
Rania tiba dikantor pagi sekali. Ia pun segera masuk ke dalam ruangannya. Tidak banyak yang harus dikerjakannya. Tiba - tiba. ada pesan masuk di handphone nya.
" Aku sudah tiba tadi pagi. Sekarang ada diruanganku. Datanglah !". Begitu isi pesan itu.
Rania pergi keruangan Jovan dengan hati yang berbunga - bunga. Dia masuk keruangan itu dengan terburu - buru. Tiba - tiba langkah kakinya terhenti didepan pintu.
Rania tidak menyangka bahwa ada orang lain selain Jovan yang ada didalam ruangan itu. Seorang gadis yang bisa dibilang lumayan cantik. Rambut gadis itu sebahu. Kulit gadis itu putih bersih. Penampilannya sangat anggun dan elegan.
Rania sangat terkejut dengan keberadaan gadis. Ada sebersit tanda tanya dan rasa cemburu didalam hatinya. Namun rasa cemburu itu hanya bisa disimpan dalam hatinya.
"Masuklah, jangan berdiri terus disitu." Kata Jovan sambil menghapiri Rania dan menggandeng tangan gadis itu untuk membawa masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1
Merasakan tangan Jovan yang menggandengnya dengan mesra membuat suasana hati Rania menjadi kembali tenang. Ia dengan penuh percaya diri melangkah masu ke ruangan itu. Ia lalu duduk disamping gadis itu.
Gadis itu melihatnya turun - naik dari ujung kaki ke ujung rambutnya. Seolah - olah dia sedang melakukan penilaian. Setelah Rania duduk disampingnya, dia lalu tersenyum kepada Rania dan menyodorkan tangannya untuk menjabat tangan Rania.
"Aku Erika, sahabat Jovan." ucap gadis itu. Rania segera menyambut tangan gadis itu sambil tersenyum. Rania merasa tidak perlu menjelaskan tentang siapa dirinya. Pastinya gadis itu sudah tentang dirinya dari Jovan.
Suasana didalam ruangan itu agak canggung. Rania yang acuh tak acuh dan Erika yang sangat percaya diri merupakan dua kepribadian yang tidak bisa disatukan.
Rania merasa tidak ada yang perlu dibicarakan antara dia dengan Erika membuat dia segera menarik diri keluar dari ruangan itu. Jovan menggandeng tangan Rania dan mengantarnya sampai ke depan pintu. Tiba - tiba Jovan mendekatkan mukanya ke telinga Rania dan berbisik, "aku merindukanmu. !" Rania sangat terkejut. Dia berpikir bahwa Jovan akan berbuat semacam hal yang aneh. Wajahnya pun memerah karena dia menyadari bahwa selain dia dan Jovan, masih ada Erika yang ada didalam ruangan itu. Rania segera keluar dari ruangan itu dengan jantung yang berdebar - debar.
Erika adalah sahabat Jovan semenjak mereka berdua duduk di bangku SMP. Persahabatan mereka begitu manis. Ke sekolah bersama, bermain bersama.
__ADS_1
Namun ketika mereka berdua duduk di bangku SMA, sikap Erika sudah mulai berubah. Kedekatannya dengan Jovan terasa makin belebihan. Perhatiannya terhadap Jovan tidak terlihat seperti biasanya.
Jovan yang mulai merasakan keanehan itu, perlahan mulai menjaga jarak. Ia hanya menganggap Erika sebagai sahabat biasa. Sedangkan untuk lebih dari itu, Jovan tidak mempunyai rasa apa - apa terhadapnya.
Setelah tamat SMA, Jovan memutuskan untuk kuliah di tempat yang berbeda dari Erika. Dia tidak ingin gadis itu bertambah - tambah suka kepadanya.
Dan kehadiran Erika didalam ruangan itu karena mereka secara tidak sengaja bertemu di Bali. Sebagai sahabat, Jovan tidak keberatan saat diajak jalan - jalan bersama atau sekedar minum - minum bersama.
Jovan merasa sangat aneh karena Erika ikut pulang dengannya dan ngotot ingin melihat Rania. Jovan sudah menceritakan pada Erika bahwa pernikahannya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Terlihat ekspresi kecewa yang sangat berlebihan di dalam mata Erika. Tapi Jovan tidak perduli karena ia sudah menentukan pilihannya.
__ADS_1
****
🐾🐾🐾