
Rania menghabiskan waktu seperti biasanya. Berangkat kantor dan pulang seperti biasanya. Sudah seminggu Jovan pergi. Mereka tetap berhubungan intens Via telphon.
Pada hari libur, Rania pulang ke rumahnya. Menghabiskan waktu bersama keluarga besar nya. Ia merasa sangat bahagia karena bisa berkumpul bersama keluarga besarnya.
Kebahagiaannya bertambah karena kakak sulung nya juga datang dari Jakarta mengunjungi orang tuanya. Dia datang sendiri tanpa ditemani oleh suaminya.
Kakak sulungnya menikah pada usia 18 tahun. Usia yang terbilang masih sangat muda. Dia menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya dengan pengusaha kaya dari Jakarta.
Dulu kakak nya adalah perempuan yang sangat cantik. Semua pria yang melihat pasti akan tergila - gila kepadanya. Kulitnya putih bersih, bibir merah alami, rambut panjang berwarna pirang.
Apa mau dikata, ternyata kecantikan membawa bencana baginnya. Dia dipaksa menikah dengan pria yang belum dikenalnya. Hanya dengan melihat fotonya, pria itu langsung tergila - gila dengannya dan ingin segera menikah dengannya.
Sonia, itulah nama kakak Rania. Perempun itu melangsungkan pernikahan dengan berlinang air mata. Untungnya setelah menikah, Sonia masih bisa melanjutkan pendidikannya untuk meraih gelar sarjana. Walaupun gelar itu hanya untuk dijadikan pajangan karena setelah itu, Sonia sama sekali tidak diijinkan untuk bekerja.
__ADS_1
Pernikahan Sonia merupakan sebuah trauma yang mendalam bagi Rania. Sejak saat itu, Rania sudah mulai tidak memperhatikan masalah kecantikan dan penampilannya.
Anggun dan elegan adalah hal pertama yang sangat dijauhinya. Rambutnya hanya diikat seadanya. Jeans dan kaos oblong menjadi andalannya. Terkadang dia mengenakan topi dan kacamata untuk menyembunyikan kecantikannya.
Rania kekampus juga hanya menggunakan sepeda motor buntutnya. Tas yang dipakainya juga sudah berwarna pudar, tapi tak pernah dihiraukan. Baginya, semakin tidak ingin dilihat orang lain semakin bagus. Ia ingin menjalani hidup dengan damai.
Sonia adalah kakak yang sangat menyayangi dan penuh perhatian kepada Rania. Kakaknya selalu berpesan padanya bahwa harta bukanlah segalanya didunia ini. Rania harus mencari sosok pria yang selalu memperhatikan keluarga dan mengutamakan keluarga diatas segalanya. Yang selalu menyempatkan diri untuk selalu menemani istri dan anak - anaknya. Banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
" Aku mencintanya Kak, sangat mencintainya." kata Rania kepada kakaknya. Dia sangat perhatian Kak, Hampir setiap malam ingin nginap di apartemen ku. " Kata Rania sambil tertawa.
" Tapi kamu belum terlalu jauh dengannya kan ?, Maksudku kamu belum pernah tidur dengannya kan?" Cerocos kakaknya.
" Pernah Kak, tapi cuma tidur - tiduran, kalau tidur yang itu sih belum pernah ." Rania bicara sambil ketawa dan mengedipkan matanya pada kakaknya.
__ADS_1
Lalu Rania pun menjelaskan pada kakaknya bahwa ayah dan ibu mereka sangat khawatir. Takut terjadi hal - hal yang tidak diinginkan dan takut jadi fitnah. Dan keputusan untuk menikahkan dia dengan Jovan segera akan dilaksanakan.
Rania mengatakan bahwa Jovan adalah pria terbaik yang ia temui. Pria yang selalu memperlakukannya dengan baik. Selalu ada disisinya setiap saat. Dan pria itu tidak pernah melewati batasanya.
Bagi Rania, pria seperti Jovan sangat langka keberadaannya. Dan Rania ingin menjalani pernikahan yang bahagia, kehidupan yang bahagia bersama pria itu.
Akhirnya sang kakak memberikan restu pada adiknya dengan hati yang bahagia. Dia bahagia karena adik kesayangannya telah menemukan tambatan hatinya.
Keesokan paginya Rania kembali ke apartemennya. Dia segera bersiap - siap untuk kembali bekerja.
****
🐾🐾🐾
__ADS_1