Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Pergi dari Rumah


__ADS_3

Tubuh Rania merasa sangat kelelahan. Arkhan seperti mahluk buas. Ia menjarah habis tubuh Rania. Bukan hanya sekali. Ia membawa Rania ke dalam kamar mandi, membasuh seluruh tubuh Rania dan melakukan lagi. Setelah itu ia membawa Rania ke atas tempat tidur dan menutupinya dengan selimut.


Rania tidak ingin berlama lama di dalam kamar itu, ia lalu segera bangkit dan ingin kembali ke dalam kamarnya. Namun, gerakannya tertahan oleh tangan Arkhan yang menariknya untuk kembali tidur. Arkhan membawa tubuh wanita itu dan mendekapnya dengan erat.


Lama sekali Rania menunggu sampai Arkhan benar benar terlelap. Ia lalu bangun dan memungut pakaiannnya yang berserakan, menutupi tubuhnya alakadarnya dan kembali kedalam kamarnya.


Rania a berusaha untuk tidur. Namun matanya begitu sulit untuk di pejamkan. Bayangan keganasan Arkhan menari – nari di ujung matanya. Bukan hanya bayangan Arkhan, ia kembali teringat dengan Sandra yang kini tengah mengandung anaknya. Ia merasa semakin membenci Arkhan. Ia merasa bahwa Arkhan adalah pria yang serakah. Sudah berurusan dengan Sandra, mengapa masih mau mengusiknya. Ia terpaksa harus mengiklaskan kesuciannya menjadi sia – sia. Kesucian yang ia jaga selama ini.. Air mata Rania kembali tertumpah. Namun, ia segera menghapus air mata itu. Ia mencoba mengiatkan hatinya untuk tidak larut dalam kesedihan. Menangis akan membuat matanya menjadi bengkak. Ia tidak ingin pulang ke rumah orang tuanya dengan raut wajah terlihat sedih dan mata yang bengkak. Butuh waktu yang sangat lama untuk menata hatinya. Akhirnya, ia pun mulai tertidur dengan lelap.

__ADS_1


*******


Hari sudah siang. Arkhan terbangun dengan perasan bahagia. Walaupun ia tidak melihat Rania berada disampingnya saat terbangun. Bercak noda di sprei membuat ia tersenyum – senyum sendiri. Ia tidak pernah menyangka sebelumnya, ternyata istrinya itu masih perawan.


Sejenak ada rasa bersalah terselip didalam hatinya karena selama ini, ia telah memperlakukan Rania dengan sangat buruk. Ia menyesali hari – hari buruk yang ia lewati bersama Rania. Seharusnya ia tidak menuduh Rania sebagai wanita yang berkelakuan buruk. Seharusnya ia mempercayai Rania seutuhnya.


Setelah mandi dan berpakaian, ia lalu mencari Rania kekamarnya. Kamar itu sudah kosong. Penghuninya sudah tidak berada lagi didalam kamar itu. Tas koper milik Rania pun sudah tidak berada di tempatnya. Sejenak Arkhan merasa sangat lemah. Ia terduduk di atas tempat tidur milik Rania dengan perasan campur aduk. Ia mengacak – acak rambutnya dengan penuh penyesalan. Mengapa ia tidak bangun secepatnya dan menahan Rania untuk tidak pergi ? , mengapa ia begitu ceroboh ?.

__ADS_1


Cukup lama Arkhan berada di kamar Rania. Setelah itu ia keluar dari kamar itu dan berencana untuk pergi mencari makan. Makan dulu, tambah tenaga dulu. Setelah itu baru menyusun rencana untuk membawa pulang Rania. Itulah yang terbersit didalam pikiran Arkhan.


Setelah selesai makan, Arkhan lalu menuju ke kantornya. Arkhan berencana untuk menyiapkan segala sesuatu menyangkut pekerjaannya sebaik mungkin sebelum ia meninggalkan tempat itu. Pria itu sudah berencana untuk focus kepada Rania, membujuk Rania untuk kembali padanya. Ia berencana untuk menyusul Rania ke kampung halamannya.


Segala sesuatunya telah disiapkan, Arkhan berencana untuk berangkat besok pagi tanpa memberikan kabar terlebih dahulu. Walaupun didalam hatinya merasa agak bimbang, apakah Rania pulang kerumah orang tuanya ? ataukah ia ke tempat lain.


******

__ADS_1


__ADS_2