Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Bermalam di rumah mertua


__ADS_3

Malam hari pun datang. Tidak ada yang dilakukan Rania selain duduk diam dikamarnya. Duduk diam sambil memegang ponselnya dan berselancar di dunia maya. Dia merasakan betapa sepi hidupnya saat itu.mempunyai seorang suami, tapi seperti masih sendirian.


Arkhan masih berada dikantornya. Duduk didalam ruangannya ditemani sekretaris pribadi sekaligus sahabatnya, Gosi. Arkhan menatap kosong layar Laptopnya. Tidak ada yang dikerjakan. Ia hanya tidak ingin pulang cepat. Ia berharap, saat pulang nanti, Rania sudah tidur.


“ Pengantin baru, kenapa tidak cepat pulang ?” Sekretaris Gosi mebuka percakapan.


Arkhan menatapnya dengan tatapan kosong. “ Aku bingung, apa yang harus aku lakukan !’ Jawab Arkhan.


“ Rania tidak bersalah, dia tidak pernah memaksamu untuk menyukainya, apalagi menikahinya !”


Lanjut sekretaris Gosy. Arkhan hanya bisa mengangguk – anggukan kepalanya.


Mengenai masalah Rania, Sekretaris Gosi sudah tahu segalanya. Dua orang sahabat, pasti akan saing berbagi masalah pribadinya.


Tiba – tiba ada seorang wanita masuk kedalam ruangan itu. Wanita yang cantik, berambut sebahu dan berkulit putih . Wanita itu langsung duduk disamping Sekretaris Gosi.


“ Jangan terus duduk disini, pengantin baru ini harus pulang cepat. Istrinya pasti sedang menunggunya di rumah !” Kata wanita itu. Kedua pria itu hanya tersenyum.


“ Ataaaauuuuu, jaangan – jaaangaanaan….!” Lanjut wanita itu.

__ADS_1


“ Neta, jangan bercanda yang berlebihan, Arkhan lagi pusing. Dia ngamuk baru tahu rasa kamu !” kata sekretaris Gosi.


“ Gosi, bawa pulang kekasihmu. Lebih cepat lebih bagus lagi !” kata Arkhan


Wanita yang ternyata adalah kekasih dari sekretaris Gosi itu pun tertawa terbahak – bahak.


“ Bercanda, jangan disimpan didalam hati ya. Aku tahu kok kalau kamu bukan gay !” kata wanita itu


Ia lalu menghampiri Arkhan dan berbisik “ Buktikan…, buktikan dengan tindakan !” ia lalu tertawa lagi.


“Sudah makan belum, yuk makan bareng !” sekretaris Gosi lalu mengajak Arkhan untuk makan.


Arkhan diam sejenak. Tapi setelah itu, ia lalu mengangguk pertanda menyetujui ajakan sahabatnya. Mereka bertiga lalu keluar dari tempat itu untu mencari makan.


Ia tiba di rumah jam 11 malam. Rumah itu masih tetap sepi seperti dulu. Seperti waktu ia masih berstatus single. Seperti yang ia harapkan, Rania sudah tidak kelihatan batang hidungnya. Lampu kamarnya juga sudah dimatikan. Arkhan masuk kedalam kamarnya dan tidur dengan perasaan yang hampa.


Arkhan terbangun pagi sekali. Ia lalu segera mandi dan berganti pakaian. Ia berencana akan sarapan pagi dikantornya saja. Keluar dari kamarnya, ia tidak melihat Rania. Tidak terdengar suara apa – apa dari dalam kamar Rania. Ia lalu menghampiri kamar Rania dan akan mengetuk pintu kamar itu. Tetapi tiba – tiba ia berhenti, lalu berbalik dan keluar dari rumah itu menuju kantornya. Dalam hatinya berkata, bukankah tidak saling bertemu setiap hari itu lebih baik ?.


Rania sudah terbangun dari tadi. Tapi ia belum mau keluar dari kamarnya. Ia hanya melihat lewat jendela. Ia akan keluar dari kamar kalau sudah melihat Arkhan berangkat kekantor. Dan begitu melihat Arkhan sudah keluar dengan mobilnya, Rania pun segera keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Membuat sarapan pagi untuk dirinya. Hanya segelas kopi susu dan dan sepotong Roti .

