Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Rencana Arkhan 1


__ADS_3

Rania menagis sampai matanya mengantuk. Kemudia ia pun tertidur dengan lelapnya. Bangun dari tidurnya, Rania memilih untuk tetap diam di dalam kamarnya. Ia takut bertemu lagi dengan Arkhan. Walaupun perutnya saat itu sudah sangat lapar.


Didalam kamar, Arkhan segera mengenakan pakaiannya. Setelah berpakaian, ia lalu duduk sejenak diatas tempat tidur. Duduk sambil merenungkan kejadian yang baru saja terlewati.


“ Dasar perempuan bodoh “ ia menggerutu sendiri didalam kamar itu.


“ Aku tidak pernah melihat perempuan bodoh seperti dia, tidak punya pendirian yang tetap” lanjutnya.


Setelah puas mengerutu sendiri, Arkhan lalu keluar dari kamar itu. Sejenak ia menatap kearah pintu kamar Rania, lalu pergi keluar dari rumah mengendarai mobilnya.


Malam hari telah tiba. Karena merasa suasana di luar aman, Rania akhirnya keluar dari kamar. Ia segera memesan taksi untuk keluar mencari makan, sekaligus membeli bahan makanan untuk beberapa hari. Tinggal seminggu lagi dia di tempat itu, karena sebentar lagi ia akan mengikuti acara wisudanya .

__ADS_1


Rania sudah berencana untuk tidak akan datang lagi ke rumah itu setelah menyelesaikan studinya. Menjauh dari rumah itu, mungkin jalan yang terbaik baginya. Karena suasanan hatinya sedang kurang bagus, Rania memilih tempat makan yang menyediakan bakso dan mi ayam. Ia segera memesan semangkuk bakso dan segelas es teh. Bakso itu di campur dengan sambal pedas. Rania memakannya dengan lahap, walaupun mulutnya terasa terbakar, dan airmatanya tergenang karena merasa kepedasan.


Tiba – tiba ia merasakan hidupnya begitu pahit. Segelas es teh diseruputnya pelan – pelan. Setelah selesai makan, Rania masih duduk lama ditempat itu sambil memainkan ponselnya. Setelah merasakan suasana hatinya kebali membaik, ia pun segera keluar dari tempat itu.


Tempat makan itu letaknya tidak jauh dari mini market. Hanya dengan berjalan kaki, ia bisa segera tiba di tempat itu untuk membeli sedikit perlengkapan yang sudah di rencanakan. Rania pun mulai memilih – milih barang yang hendak di belinya dan di masukan kedalam keranjang belanjaan.


Merasa sudah cukup berbelanja, Rania lalu membawa ke kasir dan membayar. Rania segera keluar dari tempat itu dan memesan taksi untuk pulang ke rumah.


Rania langsung menuju ke dapur dan menyusun semua barang belanjaannya ke dalam kulkas. Sementara menyusun, ia masih sempat melirik kearah ruang tamu. Terlihat Arkhan dan Sandra sedang duduk dan berbincang bincang .Entah apa yang sedang di bicarakan mereka, Rania sama sekali tidak ingin mencari tahu. Tangan Sandra melingkar di leher Arkhan, dan kepalanya di sandarkan di dada pria itu. Botol – botol minuman dan beberapa cangkir tersusun di atas meja. Sebotol minuman terlihat sudah kosong. Mata Sandra terlihat memerah.


Akhirnya Rania menyadari, mengapa Arkhan menolaknya dengan tegas. Rania bergegas masuk kedalam kamar, tanpa menoleh sedikitpun ke ruang tamu. Hatinya semakin perih. Bukan karena ia cemburu. Ia merasa bahwa jalannya untuk mempertahankan hubungannya dengan Arkhan sudah tertutup. Ia merasa sudah gagal melakukan rencananya.

__ADS_1


Dari dalam kamar, masih terdengar samar – samar suara Sandra yang tertawa cekikikan. Entah sampai pukul berapa, ia tidak tahu dan tidak mau tahu. Malam semakin larut, ia memilih tidur. Bukankah ia harus tetap melanjutkan hidupnya ?. Menata ulang kembali hatinya yang sudah hancur berkeping keping.


Arkhan saat itu memang sedang berbincang – bincang dengan Sandra. Mereka bertemu di salah satu tempat makan dan makan bersama. Arkhan lalu mengajak Sandra kerumahnya. Ia sudah berbicara dengan Sandra perihal hubungannya dengan Rania. Ia meminta Sandra untuk bekerja sama dengannya untuk mengusir Rania dari kehidupannya secara pelan – pelan. Tidak lupa pula mereka membeli beberapa botol minuman sebagai pelengkap sandiwara itu.


Arkhan tidakmungkin langsung menceraikan Rania begitu saja. Ia berharap, dengan kehadiran Sandra di rumah itu, bisa membuat Rania mundur dan pergi dari rumah itu tanpa di minta. Setelah Rania pergi dari rumah itu, mungkin saja ibunya bisa menerima perceraian mereka tanpa menyalahkan dirinya.


Sandra yang merasa memiliki peluang untuk bisa memiliki Arkhan, segera menyetujui rencana itu. Aksi yang di lakukannya tidak tanggung – tanggung. Ia meneguk minuman sebanyak – banyaknya. Ia sudah terlihat memasrahkan dirinya pada Arkhan sepenuhnya.


Namun, setelah Rania masuk kedalam kamarnya, Arkhan segera mengibaskan tangannya dan memberikan jarak antara mereka. Arkhan membiarkan Sandra berceloteh sepuasnya. Wanita muda itu terlihat sudah tidak sadarkan dirinya.


Arkhan segera membawa masuk Sandra kedalam kamarnya. Sandiwara harus di lakukan dengan tuntas, Arkhan berbisik didalam hatinya.

__ADS_1


*********


__ADS_2