
Pesta raga telah usai. Peluh bercucuran di tubuh keduanya. Arkhan lalu mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka berdua. Dibawah selimut itu, Arkhan memeluk tubuh Rania dengan begitu hangat. Rania hanya tersipu malu.
“Jangan pergi lagi “
“tetaplah bersamaku “ Arkhan berbicara dengan penuh perasan sambil menatap kearahRania.
“Rania…, Aku sangat – sangat mencintaimu !” Akhirnya kata itu keluar dari mulut Arkhan. Rania merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Akhirnya, keduanya saling berpelukan dengan begitu hangatnya.
Hari sudah mulai sore. Arkhan lalu segera kekamar mandi. Cukup lama ia mengguyurkan badannya di dalam kamar mandi. Sebenarnya ia masih ingin melalkukan sekali lagi dengan Rania. Namun, Ia meredam begitu saja keinginannya karena saat ini Rania terlihat sudah sangat kelelahan. Ia merasa sangat menyesal karena selama ini telah membuang waktu dan kesempatan dengan sia – sia.
Pria itu mandi sambil mengingat – ngingat semua perlakuannya terhadap Rania. Rasa berdosa memenuhi rongga dadanya. Ternyata , selama ini ia telah salah sangka terhadap wanita itu. Hampir saja ia melepaskan wanita yang sebenarnya sangat baik dan sangat berarti dalam hidupnya.
Menurut Arkhan, wanita seperti Rania itu sudah sangat langka dijaman yang modern ini. Banyak wanita yang menghambur – hamburkan tubuhnya hanya demi kenikmatan sesaat. Harga diri, bagi mereka sudah tidak penting lagi. Yang lebih utama hanyalah kepuasan dan kepuasan.
__ADS_1
Akhirnya pria itu keluar dari kamar mandi. Terlihat Rania sudah telelap di atas ranjang. Arkhan lalu segera membangunkan Rania karena hari sudah mulai gelap. Rania terbangun dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya dan berpakaian, Rania segera keluar dari kamar dan menuju ke dalam dapur. ia segera menghangatkan makanan dan menyiapkan di atas meja makan.
Setelah semuanya beres, Rania lalu mengajak kedua orangtuanya dan juga suaminya untuk makan bersama.
Suasana di meja makan itu terasa begitu hangat. Arkhan terlihat menikmati makanan dengan begitu lahapnya. Kedua orang tua Rania merasa sangat bahagia melihat menantunya itu. Rania makan sambil menundukan kepalanya. Ia masih merasa sangat malu ketika harus bertatap muka dengan Arkhan.
Hari sudah larut malam, akhirnya Rania memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya. Ibunya sudah sedari tadi kembali ke kamarnya. Usianya yang sudah lumayan senja membuat wanita itu tidak bisa duduk berlama – lama di depan layar televisi.
Kamar itu masih kosong . Rania lalu segera merebahkan badannya di atas ranjang dan berusaha untuk memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian, terdengar langkah kaki Arkhan memasuki kamar itu. Pria itu lalu merebahkan badannya di samping Rania. Ia berusaha bergerak dengan pelan agar tidak membuat Rania terbangun. Beberapa saat kemudian, ia pun tertidur dengan lelapnya.
Udara subuh yang begitu dingin membuat Arkhan terbangun. Tangannya tidak sengaja menyentuh tubuh Rania. Ia lalu menarik tubuh itu lebuh dekat lagi dan mendekapnya dengan hangat. Rania terbangun tiba – tiba. Ia yang belum terbiasa dengan keadaan yang ada, kembali terkejut . dengan spontan ia lalu menjauhkan tubuhnya dari Arkhan. Namun, situasi diluar kendalinya. Arkhan mendekapnya semakin erat. Hawa didalam kamar itu tiba – tiba berubah menjadi hangat.
__ADS_1
Sesuatu terjadi di luar kendali Rania.Ia hanya bisa menerima sentuhan demi sentuhan yang diberikan Arkhan. Merasa suasana sangat gelap, Arkhan lalu bangun dan menyalakan lampunya. Rania gelagapan. Ia segera mengambil selimut dan berusaha menutupi tubuhnya. Terlihat raut wajahnya yang merah padam. Arkhan lalu menghapirinya dan tersenyum karena merasa lucu dengan sikap Rania.
“ Kenapa malu.?”
“ Kita adalah suami istri .?” Arkhan berbicara pelan sambil tersenyum.
Rania lalu menarik selimut dan menutupi sampai ke kepalanya. Arkhan kembali tersenyum. Ia lalu mngambil selimut itu dan melemparkannya ke lantai. Rania hanya bisa dia dan melanjutkan aktifitas itu dengan raut wajah merah padam.
Arkhan lalu menuntaskan aktifitas subuhnya. Akhirnya tubuhnya terkapar di samping Rania. Ania berusaha untu melepaskan tubuhnya dan ingin segera mendapatkan selimut kembali untuk menutupi tubuhnya. Namun, tangan Arkhan segera menahannya.
Beberapa sat kemudian, Arkhan lalu bangkit dan mengambil selimut yang tergeletak di lantai dan menutupi tubuh Rania. Ia lalu kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
\=\=\=\=++++++++
__ADS_1