Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Kedatangan Arkhan


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, Rania segera bangun . Pagi ini ia berencana untuk berjalan di area persawahan. Rania segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya. Setelah itu, ia segera mengganti pakaiannya, menyisir rambutnya dan memakai bedak ala kadarnya.


Rania segera keluar dari kamarnya dengan sebotol air mineral di tangannya. Ia lalu keluar dari rumah itu dengan hati yang begitu nyaman. Sendiri berjalan dengan tenang di area persawahan. Menikmati mentari pagi yang sangat cerah. Selangkah demi selangka kaki di ayunkan. Terdengar gemerincing air di sisi pematang sawah, Suara burung – burung berkicau. Dan terasa sekali udara pagi yang begitu sejuknya.


Setelah lelah berjalan, Rania duduk sejenak di sebuah tempat peristerahatan para petani . tempat itu berupa sebuah gubuk bambu yang salah satu sisinya tidak tertutup dan lantai bambu yang begitu nyaman. Ia duduk sambil meminum sebotol air mineral. Setelah beristerahat sejenak, ia lalu segera beranjak pulang ke rumahnya.


Setibanya di rumah, Rania lalu menuju ke dalam dapur. Terlihat Ibunya sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi. Rania lalu segera membantu ibunya. Hal pertama yang ia lakukan adalah mencuci perabot dapur yang kotor. Setelah itu ia mulai menyapu lantai dapur. Setelah dapur terlihat bersih, Rania dan Ibunya lalu mulai menata makanan di atas meja makan.


Makanan sudah tersedia di atas meja makan. Ayah Rania juga sudah ada di tempat itu. Terlihat ketiga orang yang ada di dalam rumah itu sedang sarapan pagi dengan tenang.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan pagi, Rania segera kekamarnya untuk mandi. Kedua orang tuanya memilih untuk duduk di teras rumahnya.


Setelah selesai mandi, Rania tidak segera keluar dari kamarnya. Ia memilih untuk rebahan sejenak di kamarnya sambil berselancar di dunia maya. Tiba – tiba saja Rania merasa sangat mengantuk. Iapun memutuskan untuk tidur sejenak dan melupakan semua kepahitan hidup yang ia alami saat ini.


Raniaa tidak tahu, sudah berapa lama ia tertidur. Setengah sadar, ia merasakan kehadiran seseorang didalam kamar itu. Jantungnya berdetak kencang karena mencium aroma parfum yang sudah tidak asing lagi banginya. Ia lalu segera membuka matanya.


“ Kk kamu !”


“ Siapa yang mengijinkan kamu masuk kekamarku ?” Rania bertanya sambil membungkus badannya dengan selimut. Raut wajahnya merah merona.Suara ribut didalam rongga dadanya semakin tak terkendali.

__ADS_1


Arkhan tersenyum melihat reaksi Rania yang menurutnya sangat lucu.


“kamar kita “ arkhan berbicara sambil tersenyum dan menatap tajam kearah Rania. Ia lalu duduk diatas ranjang, disamping Rania. Rania dengan cepat melompat turun dari atas ranjang. Selimut masih menempel ditubuhnya dengan sangat rapi. Arkhan tertawa terbahak – bahak dibuatnya.


“ Rania…, Aku sangat merindukanmu “ Arkhan menatap Rania dengan tatapan yang sangat tulus. Rania menelan salivanya pertanda ia sangat gugup dan terkejut.


Rania ingin segera mengusir Arkhan keluar dari kamar itu. Akan tetapi, otaknya berputar sangat cepat untuk berpikir. Ia tidak ingin ada keributan didalam kamarnya. Bukankah kedua orang tuanya belum mengetahui masalahnya dengan Arkhan ?. Akhirnya Rania memilih untuk duduk diam didalam kamar itu sambil menahan amarah dan kebenciannya terhadap Arkhan.


*******

__ADS_1


__ADS_2