
Setibanya Arkhan di apartemennya, ia lalu dikejutkan oleh kehadiran Sandra. Pria itu menjadi sangat heran, mengapa Sandra sangat terobsesi dengannya. Bukankah dia baru saja mengantarnya pulang ?. mengapa wanita itu datang lagi.
Kali ini Sandra datang dengan tampilan yang bebeda. Celana Pendek diatas lutut, jacket biru dan lipstick merah tua. Wanita muda itu berdiri di depan apartemen milik Arkhan sambil menatap kearah pintu. Arkhan tetap tidak memperdulikan kehadirannya dan bergegas masuk kedalam apartemen.
Namun, Sandra tetap mengikuti Arkan, masuk kedalam apartemen . Jacketnya di buka dan tampaklah baju lengan pendek miliknya dan sepasang lengannya yang putih mulus. Sandra lalu duduk diruang tamu sambil berpangku kaki.
Arkhan segera masuk kedalam kamar, lalu mandi dan berganti pakaian. Setelah mandi, ia lalu duduk didepan Sandra sambil mengisap sebatang rokok. Asap rokok terlihat mengepul didalam ruangan itu.
“ Mengapa kemari ?” Arkhan tiba – tiba bertanya pada Sandra tanpa melihat kearahnya.
“ Di hotel terasa sangat sepi, bolehkah aku nginap disini ?” Kata Sandra. Ia menatap Arkhan penuh harap. Arkhan tertawa terbahak – bahak. Ia menertawai keanehan yang terjadi. Wanita lain datang dan mengajak nya tidur. Sedangkan istrinya sendiri, pergi ke pelukan pria lain.
__ADS_1
Memikirkan hal itu, hatinya semakin terasa perih. Sebatang rokok telah habis, dia lalu mengambil sebatang lagi.
“ Aku hanya menganggapmu sebagai sahabat !”Arkhan akhirnya bersuara kembali. Sandra lalu bangun dan mulai merayu Arkhan. Ia lalu duduk di pangkuan Arkhan dan hendak mendaratkan ciuman ke wajah pria itu. Namun, Arkhan segera menjauhkan dirinya dari wanita itu.
“ Pulanglah !” Arkhan lalu menyuruh Sandra untuk pulang. Namun Sandra berpura – pura tidak mendengarkan. Ia lalu bangun dan berlari masuk kedalam kamar Arkhan. Setibanya didalam kamar, Sandra lalu merebahkan badannya diatas ranjang, berguling - guling ke kiri dan ke kanan.
Arkhan lalu berdiri di depan pintu kamar. Ia tidak langsung masuk, hanya berdiri saja sambil menatap kerah Sandra. Sandra menepuk – nepukan telapak tangannya diatas tempat tidur, memberikan kode kepada Arkhan untuk tidur di sampingnya. Arkhan sama sekali tidak memperdulikannya. Ia bergegas keluar dari kamar, mengunci pintu apartemen dan melanjutkan menghisap rokok. Beberapa saat kemudian, ia pun mulai merasa mengantuk. Ia lalu masuk kedalam kamar, mengambil selimut dan bantal dan tidur di ruang tamu.
Tengah malam Arkhan tiba – tiba terbangun karena merasa ingin buang air kecil. Ia merasa sagat terkejut karena ada yang memeluknya dengan begitu erat. Ingin sekali rasanya ia menghempaskan tubuh Soraya, akan tetapi hati kecilnya masih menyimpan sedikit kebaikan. Arkhan lalu dengann pelan – pelan melepaskan pelukan itu, dan bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai dari kamar mandi, Arkhan lalu duduk sejenak di ruang tamu. Ia diam – diam mengamati Sandra yang sedang terlelap sambil menghisap sebatang rokok. Ia merasa heran dengan dirinya sendiri, mangsa sudah ada di depan matanya, mengapa sedikitpun ia tidak tergoda. Hanya bayangan Raania yang terlintas di dalam isi kepalanya. Lagi…., lagi dan lagi. Setelah selesai dengan sebatang rokok, ia lalu masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan badan. Butuh waktu yang cukup lama untuk kembali terlelap. Ia kembali teringat Rania, dan hatinya kembali perih.
__ADS_1
Keesokan paginya, Sandra terbangun dengan perasaan kecewa karena Arkhan tidak ada disampingnya. Pria itu sedang mandi di kamar mandi. Sandra bergegas mnyimpan selimut dan bantal kembali ke kamar dan duduk diam menunggu di ruang tamu.
Beberapa saat kemudian, Arkhan keluar dari kamar dengan membawa tas ransel kecilnya. Rambutnya yang basah dan kaca mata hitamnya membuat pria itu nyaris sempurna tanpa cacat.
“ Aku akan ke Jakarta !” Arkhan berkata singkat.
“ Antarkan aku ke hotel, ada beberapa urusan yang harus aku kerjakan !” kata Sandra sambil memakai jacketnya dan berjalan keluar dari apartemen menuju mobil. Arkhan segera menutup pintu apartemen dan berjalan keluar menyusul Sandra. Ia lalu mengantar wanita itu ke hotel dan langsung menuju ke bandara.
******
Slow respon, jadi tidak bersemangat ngajuin kontrak !
__ADS_1