
Arkhan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Pakaian keduanya sudah berserakan di lantai kamar. Rania berusaha untuk mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Akan tetapi, Arkhan segera menyingkirkan selimut itu. Dan selimut itu pun sudah tergeletak di lantai kamar. Sudah beberapa hari ini hasrat itu dipendamnya dengan sekuat tenaga. Peluh yang membasahi tubuhnya tak dihiraukan sama sekali. Rania yang semula memberontak, kini mejadi patuh dan mengikuti alur permainan Arkhan. Wajah itu, masih tetap merah padam seperti biasanya. Dan akhirnya,Arkhan terkulai lemas di samping Rania.
Dengan cepat Rania melompat turun dari atas ranjang untuk mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Hanya satu yang ada didalam pikirannya. Pil Kontrasepsi. Yah, ia harus segera meminum satu pil. Untuk saat ini, satu hal yang ia sangat takutkan. Hamilllll. Yah, hamil.
Bagaimana mungkin ia bersedia untuk hamil, sedangkan sudah ada janin milik Arkhan yang ada di dalam rahim Sandra. Lalu, bagaimana nasip hubungannya dengan Arkhan ?. Bukankah semuanya masih gelap sekarang.
Dengan cepat Rania mencari pil Kontrasepsi di dalam tas miliknya. Sebotol air mineral sudah ada didalam tangannya. Dan tiba – tiba…….
“apa yang kamu lakukan .?” Arkhan bersuara dibelakang nya. Pria itu sudah berada di belakangnya hanya dengan mengenakan pakaian dalam. Rania menjadi sangat terkejut dan gugup.botol air mineral hampir saja telepas dari tangannnya.
Arkhan segera merebut botol air mineral dan pil kontrasepsi yang ada di tangan Rania. Ia merasa sangat gerap. Matanya menatap kearah Rania dengan penuh kemarahan.
“mengapa ?”
“ini apa ?” Arkhanbertanya tentang pil kontrasepsi itu.
Rania berusaha merebut benda kecil itu dari tangan arkhan. Namun, Arkhan segera membawa benda kecil itu kedalam kamar mandi dan membuangnya kedalam kloset. Rania merasa sangat frustasi. Ia segera mengambil pil yang lainnya dari dalam tas miliknya. Namun, tiba – tiba saja Arkhan datang dan mengambil semua pil itu dan kembali membuangnya.
__ADS_1
“lalu, bagaimana dengan anak yang ada di dalam rahim Sandra ?”
“lalu, bagaimana kalau aku juga hamil ?” Rania mulai mengeluarkan uneg – unegnya.
“Bagaimana dia bisa hamil ?”
“Aku tidak pernah menyentuhnya “ Arkhan berbicara dengan santai karena merasa sudah mulai memahami situasi yang terjadi saat ini.
“lalu, apa yang kalian lakukan didalam kamar itu ?” Rania bertanya dengan tatapan dan senyuman yang sinis.
“ kalian bermain kuda – kudaan ?”
“Seperti kamu dan Jovan, tidak melakukan apa – apa. “
“Begitu juga aku dan Sandra, kami tidak pernah melakukan apa – apa.” Arkhan membuat pernyataan dengan tegas.
Namun, Rania sedikitpun tidak mempercayai apa yang di katakana Arkhan. Menurutnya, perihal ia dengan Jovan itu beda. Jovan adalah pria yang sangat baik. Sedangkan Sandra, Ia adalah tipe perempuan penggoda. Tidak mungkin bagi Arkhan menolak hidangan yang sudah tersaji di depan mata.
__ADS_1
“ masalahnya, miliku tidak bereaksi ketika sedang bersamanya” Arkhan mulai menggoda Rania. Wajah Rania menjadi merah padam dibuatnya. Ia baru menyadari bahwa sedari tadi, tubuhnya hanya berbalut selimut. Dan Arkhan ?.
Wajah Rania semakin merah padam ketika menyadari bahwa pria yang ada di hadapannya hanya mengenakan pakaian dalam. Dan seperti yang di katakana pria itu. Kepunyaannya kembali bereaksi lagi. Rania segera berlarian ke kamar mandi .
Arkhan yang menyadari hal itu segera menahan wanita yang ada di hadapannya. Terjadi tarik -menarik sejenak. Dan, selimut yang melingkari tubuh Rania akhirnya terlepas. Rania berusaha unyuk kembali mengambil selimut tersebut. Namun, sudah terlambat. Selimut itu sudah direbut Arkhan dan di buang menuju ke atas ranjang.
“kamu sudah membangunkannya kembali”
“maka kamu harus bertanggungjawab” Arkhan segera membawa tubuh Rania kembali ke ranjang.
“mmmm….mau apa lagi ?” Rania bertanya dengan nada kesal.
“main kuda – kudaan “ Arkhan menjawab dengan sangat santai.
“jangan….., jangan lagi…..” Rania berusaha menolak. Namun ia merasakan keanehan. Bibirnya berusaha untuk menolak. Namun, hasrat didalam dirinya juga sudah tidak dapan dibendung lagi.
Kali ini Arkhan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Rania bukan lagi benda mati seperti tadi. Kali ini wanita itu mulai mengimbangi setiap gerakan dan sentuhannya. Walaupun ekspresinya masih sama. Wajah yang merah padam .
__ADS_1
*************