Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Kania 2


__ADS_3

Gadis kecil itu masih betah bersama dengan Rania. Pada jam makan siang, pengasuhnya datang menjemput, akan tetapi Kania tetap tidak ingin pulang. Rania lalu menyuruh pengasuh itu membawakan pakaian untuk diganti setelah mandi.


Dalam hal mengasuh anak, Rania sudah terbiasa. Dulu, setiap liburan, ia sering kerumah kakaknya. Saat di rumah kakaknya, ia sering membantu untuk mengurus keponakannya yang masih kecil – kecil.


Setelah membantu Kania mandi dan berganti pakaian, Rania lalu mengajahk gadis kecil itu untuk tidur siang. Gadis kecil itu tidur sambil memeluknya dengan erat, seolah – olah Rania adalah ibu kandungnya dan tidak ingin berpisah lagi.


Sore harinya, Rania segera mengantar gadis kecil itu pulang ke rumahnyaa. Di depan pagar rumah gadis kecil itu, ia berpapasan dengan arkhan yang baru saja pulang dengan mengendarai mobilnya. Mobil itu berhenti sejenak. Arkhan menatap kea rah Rania penuh tanda tanya.


Namun Rania memilih untuk tidak memperdulikan Arkhan. Ia segera membawa masuk kania menuju ke dalam rumahnya. Di teras rumah itu Rangga sedang duduk dengan santainya. Ia segera berdiri setelah melihat Rania bersama putrinya.


Arkhan yang mendapati seorang pria di rumah itu yang sedang berdiri menatap kea rah Rania, segera melajukan mobilnya dengan kencang. Ia kembali tersenyum dengan senyuman yang penuh dengan cemoohan. Namun, entah mengapa, hatinya kembali terasa prih. Seperti ada sesuatu yang menusuk. Sangat sakit.

__ADS_1


Rania segera menyerahkan Kania kepada ayahnya.


“ Tante pulang dulu ya nak !” ia berpamitan kepada Kania. Gadis kecil itu hanya menganggukan kepalanya. Wajahnya terlihat sangat murung, seolah – olah tidak ingin Rania beranjak dari tempat itu.


“ Duduklah sebentar !”


“ Atau kamu takut suami mu akan marah ?” Angga mengajak Rania untuk tinggal sebentar. Rania mengeleng – gelengkan kepalanya. Wajahnya merah padam. Hari sebentar lagi akan malam. Ia ingin segera pulang untuk mengurus keberangkatannya besok. Ia ingin pulang ke rumah orang tuanya . Rania segera berbalik dan melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya.


Di dalam ruang tamu itu, Arkhan sedang duduk sambil menghisap sebatang rokok. Rania melangkahkan kakinya pelan – pelan. Seolah – olah ia tidak ingin Arkhan mendengarkan suara langkah kakinya. Ia merasa tidak ingin berurusan dengan pria itu lagi.


Sebenarnya saat itu ia sangat haus. Tetapi setelah melihat Arkhan yang sedang duduk di ruang tamu sambil menatapnya, Rania jadi lupa akan rasa hausnya. Ia yang semula ingin ke dapur untuk mengambil air minum, melangkahkan kakinya langsung ke dalam kamar.

__ADS_1


Arkhan masih terap duduk di ruang tamu sambil menghisap rokok. Sudah beberapa batang rokok dihabiskannya. Entah mengapa, saat ini ia merasakan amarah yang sangat luar biasa. Apalagi saat mengingat Rania membawa anak itu ke rumahnya. Melihat tatapan pria itu pada Rania.


Sudah hampir tengah malam. Rania yang masih belum tidur karena sedang berselancar di dunia maya, segera keluar dari kamar untuk minum air. Arkhan masih terlihat duduk di ruang tamu sambil menghisap rokok. Batang rokoknya yang terakhir.


Ia masih menatap Rania dengan tatapan yang sama. Rania kembali salah tingkah di buatnya. Ia berlalu ke dapur dengan terburu – buru. Tiba – tiba saja Arkhan mengikutinya kearah dapur. Rania menjadi sangat ketakutan. Segelas air di habiskan dengan sangat cepat. Ia lalu terburu – buru melangkah kea rah kamarnya.


Tiba – tiba saja tangan Arkhan menarik tangannya, membalikan badannya dan mendekapnya dengan sangat erat. Akhirnya Rania di ciumnya dengan ciuman yang sangat dalam. Rania berusaha menolaknya karena merasa sangat jijik melihat bibir pria itu. Ia merasa bahwa bibir itu sudah banyak mencium para wanita. Semakin ia mengingat apa yang di lakukan pria itu bersama Sandra didalam kamar itu, semakinkuat ia memberontak. Namun tenaga Arkhan sangat kuat mendekapnya. Dan bibirnya masih tetap menahan bibir Rania dengan sangat kuat.


Tidak lama kemudian, ciuman itu berhenti dengan sendirinya. Arkhan merasa sangat puas menikmati ciuman itu.Ia tersenyum sambil menatap Rania. Setelah itu, ia lalu melepaskan Rania dan berlalu pergi, masuk kedalam kamarnya.


Rania merasa sangat heran dengan apa yang di lakukan Arkhan terhadapnya. Mendekapnya, menciumnya, dan meninggalkannya tanpa sepatah kata pun. Ia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Mengapa ia tidak memiliki kekuatan untuk menolak pria itu? Kenapa pelukan itu begitu kuat ?. Ia lalu segera masuk ke dalam kamarnya. Air matanya kembali tergenang di antara kelopak matanya.

__ADS_1


Sedangkan Arkhan, ia segera masuk ke dalam kamar untuk meredakan hasrat jiwanya yang tiba – tiba saja muncul. Hasrat itu begitu besar. Menuntutnya untuk segera menuntaskannya. Namun ia memilih untuk meredakanya secara perlahan. Entah mengapa, ia tidak merasakan hasrat seperti itu pada wanita lain. Hanya pada Rania. Hanya pada Rania, Istri yang sangat di bencinya. Hal itulah yang membuatnya sampai saat ini belum mau membebaskan wanita itu.


*****


__ADS_2