Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Bab. 22. Mulai Curiga


__ADS_3

Sementara itu di kantor, tiba - tiba datanglah Erika. Ia bermaksud hendak mengajak Jovan untuk makan siang. Erika mengetuk pintu ruangan Jovan berulang - ulang, tetapi tidak ada yang membuka pintu.


Setelah itu Erika segera mencari sekertaris Joy untuk menanyakan keberadaan Jovan. Tetapi sekertaris Joy juga tidak ada di tempat.


Akhirnya Erika menanyakan keberadaan Jovan pada Shinta.


" Shinta, apakah kamu tahu dimana Jovan ? aku sudah mencari di ruangannya tapi tidak ada. "


" Tuan Jovan tadi keluar bersama Nona Rania. " Jawab Shinta seadanya.


Mengetahui tentang kepergian Jovan dan Rania secara bersama - sama, membuat Erika meradang. Erika meningggalkan gedung kantor itu dengan perasaan yang tak menentu.


Suasana di dalam apartemen...

__ADS_1


Setelah merasa Jovan sudah benar - benar terlelap, Rania segera bangun karena ia merasa sama sekali tidak mengantuk. Dia memandang wajah Jovan sebentar dengan perasaan campur aduk. Ada perasaan haru, ada juga rasa bahagia.


Setelah itu Rania segera pergi ke dapur untuk membuat makan siang. Hal pertama yang ia lakukan adalah menanak nasi. Setelah itu ia mulai membuat sup ikan dan sayur alakadarnya.


Setelah selesai memasak, Ia lalu menata semua hidangan itu di meja makan. Merasa bahwa sudah tidak ada lagi yang harus di kerjakan, ia lalu merebahkan badannya kembali di samping Jovan. Berbaring dengan suasana hati yang baik membuatnya akhirnya ikut terlelap.


Jam satu siang, Rania pun terbangun karena merasa perutnya sudah sangat lapar. Rania segera ke dapur dan makan dengan lahapnya. Jovan masih tidur dengan lelapnya. Rania tidak tega membangunkan pria itu.


Setelah makan siang, Rania segera mandi karena merasa tubuhnya kurang segar. Rania memakai pakaian dan menyapukan sedikit bedak di wajahnya. Tak lupa memakai pelembab bibir agar kelihatan lebih segar. Rania lalu duduk dengan santai sambil manonton televisi.


Jovan makan siang dengan perasaan haru. Sesekali ia menatap Rania dengan tatapan mengisyaratkan kesedihan.


Rania hanya bisa menatap Jovan dengan penuh tanda tanya. Apa yang tersembunyi didalam hati Jovan, ia sendiri tidak tahu. Ingin menanyakan secara langsung, Rania merasa ini bukan saat yang tepat.

__ADS_1


Setelah makan siang, akhirnya Jovan segera pamit untuk kembali ke kantor.


Rania kembali duduk dengan santai sambil manonton televisi. Film kartun yang ceritanya sangat lucu membuat ia sesekali tertawa terbahak - bahak. Sejenak ia mulai terlupa perihal Jovan yang mulai aneh lagi sikap nya.


Tiba - tiba Erika datang.


" Aku datang mencari Jovan. Apakah Dia ada bersama mu ? " Erika bertanya sambil bola matanya berputar - putar didalam apartemen untuk mencari Jovan.


" Dia baru saja kembali ke kantor. "Jawab Rania dengan santai. Dalam hati Rania penuh dengan tanda tanya dan gejolak amarah yang luar biasa. Perasaan curiga mulai menghatui hatinya. Erika yang dengan seenaknya datang mencari Jovan seolah - olah Jovan adalah barang miliknya membuat Rania semakin gerah.


" Kalau begitu aku akan pergi cari ke kantornya " Erika bicara sambil keluar dari apartemen Rania dengan ekspresi yang acuh tak acuh.


Suasana hati Rania menjadi sangat buruk. Ia lalu mengganti pakaiannya dan keluar sebentar untuk menenangkan pikiran. Pusat perbelanjaan menjadi tempat Favorit nya. Setelah lelah berkeliling, akhirnya dia pergi ke salah satu warung di tepi jalan untuk makan baksok. Bakso pedas dan segelas Es Teh sudah cukup membuat suasana hatinya lebih tenang.

__ADS_1


****


🐾🐾🐾


__ADS_2