
Karena merasa Rania mulai merespon ciumannya, Arkhan lalu mengajaknya masuk ke dalam apartemennya. Ia segera membukakan pintu untuknya. Namun, tanpa ia sadari, keadaan mulai berubah dalam sekejap. Rania mulai berpikir sejenak, menimbang – nimbang akan baik dan buruknya bila ia mengikuti kemauan Arkhan. Memikirkan kehadiran Sandra diantara mereka berdua. Memikirkan masa depan hubungan mereka nantinya. Apakah akan berujung bahagia ?, ataukah ia yang akan terluka nantinya ? , bukankan ada pelabuhan lain yang sedang menunggunya ?.
Akhirnya Rania memutuskan untuk tidak mengikuti kemauan Arkhan. Butuh waktu yang lama untuk mengevaluasi karakter Arkhan yang sebenarnya. Ia kembali mengingat kejadian di dalam mobil tadi. Bukankan sudah sangat jelas kalau hubungan Arkhan dan Sandra sudah berjalan terlalu jauh ?, Rania pun membatin. Berbagai macam pertanyaan muncul didalam kepalanya. Dan ia pun menjadi sangat bimbang.
Arkhan yang mulai menyadari akan kebimbangan Rania, menatapnya dengan tajam. Rania lalu menggelengkan kepalanya. Arkhan menjadi sangat geram karena kemauannya tidak dituruti. Merasa harga dirinya sebagai seorang suami tidak dihargai, membuat amarahnya semakin menjadi – jadi. Terlebih lagi saat melihat mobil Jovan yang tetap brada tidak jauh dari mereka. Semangat untuk menunjukan hubungannya dengan Rania yang sudah tidak bisa diganggu pun semakin menggebu.
“ Mari selesaikan kerumitan ini !” Arkhan berkata dengan suara pelan namun penuh dengan tekanan sambil membuka pintu mobil.
__ADS_1
“ Antarkan aku pulang saja !” Rania berkata sambil mengeleng – gelengkan kepalanya.
“ Pulang kemana ?, bukankan kita ini pasangan suami istri ?” Arkhan bertanya dengan penuh tekanan. Hatinya merasa sangat terluka dan kecewa.
“ Aku belum siap !” jawab Rania sekenanya. Ia berusaha menenangkan hatinya yang penuh dengan rasa takut.
“ Lalu sampai kapan ?, ataukah sudah ada yang menunggumu ?” Arkhan kembali bertanya. Bibirnya tersenyum. Senyuman yang getir.
__ADS_1
Sudah habis kesabaran Arkhan. Ia lalu menarik tangan Rania dan ingin memaksanya masuk kedalam apartemennya. Rania berusaha untuk tetap bertahan, akan tetapi Arkhan terus saja menyeretnya. Dengan sekuat tenaga Rania Lalu mengigit tangan Arkhan. Sangat kuat, sampai keluar darah dari tangan Arkhan. Merasakan gigitan Rania yang teramat kuat, secara spontan Arkhan melepaskan tangan Rania.
Rania segera berlari menjauh dari Arkhan. Tiba tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti tepat disampingnya. Rania yang menyadari bahwa mobil yang berhenti didepannya adalah mobil milik Jovan, segara membuka pintu mobil dan masuk. Mobil itu segera melaju dengan cepat.
Arkhan yang menyaksikan kepergian Rania dengan mobil Jovan, segera melajukan mobilnya untuk menyusul Rania dengan kecepatan tinggi. Rania semakin ketakutan saat melihat mobil Arkhan yang sedang membuntuti mereka. Ia menjadi sangat bingung, harus pulang kemana ?. Pulang ke apartemennya akan tetap memberikan peluang kepada Arkhan untuk mengusiknya. Ketempat lain pun akan seperti itu.
Tiba tiba saja Jovan melajukan mobilnya masuk ke area apartemennya. Rania sempat terkejut. Tapi setelah itu, ia pun mulai berpikir untuk tinggal sebentar di apartemen Jovan. Hanya sebentar, Rania pun membatin. Bersama Jovan dirinya akan tetap dalam keadaan aman. Jovan adalah pria yang baik.n Jovan pastinya tidak akan mengganggunya. Dan akhirnya, Rania pun mengikuti Jovan untuk masuk kedalam apartemennya.
__ADS_1
Arkhan sangat kecewa melihat pemandangan didepan matanya. Rania, istrinya, masuk kedalam apartemen mantan kekasihnya. Hilang sudah sebuah harapan untuk memulai kembali hubungannya dengan Rania. Airmata pria itu tergenang diantara kelopak matanya. Namun ia tetap menunggu di depan apartemen itu. Menunggu…, menunggu dan menunggu. Namun Rania, Istrinya, tidak pernah keluar dari apartemen itu. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi, salah satu lampu didalam apartemen itu tiba – tiba dipadamkan. Sekujur tubuh Arkhan menjadi sangat lemah. ia lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi, kembali ke apartemennya.
************