Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Pernikahan


__ADS_3

Akad Nikah berjalan dengan begitu lancarnya. Hal yang sangat ditakutkan oleh kedua orang tua Rania ternyata tidak terjadi. Mempelai pria datang tepat pada waktunya. Pasangan yang sangat serasi. Mempelai pria yang sangat tampan, dan mempelai wanita yang sangat cantik.


Terlihat wajah – wajah bahagia orang tua kedua mempelai dan para tetamu undangan. Hanya saja, wajah – wajah kedua mempelai terlihat amat datar. Senyuman yang ditampilkan hanyalah senyuman keterpaksaan.


Satu persatu para tamu undangan mulai pulang. Yang tersisa hanyalah Sekertaris Joy, Vanya dan beberapa teman kampus Rania.


Vanya lalu datang kesamping Rania lalu berbisik


“ Suamimu sangat tampan, kamu sungguh beruntung bisa menikah dengannya !”


Rania maenaruh jari telunjuknya kedepan bibirnya mengisyaratkan agar Vanya segera diam.

__ADS_1


“ SSSttttt !” Kata Rania.


Vanya hanya bisa menatap Rania sambil tersenyum. Dalam hatinya sangat berharap agar pernikahan sahabatnya itu menjadi pernikahan yang membawa kebahagiaan.


Vanya lalu mengajak kedua mempelai untuk foto bersama. Terlihat kedua mempelai itu begitu kikuk dan canggung satu sama lainnya. Mempelai Pria sepertinya ingin sekali bersikap normal. Akan tetapi mempelai wanita terlihat sedikit menghidar dan jaga jarak dengan mempelai wanita.


Pesta telah usai dan para tamu pun sudah pulang. Terlihat wajah – wajah lelah dari kedua keluarga mempelai. Ibu Rania lalu memeluk putrinya dengan penuh rasa haru. Begitu juga dengan ayah Rania, mereka saling berpelukan dan bertangis – tangisan. Rania menangis sesengukan, perasaannya bercampur aduk. Dalam hatinya bertanya – tanya, apakah yang akan terjadi pada kehidupannya selanjutnya ? . Sedangkan Arkhan hanya menatapnya dengan tatapan yang datar. Datar tanpa bisa dimaknai apa arti dari tatapan itu.


Tubuh Rania terasa sangat gerah. Ia ingin mandi. Tapi yang dilakukan sebelum mandi adalah menyiapkan baju ganti untuk dibawa kekamar madi,karena tidak mungkin ia mengganti pakaian di dekat pria asing itu. Sedangkan Arkhan, ia sedang berbaring datas tempat tidur. Posisinya menghadap tembok kamar . Entah ia sedang rebagan saja, atau sedang tertidur sejenak.


Rania lalu kekamar mandi. Lelah seharian membuat ia ingin sekali berlama – lama berendam di kamar mandi. Iaa mandi dengan perlahan – lahan. Membersihkan tubuhnya dan mencuci rambutnya secara perlahan lahan. Sekitar satu jam lebih Rania mengendap di kamar mandi.

__ADS_1


Ketika Arkhan terbangun dan melihat tidak ada siapa – siapa didalam kamar itu, ia lalu mengganti pakaiannya dengan handung dan hendak kekamar mandi. Pas didalam kamar mandi dan hendak membuka pintu, Rania sudah membuka pintu kamar mandi lebih dulu. Mendapati Arkhan dengan handuknya, membuat terkejut dan lari terbirit – birit. Arkhan jadi heran dibuatnya. Arkhan bergumam” memang ada yang aneh ? “ Ia lalu menggeleng – gelengkan kepalanya sambil masuk kekamar mandi.


Sambil mandi, ia lalu berpikir tentang kejadian aneh didepan kamar madi. Ia heran, kenapa reaksi Rania bisa seperti itu. Bukankan ia perempuan yang sudah tahu segala – galanya tentang pria ? Ia sudah tahu sampai kedalam dalamnya. Bahkan sampai – ia sudah pernah melakukan aborsi. Ia lalu mengumpat sendiri dikamar mandi itu “ Dasar perempuan brengsek, Munafik !”


Sedangkan Rania yang baru saja keluar dari kamar mandi, segera keluar dari dalam kamar itu. Ia berpura – pura mencari air minum didapur. Jantungnya berdetak dengan irama yang sangat cepat. Lama sekali ia duduk termenung didalam dapur. Ditaksirnya Arkhan sudah berpakaian lengkap , barulah ia akan kekamar itu. Bibi Soraya tiba – tiba muncul di dapur. Ia lalu menghampiri Rania.


“ Pengantin baru kenapa lama – lama didapur !” Bibi Soraya menggoda menantunya. Wajah Rania memerah seperti kepiting rebus. “ Lagi minum air Bibi !” jawab Rania.


“ ya sudah, minum airnya dipercepat, nanti suamimu lama menunggu dikamar !” bibi soraya berbicara dengan Rania sambil tersenyum penuh makna. “ Ia Bibi !” Jawab Rania. Rania pun pamit untuk kembali kekamarnya.


Tiba dikamar, Arkhan sudah selesai memakai pakaian. Mereka berdua tidak saling bicara. Suasanan semakin canggung dan kikuk. Arkhan lalu naik keatas tempat tidur dan hendak tidur. Dan Rania, Ia lalu mengambil selimut dan bantal, lallu tidur dilantai. Arkhan hanya melihatnya dengan tatapan meencemooh. “ Aku juga tidak berminat dengan barang bekas, jadi tenang saja !” Arkhan mulai membuka percakapan. Rania hanya bisa melototkan matanya kearah Arkhan. Dia lalu berkata “ kamuuu !”, dalam hatinya sangat kecewa dan sakit. Ia sangat heran, mengapa Arkhan menyebutnya sebagai barang bekas. “ Aku juga tidak berminat dengan gay seperti kamu !”, Arkhan balas memelototinya. “ Aku bukan gay!” kata Arkhan. “ Siapa yang tahu !” jawab Rania . “ Jangan pernah bilang saya gay !” Kata Arkhan. “ Kamu juga jangan pernah bilang kalau saya barang bekas ! “ jawab Rania.” Sekali barang bekas tetap barang bekas !” Arkhan menegaskan. Lalu ia pun menghadapkan wajanya ke dinding kamar tanpa memperdulikan Rania yang sangat kesal mendengarkan kata – katanya.

__ADS_1


Akhirnya kedua pengantin baru itu menghabiskan malam pertamanya dengan tidur terpisah. Mereka berdua tertidur dalam perasaan benci masing – masing.


__ADS_2