Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Kania


__ADS_3

Rania bangun pagi seperti biasanya. Setelah itu ia ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi. Setelah itu Rania menyisir rambutnya dan hendak keluar untuk jalan pagi.


Suasana di kompleks itu masih sangat sepi. Kali ini Rania berjalan lumayan jauh dari kompleks perumahan. Ia berjalan kembali setelah hari mulai agak siang.


Dari jauh terlihat ada seorang anak kecil yang sedang duduk di depan pagar halaman rumah. Rania memperhatikan dengan baik. Rupanya dia adalag gadis kecill yang kemarin pagi Rania temui . namun, hari ini terlihat ada yang janggal. Gadis kecil itu tidak bersama dengan pengasuhnya. Melainkan dengan seorang pria muda yang sangat tampan. Sorot mata pria itu sangat lembut mengarah kepadanya ketika ia datang menghapiri gadis kecil itu.


“ Tante…., kenapa tante lama sekali !“


“ aku menunggu dari tadi !” gadis kecil itu berbicara dengan sangat manis.


“ Tante berjalan sangat jauh pagi ini sayang !” Rania berbicara sambil tersenyum menatap gadis kecil itu.


“ Rangga , ayahnya Kania !” pria muda itu memperkenalkan dirinya dan nama anaknya sambil mengangkat tangan kanannya untuk menjabat tangan Rania. Rania terkesima dengan tatapan lembut itu. Tatapan itu begitu hangat dan menentramkan hati bagi yang melihatnya.


“ Rania…!” ia menjawab sambil menjabat tangan pria muda itu. Mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum.

__ADS_1


“ Gadis kecil, dimana ibumu ?” Rania bertanya untuk menuntaskan rasa penasarannya. Dua wajah dihadapannya tiba – tiba muram. Gadis kecil itu menundukan wajahnya.


“ Maaf …., maafkan tante sayang !” Rania tiba – tiba merasa sangat bersalah. Ia segera merengkuh gadis kecil itu dan menggendongnya. Gadis kecil itu lalu memeluk Rania dengan pelukan yang hangat.


“ Bolehkah aku main kerumah tante ?”


“ Sebentar saja tante !” Kania memohon – mohon untuk ikut Rania kerumahnya. Rania menatap kearah Rangga untuk meminta persetujuan. Cukup lama, akhirnya Angga pun menganggukan kepalanya.


Hari sudah sangat siang. Rania lalu membawa Kania ke rumahnya. Tidak terlihat siapa – siapa di ruang tamu. Sedangkan, mobil Arkhan masih tetap berada di Garasinya. Ia membawa gadis kecil itu ke dalam kamarnya.


“ Duduk bentar ya sayang !”


Rania mandi dengan sangat cepat. Setelah berpakaian, ia segera membawa Kania menuju ke dapur. Hal pertama yang di lakukan adalah memanaskan air untuk membuat segelas kopi dan teh. Setelah selesai membuat kopi dan Teh, ia dan Rania segera sarapan dengan riti yang di olesi dengan mentega yang di taburi meses. Kania terlihat dangat bahagia.


Ketika sedang sarapan, munculah Arkhan dan Sandra dari dalam kamar. Sandra dengan pakaian yang agak kusut, sedangkan Arkhan, ia sudahrapi mengenakan jas.

__ADS_1


Rupanya Arkhan hendak berangkat ke kantor. Sekilas ia melihat kea rah Rania. Rania berusaha tidak memperdulikan. Ia berpura – pura menyibukan diri dengan berbicara dengan Kania. Sandra lebih cuek dari biasanya. Wanita muda itu bersikap seolah – olah tidak ada siapa – siapa di rumah itu, selain ia dan Arkhan. Kedua orang itu akhirnya keluar dari rumah itu bersama – sama.


Tidak berapa lama kemudian, setelah kepergian Arkhan dan Sandra, tiba – tiba datanglah Rangga dengan membawa serta pengasuhnya. Pria muda itu lalu duduk di ruang tamu dengan santainya sambil melihat kea rah anaknya dan Rania. Sedangkan pengasuh Kania, langsung menuju ke dalam dapur.


“ Pulanglah nak, ayahmu sedang menunggu !” pengasuh itu lalu menggendong gadis kecil itu.


“ Belum mau pulang bibi…!”


“ masih mau bersama tante !” Kania berbicara sambil meronta – ronta untuk untuk melepaskan diri dari dekapan pengasuh itu.


“ Biarkan saja, aku juga tidak kemana – mana hari ini !” Rania menyatakan untuk menjaga gadis kecil itu.


“ Aku akan mengantarkannya pulang sore nanti !”


“ Ia kan Kania ?” ia berbicara sambil tersenyum kearah Kania. Kania lalu mengangguk – anggukan kepalanya.

__ADS_1


Angga yang sedang melihat adegan itu, merasa sangat heran. Putrinya baru saja bertemu dengan wanita muda itu kemarin, mengapa sudah se akrab itu. Pria muda itu lalu segera pulang, disusul pengasuh Kania.


*****


__ADS_2