ke kamarnya. Sedangkan Sonia, ia memilih untuk pergi ke ruang keluarga untuk menonton televise bersama kedua orangtuanya dan anak – anaknya.


*****


__ADS_2