
Setelah selesai melakukan aktifitas sebagai suami istri, mereka berdua lalu segera mandi dan mengenakan pakaian yang mereka kenakan tadi kembali. Rania merasa sangat kelelahan. Beberapa hari ini ia sangat sibuk dengan aktifitasnya mendesain beberapa pakaian. Mengawasi para penjahit meyelesaikan jahitannya . Ia ingin sekali tetap tinggal dan tidur beberapa jam. Namun, Rania harus segera kembali ke tempat kerjanya. Ia tidak boleh berlama – lama di rumahnya karena akan mengundang pikiran kotor dari sahabat – sahabatnya. Sebelum keluar dari kamar, Arkhan memeluknya dengan hangat dan mencium kening istrinya. Rania merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang luar biasa.
Arkhan segera mengantar istrinya kembali ke butiknya. Setelah tiba di butik, Rania segera turun dari mobil. Ia lalu segera menyuruh Arkhan untuk kembali ke kantornya. Sebenarnya Arkhan ingin mengantar istrinya sampai ke dalam butik. Akan tetapi, Rania segera mengusir suaminya itu untuk segera pergi. Ia tidak ingin mendengarkan ocehan dari sahabat – sahabatnya lagi. Arkan kembali kekantornya dengan perasaan bahagia.
Sementara itu didalam butik, Adit , Nova dan Lala terlihat sangat serius dengan pekerjaannya masing – masing. Suasana butik saat itu memang tidak terlalu ramai. Namun, penjualan yang dilakukan secara online cukup bagus. Adit, Nova dan Lala sedang sibuk merespon permintaan konsumen dan menindak lanjuti agar penjualan berjalan dengan lancar.
Hari berganti, mereka berempat melakukan aktifitas seperti biasanya. Penjualan di butik semakin hari semakin meningkat. Rania merasa sangat puas dengan hasil dari kerja kerasnya bersama sahabat – sahabatnya.
Suati hari yang cerah, Rania melihat Lala sepertinya kurang bersemangat. Ia merasa sangat khawatir . sebelum Rania bertanya langsung pada Lala, tiba - tiba Lala datang keruangan Rania. Sahabatnya yang lugu itu terlihat malu – malu.
__ADS_1
“ Kamu sehat La ,?” Rania mulai berbicara pelan. Lala hanya mengangguk sambil terseenyum kearah Rania.
“ Ada yang mau di bicarakan,?” rania kembali bertanya pada Lala. Lala hanya mengangguk sambil tersenyum.
“ Dody ingin kami segera menikah,” Lala mulai berbicara.
“ Baiklah, atur keberangkatanmu ,” kata Rania.
“ Ingat ya , kami semua harus di undang.” Rania berbicara sambil tersenyum pada sahabatnya.
__ADS_1
“ Terimakasih Rania, kamu memang yang terbaik.” Lala berbicara sambil tersenyum tulus kea rah Rania. Kedua sahabat itu lalu berdiri dan saling berpelukan dengan hangatnya.
Lala akhirnya pulang ke kampung halamannya. Hubungannya dengan Dody ternyata masih berlanjut. Dan saat ini, mereka berdua sedang mengurus pernikannya. Mulanya, dody tidak terlalu serius menjalani hubungannya dengan Lala. Namun, sifat Lala yang baik membuat Dody memantapkan hatinya untuk mulai serius menjalani hubungan, sampai akhirnya ia memutuskan untuk menikahi kekasihnya itu.
Acara lamaran sudah selesai. Undangan pernikahan sudah dibagikan. Rania sudah berangkat dengan pesawat lebih dulu pagi tadi. Ia berencana untuk pulang kerumahnya terlebih dahulu. Dari rumahnya, ia akan naik mobil bersama kedua orangtuanya menuju ke tempat Lala. Rania berangkat lebih awal karena ia berencana untuk membantu kelancaran pelaksanaan pernikahan sahabat baiknya itu.
Sedangkan Nova dan Adit, mereka memilih untuk tetap tinggal sebentar untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Mereka berencana akan berangkat saat acara pernikahan Lala sudah mendekati hari yang telah ditentukan.
Arkhan juga menunda keberangkatannya bersama Rania. Tenggang waktu hari pernikahan lala masih cukup lama. Seperti Nova dan Adit, Arkhan juga berencana akan berangkat satu hari sebelum waktu pelaksanaan pernikahan.
__ADS_1