Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Mengelabui


__ADS_3

Arkhan bangun sangat pagi. Ia lalu membangunkan Rania. Lama sekali baru Rania terbangun.


“ Mana spreimu yang lain, gantilah !” kata Arkhan.


“ untuk apa diganti, kamu baru memakainya semalam ?” kata Rania.


Ia merasa sangat heran, pria aneh ini kenapa tiba – tiba minta spreinnya diganti. Ia menatap Arkhan mencemooh. “ Hei pria aneh, memangnya setiap habis tidur satu malam, kamu langsung ganti sprei”


“ Dasar Pria sombong !” Cecar Rania.


Arkhan segera menaruh jari telunjuknya didepan bibir Rania” Diam !’ Katanya pada Rania.


“Sprei itu untuk menyelamatkan harga dirimu dan harga diriku !”

__ADS_1


“Aku tidak mau dibilang menikah dengan barang bekas !”


“Walaupuuuun, Sebenarnya kamu memang barang bekas !”


Rania sangat marah sampai airmatanya tergenang di kelopak matanya. Segera ia mengeringkan airmatanya dengan kedua jari telunjuknya dan bergegas mengganti sprei.


Dalam hatinya berpikir, kalu Arkhan ada benarnya. Sprei itu masih bersih, tidak ada bekas malam pertama diatasnya.


Tapi Rania tak pernah mau kalah. Ia pun lalu berkata, “ untuk menyelamatkan harga dirimu dan harga diriku !”


Arkhan sangat dongkol dibuatnya. Secara Refleks Arkhan meraih tubuh Rania . Tubuh itu dihempaskan diatas kasur dan Ia mulai menindihnya. Rania sangat terkejut dan secara reflex menendang tubuh Arkhan sampai jatuh dari tempat tidur.


Rania lalu segera berlari keluar dari kamar itu. Sedangkan Arkhan , pria itu merasa jantungnya berdebar – debar. Untuk pertama kalinya, ia merasakan hasratnya bangkit dengan begitu kuatnya. Dan ia merasa ada yang salah dengan dirinya.

__ADS_1


Arkhan lalu mencoba menenangkan dirinya . setelah keadaan normal, ia pun bergegas keluar dari kamar. Semua orang sudah menunggunya dimeja makan. Semua orang sedang berbahagia. Setelah Arkhan duduk, mereka makan bersama dengan lahapnya.


Setelah makan, Rania lalu membantu ibunya untuk membersihkan meja dan mencuci piring. Urusan berberes di dapur akhirnya selesai. Rania lalu mengambil pakaian kotornya untuk dicuci.


Sedangkan Arkhan……


Hari ini ia berangkat ke Jakarta. Ia harus berangkat lebih dulu untuk memantau urusan resepsi pernikahannya .


Didalam pesawat, pikirannya menerawang, mengingat pertama kali ia melihat Rania. Di pusat perbelanjaan itu. Wanita itu begitu menarik. Auranya yang sangat mempesona. Dan ia merasakan perasaan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.


ia lalu mulai mencari tahu tentang Rania. Tentang apartemennya, tentang hubungan percintaannya. Beberapa kali ia mengikuti mobil Jovan yang memasuki halaman apartemen Rania, dan ia tahu dengan pasti bahwa Jovan sering menginap di apartemen itu. Pria dan wanita, menghabiskan malam bersama, apakah yang dilakukan ?. Hal itulah yang selalu terbersit didalam pikiran Arkhan.


Sejak saat itu, ia memilih untuk menyimpan sendiri dan mengubur perasaannya didalam lubuk hati yang paling dalam. Sampai pada suatu hari, kedua Orang tua Rania datang dan meminta pertolongan kepada ibunya. Katanya Rania hamil, dan pria yang seharusnya bertanggungjawab, telah menikah dengan wanita yang lain. Dan ia diminta untuk menggantikan pria yang sudah meninggalkan Rania.

__ADS_1


Dan Arkhan dengan sedikit rasa belas kasihan, menyetujui rencana pernikahan itu. Secara tiba – tiba, keputusan itu pun diambil. Dengan banyak pertimbangan, mengusir rumor tentang dirinya yang gay, dan menjadi ayah bagi anak yang dikandung Rania. Dan anak itu, ternyata mungkin telah digugurkan oleh wanita bejat itu. Hal itulah yang terbersit didalam pikiran Arkhan.


Pesawat yang ditumpanginya sudah mendarat. Ia bergegas pulang kerumahnya. Sore harinya ia lalu ke Hotel tempat melangsungkan resepsi pernikahannya nantinya. Semua persiapan sudah beres. Mulai dari Acara, Dekorasi, Hidangan, Souvenir dan yang lainnya.


__ADS_2