Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Berbelanja


__ADS_3

Rania dan Lala terbangun secara bersamaan ketika hari sudah malam. Mereka berdua lalu saling menatap. Akhirnya kedua sahabat itu tertawa terbahak – bahak karena merasa lucu dengan rekor tidur mereka saat ini. Rania lalu turun terlebuh dahulu dari tempat tidur dan menuju ke dalam kamar mandi karena ingin buang air kecil.


Lala masih rebahan sebentar lagi. Setelah itu ia pun bangun dan segera menuju kea rah dapur. Ia lalu membuka kulkas dan memeriksa isinya. Ia berpikir, mungkin saja ada sisa bahan makanan yang bisa di olah untuk makan malam.


Namun ia pun mengurungkan niatnya karena di dalam kulkas itu hanya terdapat sayur – sayuran yang sudah layu dan beberapa potong roti yang mulai mengeras. Ia lalu keluar dari dapur itu dan menuju kea rah ruang tamu. Hampir saja ia bertabrakan dengan Rania yang juga sedang menuju kearah dapur. Keduanya kembali bertatapan sambil tersenyum. Setelah itu mereka saling berpelukan. Persahabatan yang sangat manis. Mereka berdua lalu bergandengan tangan menuju ke ruang tamu.


“ Keluar yuk ”


“ Cari bahan makanan ” Rania mengajak Lala untuk keluar. Lala menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Kedua sahabat itu pun keluar dari apartemen itu tanpa mengganti pakaian ataupun merapikan dandanannya.

__ADS_1


Sebelum menuju ke market terdekat, Rania dan lala singgah sebentar ke tempat makan faforit mereka


Tempat makan yang menyajikan hidangan bakso dan mi ayam. Rania segera memesan dua mangkok bakso porsi jumbo dan dua gelas es teh. Kedua sahabat itu melahap hidangan itu pelan – pelan sambil berbicang – bincang.


“ Bagaimana kabar Dody ?” Rania mulai bertanya. Wajah lala merah merona. Ia lalu tersenyum malu.


“ Dody bilang ia akan menghadap kedua orang tua ku untuk meminta restu ” Lala menjawab sambil tersenyum. Ada aura bahagia terpancar di wajahnya.


Sewaktyu di apartemen, Lala sedikitpun tidak menceritakan perihal Dody. Ia hanya menceritakan perihal kedua orang tuanya dan adik – adiknya. Kehidupan orang tuanya yang mulai mapan dalam hal finasial. Adik perempuannya yang akan tamat sekoah menengah atas. Dan kedua adik laki – lakinya yang sangat nakal.

__ADS_1


Rania menatap wajah sahabatnya itu dengan tatapan sangat tulus. Ia berharap, hubungan Lala dan Dody akan baik – baik saja. Mereka bisa menikah, punya anak, dan berbahagia hingga akhir hayatnya. Ia lalu kembali memikirkan nasip pernikahannya yang sudah di ambang kehancuran. Hatinya kembali terasa perih. Namun, ia memilih untuk menyembunyikan kesedihanya itu darai sahabatnya. Setelah selesai makan, mereka berdua lalu pergi ke mini market untuk membeli bahan makanan.


Mini market itu terlihat sangat sepi. Hanya ada beberapa pengunjung yang sedang memilih bahan makanan. Rania dan sahabatnya lalu bersama – sama memilih bahan makanan dan stok kebutuhan selama berada di apartemen. Tidak terlalu banyak karena Tinggal menghitung hari, mereka akan wisuda.


Setelah selesai berbelanja, kedua sahabat itu lalu segera kembali ke apartemennya. Mereka memang paling kompak dalam urusan pekerjaan. Rania segera ke dapur dan mulai memasak untuk makan malam. Sedangkan Lala, menyusun stok makanan di dalam kulkas dengan rapi. Setelah menyusun stok makanan, Lala bergegas membatu Rania ala kadarnya.


Setelah selesai dengan pekerjaan di dalam dapur, Rania dan Lala kemudian keluar dan duduk di ruang tamu sambil menonton televisi. Merasakan perut yang sudah mulai keroncongan, keduanya lalu mulai makan bersama di dapur. Setelah itu, mereka berdua menonton televise sampai larut malam.


******

__ADS_1


__ADS_2