Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Mual dan Muntah


__ADS_3

Hari berlalu. Pencarian Rania tetap tidak membuahkan hasil. Arkhan menjadi sangat putus asa. Kondisi ayah mertuanya dan sopir taksi mulai membaik. Namun trauma akibat kecelakaan itu membuahkan bekas yang sulit untuk dilupakan.


Walaupun dalam suasana duka, Arkhan tetap mengikuti posesi pernikahan Lala dan Dody. Hal itu dilakukan karena menghormati istrinya. Rania mengalami kecelakaan ini karena keinginannya yang kuat untuk menghadiri acara pernikahan sahabatnya itu.


Semua orang sudah menganggap bahwa Rania telah tiada. Suasana duka masih menyelimuti semua orang yang mengenal Rania. Namun, tidak demikian dengan Arkhan dan kedua orang tua Rania. Mereke bertiga masih memiliki keyakinan bahwa Rania masih hidup di suatu tempat yang tidak mereka ketahui. Rania masih baik – baik saja sampai detik ini.


Butik milik Rania dijalankan oleh Nova dan Adit. Arkhan hanya bertugas untuk mengontrol. Tidak ada yang yang berubah. Usaha itu masih tetap berjalan lancar dengan menampilkan hasil desain milik Rania dan juga juga barang – barang dari luar.

__ADS_1


Kesedihan Arkhan belum pulih. Entah mengapa, akhir akhir ini pria itu merasakan daya tahan tubuhnya semakin lemah dan selera makannya juga hilang. Semua orang beranggapan bahwa pria itu masih merasakan duka paska kehilangan istrinya. Semakin lama – pria itu semakin taerlihat tak terurus. Belum lagi penyakit pemilih makanan serta mual dan yang tiba – tiba muncul dalam dirinya.


Sesuai dengan saran dari ibunya, Arkhan lalu memeriksakan dirinya kedokter. Namun hasil dari pemeriksaan itu adalah kondisi Arkhan yang dinyatakan baik – baik saja dan tidak memiliki penyakit apapun


“ Apakah Isti anda sedang hamil ,?” Dokter tersebut bertanya kepada Arkhan.


Arkhan merasa sangat kebingungan mendengar penjelasan dari dokter tersebut. Namun, ia memilih diam tanpa berkomentar apapun. Ia tidak ingin menceritakan masalah kecelakaan yang dialami oleh Rania , istrinya.

__ADS_1


Arkhan lalu menelpon Ibunyaa dan mengabarkan tentang hasil pemeriksaan dari dokter. Ia juga menceritakan tentang pertanyaan dari dokter. Sang ibu merasa sangat heran dan mulai berasumsi bahwa mungkin saja, menantunya sedang dalam keadaan hamil saat kecelakaan itu terjadi.


Arkhan yang merasakan sangat merindukan Rania, lalu memutuskan untuk pergi mengunjungi kedua mertuanya. Kedua mertuanya merasa sangat terhibur dengan kehadiran menantunya itu. Dan anehnya, setiap makanan yang dihidangkan ibu mertuanya, selalu dimakannya dengan lahap. Walaupun, pada akhirnya makanan itu dimuntahkan kembali.


Empat bulan kemudian, kondisi Arkhan mulai berubah normal. Ia sudah bisa makan apa saja, dan penyakit mual dan muntahnya berangsur hilang. Hanya saja, Penyakit barunya mulai muncul yaitu malas mandi dan malas berangkat kekantor. Ia menjalankan pekerjaan kantornya dari rumah. Bekas – berkas yang harus dia tandatangani, selalu diantar oleh sekertaris Gosi kerumahnya. Kadang – kadang sekertaris Gosi juga ikut menginap di rumah Arkhan untuk menghibur pria itu.


Akhirnya, kondisi Arkhan bebar – benar pulih. Satu keyakinan yang tertanam didalam hatinya adalah istri tercintanya itu masih hidup. Dan bisa jadi, istrinya itu sedang mengandung buah cinta mereka berdua. Kesimpulan itu diambil ketika mendengarkan tentang pertanyaan dan penjelasan dari dokter. Dan terbukti, setelah beberapa bulan berlalu, kondisinya berangsur membaik. Namun, hal itu tetap dirahasiakan dan disimpan didalam hatinya sendirian. Akhan tidak pernah berniat untuk memberitahukan kepada orang lain.

__ADS_1


__ADS_2