Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Harus ada Hasilnya


__ADS_3

Usaha yang di rintis Rania sudah mulai berjalan. Rania tidak kerepotan mencari tempat tinggal untuk ketiga sahabatnya itu, karena dibelakang bangunan butiknya, sudah ada sebuah bangunan rumah yang bisa di huni oleh ketiga sahabatnya itu.


Didalam butik itu, mereka menjual bermacam – macam pakaian dengan merk – merk terkenal beserta aksesori – aksesorinya. Rania mencari tenaga tambahan untuk membantu menjahit, menjaga dan mengantar pesanan karena selain melakukan penjualan didalam butik, Rania juga melakukan penjualan secara online.Rania bukan hanya memasarkan barang – barang dari luar. Ia dan ketiga sahabatnya juga sudah punya desain pakaian dengan merk sendiri.


Disela – sela kesibukan Rania, Arkhan selalu menyempatkan dirinya untuk menemui istrinya di tempat ia bekerja. Seperti pada hari ini, tepat sebelum jam makan siang. Arkhan lalu menjemput istrinya untuk mengajaknya makan siang . Setiap kali berpamitan kepada ketiga sahabatnya, Rania pasti merasa sangat kewalahan.


“ Makannya jangan lama – lama ya ,?” Nova mulai menggodanya sambil tersenyum.


“ Lama – lama juga tidak apa- apa yang penting ada hasilnya,” Adit mulai menimpali.

__ADS_1


“ memangnya hasil dari makan itu apa sih, ?” lala bertanya dengan polosnya. Nova dan Adit tertawa terbahak – bahak. Rania dan Arkan hanya bisa berlalu sambil tersenyum.


“ mau tau hasinya apa ?, nanti saya ajari ya.?’ Adit berbicara dengan Lala sambil mengedipkan sebelah matanya. Nova yang melihat sepasang kekasih itu hanya bisa tertawa terbahak – bahak. Sedangkan Lala masih tetap memandangi Adit dan Nova dengan tatapan polosnya.


Arkhan membawa Rania ke salah satu tempat makan yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Rania makan dengan santai. Arkhan makan dengan terburu - buru. Rania merasa sangat heran melihat suaminya itu. Bukan hanya makan dengan terburu – buru, tetapi ia makan dengan sangat lahapnya. Setelah makan, suaminya itu menatapnya yang sedang makan dengan tatapan penuh arti. Rania tiba – tiba punya firasat buruk. Ia segera menyelesaikan makannya. Baru saja selesai makan, Arkhan lalu segera mengajaknya untuk pulang.


Akhirnya Rania menyadari apa yang ada di dalam pikiran Arkhan. Wajahnya pun berubah menjadi merah padam. Setelah tiba di rumah, Arkhan lalu menggandeng tangannya dan membawanya menuju ke kamar. Memang, sudah beberapa hari ini mereka tidak melakukannya karena Rania sangat sibuk. Akhirnya ritual itu pun dilakukan lagi.


Arkhan begitu menggebu – gebu ingin segera melakukannya. Melihat gelagat suaminya itu, Rania lalu mendorong pria tu menjauh darinya. Arkhan menjadi sangat terkejut karena berpikir bahwa istrinya itu menolak keinginannya. Ini sudah berhari – hari. Dan kebutuhannya itu menuntut untuk segera di penuhi.

__ADS_1


Ia menatap Rania dengan perasaan heran. Rania lalu segera mengambil kain dan mengganti pakaiannya.


“ Ganti dulu bajumu,” Rania berkata pada suaminya.


“ Jangan buat kusut pakaian kita” lanjut Rania. Akhirnya Arkhan pun tertawa karena mulai memahami apa yang ada di dalam pikiran istrinya. Ia pun mulai membuka pakaiannya dan menyimpannya dengan rapi. Tetapi tidak seperti Rania, arkhan membiarkan tubuhnya terbuka begitu saja tanpa penutupnya.


Dan sepasang suami istri itupun mulai larut dalam aktifitasnya. . Bukan hanya sekali. Mereka berdua juga melakukannya di kamar mandi.


\=\=\=++++++

__ADS_1


__ADS_2