
Setibanya di apartemen, Rania menjadi sangat bimbang. Ia ingin segera masuk kedalam apartemen, tetapi Lala belum juga menampkan batang hidungnya. Bagaimana kalau Arkhan tiba – tiba saja mengganggunya. Memikrkannya saja Rania tiba – tiba merasa merinding.
Arkhan menatap Rania dengan perasaan heran.
“ Kamu tidak ingin membiarkan sumimu masuk ?” Arkhan tiba – tiba bertanya. Rania semakin terkejut dan ketakutan dibuatnya.
“ Ituuuuuu…!” Rania menjawab dengan jawaban mengambang. Arkhan sebenarnya sudah paham apa yang sedang ada di pikiran Rania. Ia menghela napas begitu panjang, lalu menghempaskannya dengan perasaan sedikit kesal. Menatap Rania dengan tatapan yang datar namun penuh makna.
“ Masuklah dan kunci pintunya !” perintah Arkhan tiba – tiba. Rania lalu segera membuka pintu apartemen. Ia tidak serta – merta masuk, namun masih berdiri di depan pintu, seolah – olah ingin berbaik hati menawarkan Arkhan untuk masuk. Namun Arkhan yang sudah tahu dengan jelas bahwa Rania hanya berpura – pura, langsung menyuruh Rania masuk.
__ADS_1
“ Masuk lah !” Arkhan kembali memerintahkan Rania untuk masuk. Rania pun segera masuk kedalam apartemen. Tiba tiba muncul Lala yang datang bersama Dody. Lala segera menyusul Rania, masuk kedalam apartemen.
Doddy segera pulang ke tempat tinggalnya. Sedangkan Arkhan, ia masih duduk terpaku didalam mobil sambil menatap pintu apartemen. Sebenarnya Arkhan sangat ingin sekali masuk kedalam apartemen itu. Tinggal lebih lama bersama Rania. Tapi ia sangat menyadari bahwa kehadirannya saat ini tidak di harapkan oleh Rania. Ia harus tetap tenang dan tidak boleh gegabah seperti dulu lagi. Ia menyadari bahwa kepercayaan Rania terhadap nya sudah tidak ada sama sekali. Dan untuk meraihnya kembali, ia harus tetap tenang , menciptakan situasi yang harmonis. Cukup lama ia duduk terpaku, kemudian ia memutuskan untuk kembali keapartemennya.
Setelah masuk kedalam apartemen, Rania dan Lala tidak langsung tidur. Mereka masih duduk – duduk di ruang tamu sambil berbincang – bincang.
“ Bagaimana kencanmu ?” tanya Rania kepada Lala.Lala hanya menatap sahabatnya itu sambil tersenyum. Ada binary – binar bahagia di dalam bola matanya.
“ Kencan boleh, tapi jangan mau di grepe – grepe, kamu kanbelum tahu bagaimana karaker Dody sebenarnya !” Rania menasehati sahabatnya. Wajah Lala terlihat merah – merona dan tersipu – sipu malu. Ia lalu menganggukan kepalanya.
__ADS_1
“ Kenapa suamimu tidak diajak masuk ?” tanya Lala tiba – tiba. Rania hanya menggeleng – gelengkan kepalanya . Ia lalu manundukan kepalanya, menatap ujung telapak kakinya.
“ Pernikahan kami terjadi sangat mendadak, kami belum saling memahami karakter satu sama lainnya !” jawab Rania singkat . Rania menatap sahabatnya sambil tersenyum. Senyumannya itu terlihat sangat getir.
“ Mungkin saja sebentar lagi kami akan bercerai, aku bingung La…., bingung dengan karakternya yang sering berubah ubah !” lanjut Rania. Lala hanya bisa menatap wajah sahabatnya dengan perasaan iba.
“ Tapi suamimu itu sangat tampan, kalian berdua sebenarnya pasangan yang sangat serasi !” Lala hanya bisa berucap seperti itu.
“ Sayang sekali kalau kalian sampai bercerai !” Lala berbicara seolah – olah ia sangat menyayangkan keadaan yang sedang di alami oleh sahabatnya itu. Setelah itu mereka bedua hanya duduk diam tanpa saling bicara. Akhirnya Lala mengajak Rania untuk segera tidur. Rania menolak dan menyuruh Lala untuk tidur lebih dulu.
__ADS_1
Rania masih duduk terpaku di ruang tamu. Tiba – tiba ia kembali teringat akan Jovan. Teringat kata – kata Jovan di teras hotel itu. Rania lalu mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya Jovan sedang memberikan sinyal kepadanya untuk kembali bersama. Dan akhirnya Rania tetap memutuskan untuk tidak merespon sinyal yang di berikan Jovan. Ia akan tetap pada pendiriannya, melanjutkan pendidikannya sampai tuntas dan menjalani hidup seperti biasanya.
*****