Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Rencana Arkhan 2


__ADS_3

Arkhan menjadi sangat kewalahan. Sandra yang di bawa masuk kedalam kamarnya, semakin berulah. Wanita itu ingin melepaskan semua pakaiannya, namun Arkhan berusaha melarangnya dengan sekuat tenaga. Membujuknya dengan segala cara. Menyuruhnya segera tidur.


Sandra kembali bangun dan merangkul Arkhan yang sedang berdiri dengan perasaan kesal. Ia tidak pernah menyangka, rencanannya akan menjadi se kacau ini. Tiba – tiba Sandra memuntahkan isi perutnya, tepat mengenai kemeja Arkhan. Arkhan menjadi sangat mual melihat muntahan Sandra. Ia kelabakan dan merasa sangat bingung.


Arkhan bergegas menuju kekamar Rania dan membangunkannya.


“ Raniaaa, Raniaa…., buka pintunya!” Arkhan memanggil – manggil Rania sambil menggedor –gedor pintu kamarnya.Pintu kamar itu bergetar – getar dengan hebatnya. Rania merasa sangat terkejut. Ia pun segera bangun dan membuka pintu. Rania di seret Arkhan menuju kedalam kamarnya.

__ADS_1


“ Bersihkan muntahannya !” Arkhan memerintahkan Rania untuk membersihkan muntahan Sandra yang ada di lantai kamar. Rania yang sangat heran melihat isi kamar itu. Pakaian Sandra sudah berserakan di lantai kamar. Ia tidur dengan mengenakan selimut yang hanya menutup sebatas pinggangnya. Tiba – tiba berbalik arah dan hendak keluar dari dalam kamar. Sejenak ia merasa sangat mual. Bukan karena melihat muntahan Sandra yang bececeran di lantai kamar, tapi membayangkan apa yang baru saja di lakukan pria dan wanita itu di dalam kamar ini. Airmatanya tergenang di dalam kelopak matanya.


“ Kembali dan bersihkan !” Arkhan memerintahkan lagi dengan suara yang lebih lantang.


“ Bukan urusanku !” jawab Rania seadanya.


Melihat ekspresi Rania, Arkhan sudah mulai curiga dengan apa yang di pikirkan Rania setelah melihat Sandra. Segala sesuatunya terlihat begitu sempurnya. Sandra dengan posisi tidurnya yang yang bisa di katakana hamper setengah bugil. Arkhan tersenyum dengan liciknya .

__ADS_1


“ Kita impas Rania !” Arkhan berbicara sendiri di kamar mandi sabil tertawa puas. Menertawakan sempurnanya skenario yang telah ia susun bersama Sandra.


Seperti apa yang di perkirakan oleh arkhan, Rania lebih memilih mengerjakan pekerjaan itu, daripada harus menghabiskan malam bersama Arkhan . membayangkan saja Rania sudah merasa jijik. Pria gila, baru habis tidur dengan satu wanita, ingin tidur dengan wanita yang lain lagi, Rania mendengus didalam hati.


Ia segera membersihkan kamar itu. Mengambil kain pel dan membersihkan muntahan itu. Pakaian Sandra yang beserakan, di rapikan dan di letakan di pinggir tempat tidur. Selimut yang menutupi tubuh Sandra pun sudah di rapikan sampai menutup ke seluruh tubuh wanita itu.


Ketika Arkhan keluar dari kamar mandi, tempat itu sudah bersih, wangi dan rapi. Rania sudah tidak terlihat lagi di tempat itu. Arkhan merasa sangat puas, bisa membalaskan dendamnya pada wanita itu. Ia segera mengenakan pakaiannya.

__ADS_1


Namun entah mengapa, Arkhan merasakan ada kesedihan yang terselip di lubuk hatinya yang paling dalam. Ia menyesali kehidupan yang ia jalani saat ini. Dalam hatinya berkata, andai saja waktu bisa di putar kembali, ia ingin memperbaiki kembali segala sesuatunya. Ia merasakan bahwa hubungannya denga Rania memang sudah tidak bisa di selamatkan lagi. Rania dengan dendam dan rasa sakitnya, ia dengan dendam dan rasa sakitnya.


********


__ADS_2