Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Bab. 16. Berbunga - bunga


__ADS_3

Setelah kepergian Jovan, Rania kembali tidur. Ia tidur Selama dua jam. Setelah ia bangun, hal pertama yang dilakukannya adalah mengecek handphone nya. Tidak ada panggilan atau sms yang masuk. Padahal ia sangat berharap Jovan segera menggubungi nya setelah ia tiba di Bali.


Ia pun meletakan handphone nya dan kembali berbaring di tempat tidur nya. Tiba - tiba Handphone nya bergetar. Ada sms yang masuk. Aku sudah tiba di Bali. Ingat makan dan minum obat teratur. Hanya itu isi pesan nya. Singkat, padat dan jelas.


Hanya dengan pesan yang singkat itu membuat hati Rania berbunga - bunga. Dia pun memeluk handphone nya sambil berguling - guling diatas tempat tidur nya. Inikah yang dinamakan jatuh cinta ?. Rania pun membatin. Setelah itu dia segera membalas pesan singkat itu dengan tiga huruf. OKE.


Jovan melihat pesan singkat itu dengan penuh tanda tanya. Kenapa hanya tiga huruf itu. Tidak bisakah lebih dari itu ? Ucapnya dalam. Jovan hanya bisa menarik nafas sedalam - dalamnya. Suasana hatinya seketika menjadi buruk. Dia berbaring di ranjang hotel dengan perasaan hampa.


Sore itu Rania sudah berpakain dengan sangat rapi. Jeans hitam, kaos kemeja merah kotak - kotak. Ikat pinggang hitam besar dan gelang aksesori serba hitam. Dilengkapi dengan Topi berwarna hitam. Dia berencana akan keluar sebentar untuk membeli bahan makanan dan segala kebutuhannya yang sudah habis. Tiba - tiba handphone nya berdering. Rania segera menerima panggilan itu. Panggilan dari Jovan. " Aku lihat stok makanan di kulkas sudah habis. Bersiaplah. Aku sudah menyuruh Joy untuk menjemput mu dan mengantar mu untuk membeli semua keperluan mu." Kata Jovan.


Rania merasa sangat terkejut. Kenapa kebetula sekali ? pikir nya. " Baiklah. aku akan menunggu sekertaris Joy.

__ADS_1


" kamu tidak berpikir untuk pergi sendirian kan ?. Mulai sekarang, kalau tidak ada aku, kemana - mana kamu harus di antar sekertaris Joy." sambung Jova.


Rania terdiam sesaat. Setelah itu dia pun menjawab " Baiklah !".


Rania keluar diantar sekertaris Joy. Dia pun memilih beberapa bahan kebutuhannya. Sekertaris Joy hanya mengikuti di belakang tanpa banyak bicara. Setelah mereka berdua bersama - sama menuju kasir untuk membayar.


Rania segera menyerahkan kartu ATM nya kekasir. Tapi dia kalah cepat. Sekertaris Joy sudah menyerahkan kartu ATM lebih dulu. Rania menatap sekertaris Joy dengan tatapan kemarahan. " Aku hanya melakukan perintah tuan Jovan. Kalau tidak percaya. Silahkan telpon langsung dan bertanya.


Sekertaris Joy melangkah dengan santai sambil membawa barang - barang belanjaan itu ke mobil. Dia merasa tidak perlu meladeni kemarahan Rania. Rania berjalan mengikuti nya ke mobil dengan perasaan campur aduk. Dia merasa bahwa sekertaris Joy sudah bertindak secara berlebihan.


Setelah membeli kebutuhan dapur nya. Rania menyuruh sekertaris Joy untuk mengantar nya ke pusat perbelanjaan. Dia lalu membeli beberapa potong pakaian. Sekertaris Joy hanya mengikuti nya dari belakang.

__ADS_1


Ada sepasang mata pria yang selalu mengawasi keberadaan Rania sedari tadi. Mata itu begitu terpana melihat kearah Rania. Sejenak pria itu mulai bergerak untuk menghampiri Rania. Baru bergerak beberapa langkah, pria itu mulai menyadari keberadaan sekertaris Joy yang selalu mengikuti gadis itu. Pria itu pun segera mengurungkan niat nya untuk mengikuti gadis itu.


*****


Maaf baru nulis. Mulanya saya bingung, mau membawa kemana alur ceritanya. Maklum, baru pertama nulis.


Mohon like dan komentar nya dong ! 😘😘😘


****


🐾🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2