
Rania bangun sangat pagi sekali. Ia segera mencuci muka, sikat gigi dan memakai bedak ala kadarnya. Pagi itu ia berencana untuk berjalan pagi seperti biasanya. Terdengar suara kedua keponkannya yang ternyata juga sudah bangun pagi. Rania lalu pergi ke kamar kakaknya dan mengajak kedua keponakannya untuk ikut berjalan pagi bersamanya.
Suasana pagi itu terasa begitu damai. Kedua anak itu terlihat sangat gembira berjalan bersama bibi nya. Setelah cukup berjalan, mereka lalu singgah di lapangan dan duduk bersama sambil menikati suasana pagi.
Lapangan itu cukup ramai pagi ini. Banyak anak – anak sedang bermain bola kaki. Ada yang hanya duduk menonton sambil bersorak - sorai. Setelah pertandingan bola kaki yang dilakukan oleh anak – anak telah selesai, barulah Rania mengajak pulang kedua keponakannya.
Sesampainya mereka di dalam rumah, mereka di sambut oleh hidangan sarapan pagi ala kadarnya. Rania lalu menyuruh anak – anak untuk mencuci tangan sebelum menyentuh makanan. Setelah semuanya mencuci tangan, mereka lalu bersama – sama meniknati sarapan pagi. Suasana di meja makan itu terlihat begitu tenang.
Setelah sarapan pagi, Rania lalu segera masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah itu ia memilih untuk berbaring sebentar di atas tempat tidur sambil memeriksa ponselnya. Ada banyak panggilan tak terjawab dari Arkhan. Rania memilih untuk mengabaikan panggilan tak terjawab itu. Ia memilih untuk berselancar di dunia maya.
Sonia sedang mengawasi anak – anak nya mandi. Setelah anak – anak itu mandi, ia lalu membantu si kecil untuk menganti pakaiannya. Anaknya yang sulung sudah bisa mengurus dirinya sendiri. Setelah itu mereka bertiga lalu bersama – sama turun ke ruang keluarga. Di ruang keluarga itu sedang setelah melihat kehadiran anak – anak, Nenek segera menganti chanel anak – anak untuk menonton film kartun. Anak – anak terlihat sangat senang.
Sementara itu……
__ADS_1
Arkhan bangun pagi sekali karena mendengar ada anak kecil yang sedang mengetuk pintu sambil memanggil manggil Rania.
“ Tante Rania…., Tante Rania….!” Kania sedang memanggil nama Rania. Arkhan segera membuka pintu. Di depan rumahnya, terlihat seorang gadis kecil bersama pengasuhnya. Gadis kecil itu tersenyum padanya dengan begitu manisnya. Arkhan hanya menatapnya dengan tatapan yang begitu datar.
“ Pamaaaan…!”
“ Dimana tante Raniaaaa…!” Gadis kecil itu bertanya kepadanya sambil menundukan wajahnya. Ia terlihat sangat takut melihat wajah Arkhan.
“ Tidak ada !”
“ Tante pergi kemana ?”
“ Aku sangat meridukan tante !”
__ADS_1
“ Aku ingin bertemu dengan tante !” gadis kecil itu menangis sambil berbicara.
Arkhan akhirnya mulai merasa iba terhadap gadis kecil itu. Ia lalu menggendong gadi kecil itu sambil berbicara.
“ Tante Rania pulang sebentar ke rumah orang tuanya !”
“ Nanti juga akan kembali, jadi kamu tenang saja !” Arkhan berbicara dengan suara yang sangat pelan. Pengasuh itu hanya bisa diam melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Ia sangat menyayangi majikan kecilnya itu. Sudah dua hari ini, ia belum bertemu dengan Rania. Dalam dua hari ini, ia sering menyebut nama Rania dan ingin sekali encari ke rumah ini. Namun, kenyataan yang di dapatinya saat ini, cukup membuat majikan kecilnya itu menjadi sangat kecewa.
Pangasuh itu segera mengajak majikan kecilnya untuk pulang.
“ Ayo Kania, nanti kalau tante sudah pulang, kita ke mari lagi ya nak !” pengasuh itu lalu membujuk majikan kecilnya sambil mengambilnya dari pelukan Arkhan. Kania pun menurut. Ia pulang bersama pengasunya dengan perasaan kecewa.
Arkhan segera kembali ke dalam kamarnya. Ia lalu mandi dan berganti pakaian. Tak lama kemudian, pria itu sudah melajukan mobilnya kea rah kantornya.
__ADS_1
*****