
Rania kembali kedalam ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya. Setelah pekerjaan itu dianggap sudah bisa diberikan pada sang bos, Rania tidak langsung mengantarnya.
"Vanya, tolong berikan ini pada bos kita. " Kata Rania. Vanya yang sedang mencari kesempatan untuk bisa bertemu langsung dengan sang bos merasa sangat bahagia. Dia segera langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan sang bos dengan penuh percaya diri.
Vanya segera menyerahkan map yang berisikan hasil pekerjaan Rania. Dengan sedikit basa - basi dia mengatakan, "bos, saya diperintahkan Rania untuk membawa ini." Kata Vanya sambil menyerahkan map itu.
Sang bos mengerenyitkan dahinya pertanda dia sangat keheranan. "Taruh saja di atas meja dan kamu boleh kembali keruangan mu. " Kata sang bos.
Vanya hanya bisa mengangguk dan tersenyum dengan senyuman yang paling manis. Dia pun melangkahkan kakinya untuk kembali ke ruangannya dengan perasaan bahagia.
Sang bos merasa heran karena bukan Rania yang mebawa hasil pekerjaan itu padanya. Kenapa harus Vanya? Apakah Rania sengaja menghindarinya ?
Saat jam pulang tiba, Rania buru - buru mengambil tas nya dan keluar dari gedung itu. Dia tidak ingin keruangan sang bos dan melaksanakan tugas yang diperintahkan sang bos. Ciuman pulang kantor, ih, amit - amit, Rania pun membantin.
****
__ADS_1
Semua karyawan sudah keluar dari gedung kantor itu. Jovan masih berada dikantor bersama sekertaris Joy. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Dia sudah tahu kalau Rania tidak akan mendatanginya. Tapi dia tidak ambil pusing dan duduk bekerja dengan sangat tenang.
Sepulang dari kantor, Jovan segera mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah itu dia segera keluar dan mengendarai mobilnya. Tempat yang akan dituju adalah apartemen tempat tinggal Rania. Dia berencana untuk mengajak Rania keluar main.
Pintu diketuk, tidak ada yang membuka. Jovan mencoba untuk membuka, ternyata pintunya tidak terkunci.
Rania sedang tidur dengan lelapnya. Bajunya juga belum diganti. Dia masih mengenakan pakaian yang ia pakai saat dikantor tadi.
Melihat Rania tidur dengan lelapnya, Jovan tidak tega membangunkannya. Dia hanya duduk diam sambil mengutak - atik hp nya.
Sejenak Rania sadar bahwa ada orang yang tidur disampingnya. Tapi rasa kantuk mengalahkan segalanya. Dia pun tetap tertidur walaupun ada orang yang tidur disampingnya sambil memeluknya.
Tiba - tiba.....
"Rania, apa yang kamu lakukan? bisa - bisanya kamu tidur dengan pria itu di kamar ini. " Tiba - tiba terdengan suara keras yang sedang memarahinya.
__ADS_1
Rania dan Jovan segera bangun karena merasa sangat terkejut. Ayah dan ibu Rania sudah berada didalam ruangan itu sambil menatap Rania dengan tatapan penuh kemarahan.
" ini tidak seperti yang kalian pikirkan ayah, ibu !, pria ini yang tiba - tiba masuk dan menyelinap dibalik selimut ku." Rania mulai menjelaskan pokok permasalahannya.
" Apa kamu mengenali pria ini ?" tanya ayahnya.
"Saya, adalah kekasihnya sekaligus Atasanya ditempat ia magang," Jovan yang sudah mulai memahami situasi yang terjadi segera menjelaskan kepada kedua orang tua Rania.
Rania yang sangat terkejut dengan pengakuan Jovan secara spontan menginjak kaki orang yang disampingnya. Jovan yang kakinya diinjak hanya bisa meringis menahan sakit.
Rania tidak dapat melakukan pembelaan diri. Pengakuan Jovan sebagai kekasih Rania sudah membuat situasi bertambah rumit.
Akhirnya...
*****
__ADS_1
🐾🐾🐾