
Hari sudah malam. Rania tidak keluar dari kamarnya, walau hanya sekedar untuk makan malam. Pikirannya menjadi sangat kacau. Tiba – tiba semuanya menjadi sangat rumit. Keadaan sudah tidak bisa di perbaiki lagi. Sandra sedang mengandung anak Arkhan. Jalan satu – satunya yang ada didalam pikiran Rania adalah melepaskan Arkhan untuk menikah dengan Sandra.
Rania sempat berpikir untuk bertahan demi kedua orang tuanya dan juga mertuanya. Namun, situasi saat ini sudah diluar kendali. Ia mencoba untuk menenangkan pikirannya. Perlahan tapi pasti. Hati kecilnya mulai menerima bahwa mungkn ini adalah jalan keluar yang terbaik untuk hubungan palsunya dengan Arkhan. Ia tidak perlu menjelaskan apa –apa. Keadaan akan mejelaskan semuanya.
Arkhan pulang dari kantor dengan perasaan gembira. Ia merasa sangat bahagia karena sedari tadi ia sudah berencana untuk berbicara dengan Rania dari hati ke hati untuk memperbaiki hubungan mereka. Dan malam ini, ia sudah berencana untuk mengajak Rania tinggal di kamarnya.
Kamar itu sudah dihias ditata dengan sangat bagus. Ranjang sudah di taburi dengan bunga bunga. Malam pertamanya yang tertunda, akan dilakukan malam ini. Ia sudah tidak perduli dan tidak mau tahu – menahu tentang masa lalu Rania. Yang ia pikirkan saat ini adalah masa depannya. Memikirkan hal ini saja sudah membuat Arkhan merasa sangat bahagia.
Namun, Arkhan merasa sangat heran. Rania sedari tadi tidak menampakkan batang hidungnya. Padahal hari sudah mulai larut. Arkhan lalu mengetuk pintu kamarnya. Namun tidak ada tanda – tanda ada orang di dalam kamar itu.
“Rania…., Rania…., Buka pintunya Rania ” Arkhan mulai memanggil – manggil Rania.
__ADS_1
Rania menatap kea rah pintu dengan perasaan kosong. Terdengar lagi suara pintu di ketuk.
Rania lalu mebuka pintu kamarnya. Arkhan segera menorobos masuk ke dalam kamar itu. Ia menjadi sangat heran melihat isi kamar. Sebuah tas koper telah tersedia. Arkhan lalu menatap Rania penuh tanda tanya.
“ Besok aku akan pulang ” Rania berbicara pelan.
“ Mengapa ?” Arkhan berbicara sambil menatap tajam kearah Rania. Tatapan itu membuat Rania menjadi sangat ketakutan.
“ Mari bercerai….” Rania menjawab singkat. Suaranya sangat pelan.
“ Agar kamu bebas melakukan papapun ” Rania menjawab dengan suara yang semakin pelan. Ia ingin menceritakan perihal Sandra. Akan tetapi, lidahnya terasa klu melihat tatapan penuh amarah dari Arkhan.
__ADS_1
Arkhan tertawa pelan. Bukan tertawa, lebih tepatnya menyeringai.
“ Aku terlalu memanjakanmu dan mengikuti kemauanmu, jadi kamu mulai bertingkah seenaknya ” Arkhan berbicara dengan lantang. Tatapan matanya penuh dengan sorot kemarahan.
“ Tapi mulai malam ini, tidak akan lagi ” Arkhan berbicara sambil menyerat Rania menuju ke dalam kamarnya. Rania menjadi sangat ketakutan. Ia berusaha untuk melawan dengan sekuat tenaga. Tidak ada cara lain bagi Arkhan lagi, ia segera mengngangkat Rania dan di hempaskan dengan sekuat tenaga ke atas tempat tidur didalam kamarnya. Pintu segera dikuncinya. Wajah Rania pucat pasi. Tubuhnya tiba – tiba saja menggigil melihat isi kamar itu. Ia suda bisa menebak apa yang akan dilakukan Arkhan terhadapnya. Rania menangis sambil memohon. Hatinya semakin membenci Arkhan.
“ Jangan Arkhan, kumohon ” Rania berbicara sambil bangkit dari atas trmpat tidur dan berusaha untuk keluar dari dalam kamar. Namun, kamar itu sudah ikunci oleh Arkhan. Tidak ada celah sedikitpun untuk melarikan diri dari tempat itu. Rania mulai menagis sesengukan.
Arkhan tidak perduli. Rencana awal tetap dilakukan. Semakin Rania memberontak, Arkhan semakin menggila. Malam pertama yang panas. Energy kemarahan membuat semuanya dilakukan dengan terburu- buru.
Arkhan merasa sangat heran karena sangat sulit baginya untuk menembus pertahanan Rania. Wanita itu terlihat sudah mulai kelelahan karena tenaganya sudah terkuras habis untuk memberntak. Ia terlihat mulai pasrah berada di bawah tekanan dan dekapan Arkhan. Ia merasa bahwa untuk menghentikan Arkhan adalah satu hal yang mustahil.
__ADS_1
Malam panjang akhirnya dilalui pasangan suami istri itu dengan perasaan yang berbeda. Yang satunya menggebu – gebu, yang lainnya hanya memasrahkan diri saja dengan perasaan benci yang sangat hebat..
*******