__ADS_1


Jenuh dengan keadaan didalam rumah, Rania lalu keluar dan duduk dihalaman rumah. Ia duduk dengan pikiran dan pandangan yang kosong. Hanya sebentar saja, ia lalu masuk kembali kedalam rumah.


Rania lalu madi dan berganti pakaian. Memakai bedak tipis dan pelembab bibir seperti biasanya. Hari ini ia berencana akan pergi ke pusat perbelanjaan untuk meyegarkan pikirannya. Ia berpakaian seadanya. Jeans hitam, sepatu putih dan kemeja kotak – kotak merah. Dengan Taksi ia berangkat.


Ia membeli beberapa lembar pakaian. Stoknya yang sekarang tidak begitu banyak. Semua terjadi begitu tiba – tiba. Jadi barang bawaannya dari rumah juga hanya beberapa potong. Setelah berbelanja, ia segera mencari tempat makan yang menyajikan bakso. Tempat itu terletak di pinggir jalan. Makanan yang sudah beberapa hari ini sangat dirindukan. Semangkuk bakso dan segelas es teh. Duduk menikmati bakso, lalu rania pun teringat bahwa sudah beberapa hari ini ia tidak pernah makan es krim. Maka setelah selesai makan bakso, dia pun mampir untuk membeli es krim.


Lama ia menunggu taksi. Tiba – tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat didepannya. Arkhan keluar dari mobil itu, membuka pintu mobil dan dan menyuruhnya mesuk. Rania diam – diam mengikuti. Didalam mobil, Rania tidak banyak bicara. Ia menatap keluar jendela dengan tatapan yang kosong.


Arkhan diam – diam memperhatikannya lewat kaca mobil. Mereka tidak saling bicara. Mereka seperti orang asing satu sama lainnya.


Mobil berhenti didepan rumah. Rania segera turun menenteng barang belanjaannya. Arkhan ikut turun dan hendak membantu membawa barang belanjaan Rania yang tidak seberapa. Rania menolak. Dan Arkhan…..


Arkhan menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang aneh. Melihat Akhan menatapnya seperti itu, Rania lalu menyerahkan separuh barang belanjaan kepasda Arkhan untuk dibawah masuk.


Rania mengambil es krim yang dibelinya untuk disimpan didalam kulkas. Arkhan masih tetap menatapnya. Rania dibuat canggung olehnya. Dengan terburu – buru Rania lalu membawa barang lainnya masuk kedalam kamarnya. Dengan kata lainnya, setengah berlari.


Arkhan masih berada dirumah itu. Tepatnya diruang tamu. Duduk sambil menatap pintu kamar Rania. Dalam hatinya mulai berharap agar Rania segera keluar dan berbicara dengannya. Lama sekali. Tetapi wanita didalam kamar itu tidak menampakan batang hidungnya. Dan Arkhan berangkat kembali kekantornya dengan rasa kecewa.


Sore harinya Arkhan pulang ke rumah. Rania tidak juga menampakkan batang hidungnya. Saat dikantor, ibunya menelpon untuk membawa menantunya kerumah. Arkhan agak keberatan. Tetapi ibunya memaksa. Arkhan tidak mengetuk pintu kamar Rania dan berbicara secara langsung. Ia hanya mengirimkan pesan lewat ponsel. “ Bersiap – siaplah, kita akan kerumah Ibu !”

__ADS_1


Rania yang melihat isi pesan, langsung mandi dan berganti pakaian. Ia takut kalau – kalau monster itu akan mengamuk kalau ia terlambat.


Rania pun segera keluar dari dalam kamar. Arkhan sedang menunggunya di ruang tamu. Akhirnya mereka berdua berangkat kerumah tante Soraya. Sepanjang perjalanan, suasana didalam mobil seperti biasanya. Sangat canggung. Tidak ada yang saling bicara satu sama lainnya.


__ADS_2