Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Bangkai Busuk itu tercium juga


__ADS_3

Rania kembali ke apartemennya pagi sekali. Setelah tiba, dia lalu mandi dan bersiap - sia kekantor. Rok yang ia kenakan ternyata sudah mulai sempit. Begitu juga dengan baju yang ia kenakan. Rania pun menyadari bahwa dia sudah mulai gemuk.


Rania bergegas kekantor. Suasana di kantor hari ini sangat ramai. Tidak seperti biasanya. Terdengar kasak - kusuk yang ramai di setiap ruangan. Semua orang memandang Rania dengan tatapan iba. Rania merasa sangat canggung.


Rania lalu mencari tahu penyebab semua orang menjadi aneh. Tiba - tiba Vanya datang dan segera memeluknya. " Yang sabar ya Rania, mungkin kalian belum berjodoh !" kata Vanya. " Mmm..maksudmu ?" tanya Rania yang mulai curiga akan kearah mana ujung pembicaraan itu.


" Loh.. jadi kamu belum tahu kalau Jovan mu sudah menikah dengan Erika. ? yang sabar ya Rania. Semua belum terlambat. Kamu masih bisa melanjutkan hidup dengan pria yang lebih baik dari dia. " kata - kata penghiburan itu keluar dengan lancar dari bibir Vanya. Rania hanya bisa mendengarnya sambil berlinang air mata. Rasa sakit hati dan rasa malu bercampur aduk menjadi satu. Pantas saja semua orang yang ada di kantor memandangnya dengan perasaan iba.


Tanpa berpikir panjang Rania segera pulang ke apartemen nya. Disana ia menumpahkan isak tangisnya dengan sepuas - puasnya. Ia menangis sampai kelelahan dan ia pun tertidur dengan sendirinya.


Rania terbangun karena merasa perutnya sangat lapar. Ternyata suda jam empat sore. Matanya yang sembab tidak memungkinkan untuknya mencari makanan diluar rumah. Memasak saat ini pun tidak mungkin ia lakukan karena perutnya sudah sangat lapar dan tubuhnya sudah mulai lemah.


Ia lalu meraih ponselnya dan dan memesan makanan via Online. Sebelum memesan makanan, ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dan pesan singkat dari sahabat - sahabatnya. Ia belum mengecek satu per satu karena hal pertama yang ingin ia lakukan adalah memesan makanan.

__ADS_1


Setelah pesanan makanan datang, Rania makan dengan membabi buta. Suasana hatinya yang buruk membuat ia melampiaskannya pada makanan. Hasilnya perut Rania menjadi sangat kekenyangan. Setelah makan Rania lalu mandi.


Setelah mandi dan berpakaian, Rania duduk di delan televisi sambil mengecek ponselnya. Banyak pesan singkat yang menyuruhnya kuat dan sabar. Tetapi ia memilih untuk tidak merespon pesan - pesan singkat itu. Ponsel di non aktifkan, dia lalu menonton televisi.


Tiba - tiba pintu apartemen diketuk. Rania tetap tidak merespon. "Rania... Rania..... " itu suara Vanya yang memanggil. Rania segera membukakan pintu. Ternyata Vanya datang dengan sekertaris Joy. Rania lalu menyuruh mereka berdua masuk.


Vanya dan sekertaris Joy datang dengan membawa banyak camilan dan buah - buahan. Ternyata mereka berdua sangat memahami karakter Rania. Kalau Rania sedang gundah, makanan adalah pelarian utama.


" Hmmmm... " jawab Rania seadanya.


Sekertaris Joy hanya bisa diam.


" Rania, kami adalah sahabatmu, kalo kamu butuh bantuan, bilang saja. Kami pasti akan sia membantumu" Kata Vanya.

__ADS_1


" Hmmmm... " jawab Rania lagi


" Jovan sangat mencintaimu. Dengan Erika, itu hanya sebuah kesalahan. Saat ini Erika tengah hamil dan Jovan harus bertanggung jawab." sekertaris Joy mulai membuka percakapan.


" Kesalahan itu terjadi saat mereka berada di Bali dan merayakan pertemuan dengan minum - minum. Saat ini hati Jovan juga sangat hancur. Dia sangat ingin menemui tapi dia merasa malu dan takut." lanjut sekertaris Joy.


Airmata Rania mulai berjatuhan lagi. Rasa sakit itu menderanya lagi. Vanya lalu memeluk dan menghibur sahabatnya itu. Dan sekertaris Joy hanya bisa menatapnya dengan tatapan iba.


🐾🐾🐾


Sorry baru lanjut. Lanjut karena ada tamparan yang kuat mengenai tepat di jantung. Ada yg bilang Thor tidak konsisten. 😊😊😊


Krisannya ya. Biar bisa jadi inspirasi untuk membawa alurnya kemana. ! 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2