Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Kandasnya Pernikahan Jovan


__ADS_3

Pagi sekali Rania membangunkan Lala. Setelah Lala bangun, mereka berdua lalu mencuci muka. Pagi itu Rania berencana membawa lala ke pasar tradisional untuk berbelanja. Dengan mengendarai sepeda motor, akhirnya kedua sahabat itu melaju menuju ke pasar tradisional.


Rania segera membeli hasil laut yang terlihat masih sangat segar. Ada gurita, cumi – cumi dan ikan. Rania juga membeli beberapa ikat sayur – sayuran segar.Cukup lala mereka berdua berkeliling di pasar itu. Setelah merasa sudah cukup banyak yang dibeli, mereka berdua lalu segera pulang.


Sepulangnya dari pasar, Rania segera menyimpan dengan rapi semua belanjaannya. Ia lalu segera mandi dan berganti pakaian. Lala hanya duduk diam melihat sahabatnya. Tiba saatnya menyiapkan sarapan. Dua gelas kopi dan sepiring roti akhirnya tersedia di meja. Mereka berdua sarapan dengan terburu – buru karena sedari tadi menahan lapar.


Rania segera mengantar Lala ke tempatnya untuk mengambil barang – barangnya. Barang barang lala cukup banyak. Rania akhirnya menelpon Nova untuk datang membantu. Barang – barang di muat dengan mengunakan sepeda motor. Dua kali bolak – balik baru selesai. Akhirnya mereka bertiga bernapas dengan lega.


Rania sebenarnya ingin sekali memasak makan siang sendiri. Hasil laut segar yang tadi dibelinya begitu menggiurkan. Karena perutnya yang sangat lapar akibat mondar – mandir mengangkut barang – barang Lala, akhirnya ia memutuskan untuk makan di luar. Mereka bertiga akhirnya makan bersama. Kali ini tempat makannya agak berbeda. Tiga porsi makan akhirnya terhidang di meja. Lengkap dengan minuman dingin kesukaan masing – masing. Mereka makan dengan agak terburu – buru karena merasa sudah sangat lapar.

__ADS_1


Rania dan Lala segera kembali ke apartemen. Nova tidak ikut. Ia punya janji dengan Adit. Sesampainya di apartemen, kedua sahabat itu segera merebahkan badannya diatas tempat tidur. Rasa lelah akhirnya membuat mereka tidur sejenak.


Sore harinya Rania mulai disibukan dengan pekerjaan dapur. Menanak nasi dan lauk pauk. Ia tampak sangat menikmati kesibukannya di dapur. Lala sedang merapikan barang – barangnya. Setelah masing – masing selesai dengan kesibukannya, Rania dan Lala lalu bergantian mandi. Lala dii suruh Rania mandi lebih dulu karena ia tidak ingin sahabatnya itu lama menunggunya. Rania berencana berlama – lama menghabiskan waktu di kamar mandi. Setelah kedua nya selesai mandi dan berganti pakaian, mereka lalu segera makan.


Malam hari pun tiba, mereka berdua tidak kemana mana. Hanya duduk diam didalam apartemen sambil memainkan ponselnya masing – masing. Tiba – tiba terdengan suara ketukan pintu dan suara panggilan .


“ Rania…., buka pintunya Rania !” terdengar suara Jovan memanggil. Rania sama sekali tidak menggubrisnya. Ia dan Lala hanya duduk diam sambil menatap kearah daun pintu.


Pernikahan Jovan dan Erika ternyata tidak sedang berada di ambang kehancuran. Bulan – bulan pertama pernikahan mereka, terasa semuanya indah dan manis. Namun sayangnya, memasuki bulan – bulan ke dua dan ke tiga, semua akhirnya menjadi jelas. Kandungan Erika terlalu cepat mengalami perubahan. Dan akhirnya Jovan menyadari satu hal. Ternyata anak yang di kandung Erika bukanlah darah dagingnya. Jovan menghitung mundur hari – hari pertemuan dia dan Erika. Ternyata Erika sedang mengandung ketika dia bertemu dengan Jovan.

__ADS_1


Erika sudah mengakui kesalahannya dan memohon agar Jovan tetap tinggal di sisinya. Namun rasa kecewa Jovan terhadap Erika membuat ia segera menjauh dari kehidupan Erika. Begitu juga dengan kedua orang tua Jovan. Mereka tidak ingin anak yang bukan darah daging Jovan, masuk dalam daftar nama keluarganya. Saat ini Jovan dan Erika sudah hidup terpisah. Proses perceraian akan di urus setelah Erika melahirkan bayi yang ada dalam kandungannya.


Sejak saat itu, Jovan menjadi sangat frustasi. Dia sangat menyesali perpisahannya dengan Rania. Hari – harinya ia habiskan dengan meneguk minuman keras. Setiap hari ia selalu berdiri di depan apartemen Rania. Sekedar untuk melihat – lihat sambil mengenang kembali kisah manisnya bersama Rania. Sampai pada suatu hari, ia melihat Rania sedang memasuki apartemennya. Jovan ingin sekali bertemu dengan Rania, menjelaskan dan eminta maaf kepada Rania. Walaupun ia menyadari bahwa hal itu sudah sangat terlambat ia lakukan. Seperti malam ini, ia harus pulang dengan perasaan kecewa. Karena pintu apartemen itu tidak pernah terbuka, dan tidak ada suara sahutan dari dalam apartemen itu.


Ketika hendak pulang, Jovan lalu berpapasan dengan Arkhan. Arkhan yang yang melihatnya muncul dari apartemen Rania, menjadi sangat murka. Sebuah bogem mentah akhirnya mendarat ke wajah Jovan. Jovan sangat terkejut menerima pukulan yang datang secara tiba – tiba. Ia tidak sempat mengelak. Akhirnya wajah itu berubah menjadi biru lebam.


Entah mengapa ?, Arkhan sendiri menjadi kaget dengan reaksi spontannya. Ia merasa heran, kenapa tiba – tiba saja tangannya itu terayun dengan sangat kuat menuju ke wajah Jovan. Ia heran dengan perasaan geram tiba – tiba saja muncul saat melihat Arkhan. Ataukah saat ini ia sedang cemburu ? Arkhan berpikir sejenak sambil menggosok – gosok dahinya dengan jari telunjuknya.


Sedangkan Jovan, merasa diri kalau ia memang dalam posisi yang salah, diam - diam segera berlalu dari tempat itu. Jovan segera melajukan mobilnya menuju apartemennya.

__ADS_1


*****


__ADS_2