Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Kedatangan Arkhan3


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Arkhan dan Ayah Rania segera menuju ke ruang keluarga. Seperti biasanya, mereka berdua mulai bermain catur. Sedangkan Rania dan ibunya masih membereskan meja makan. Setelah itu Rania segera membersihkan peralatan dapur yang kotor.


Sebenarnya Rania merasa sudah sangat mengantuk. Iangin sekali ia menuju kamarnya dan segera tidur. Akan tetapi, ia takut kalau Arkhan akan berulah lagi. Ia lalu duduk di halaman rumah sambil berselancar di dunia maya. Ibunya terlihat sudah pergi menuju kamarnya.


Hampir setengah jam Rania berselancar di dunia maya. Matanya sudah semakin mengantuk. Ia lalu segera mencari tahu keberadaan Arkhan. Melihat Arkhan yang sedang bermain catur bersama ayahnya, Rania merasa sangat kegirangan. Ia lalu menuju kedalam kamar karena berpikir bahwa Arkhan pasti tidak akan menyusulnya kedalam kamar. Pria itu sangat suka main catur dan pastinya ia akan merasa malu untuk berpamitan dengan ayah mertuanya karena ingin menyusul istrinya kedalam kamar .


Konsentrasi Arkhan terganggu karena menyadari bahwa Rania yang sudah masuk kedalam kamar . Kerinduannya terhadap Rania dan juga hasratnya yg belum terpenuhi membuatnya sering kali gagal fokus. Sebelumnya ia selalu memenangkan pertandingan. Ayah Rania menjadi sangat heran. Ia bertanya – tanya dalam hati, mengapa menantunya bisa kalah kali ini?. Dan pola permainannya kenapa bisa menjadi sangat kacau ?.

__ADS_1


Akhirnya ayah Rania mulai menyadari akan sesuatu hal. Ia menyadari bahwa menantunya itu sebenarnya sudah tidak ingin lagi bermain catur dengannya. Pikirannya saat ini mungkin saja sedang dipenuhi oleh istrinya yang sudah berada didalam kamar.


Ayah Rania lalu berpura – pura menguap beberapa kali.setelah itu ia lalu menghentikan permainan itu dengan alasan ia sudah sangat mengantuk dan ingin tidur. Arkhan merasa sangat bersyukur karena ayah mertuanya akhirnya melepaskannya. Ia lalu segera kekamar untu menyusul Rania.


Perlahan Arkhan membuka pintu kamar agak tidak terdengar oleh Rania. Kebahagiannya menjadi sirna ketika mendapati Rania terlihat sedang tidur dengan sangat nyenyaknya. Wanita itu tertidur dengan posisi menghadap dinding kamar. Wajah Rania telihat sangat cantik. Dalam hati Arkhan merasa sangat bersyukur karena telah memiliki Rania. Ia merasa sangat menyesal selama ini telah mengabaikan kehadiran Rania. Arkhan lalu perlahan – lahan merebahkan badannya di samping Rania. Ia pun mengambil posisi seperti yang Rania lakukan. Namun, Ia tetap menjaga jaraknya dari tubuh Rania agar Rania tidak terbangun. Akhirnya, Arkhan pun tertidur dengan lelapnya.


Sudah cukup lama mereka berdua tertidur. Tiba – tiba saja Rania membalikan tubuhnya menghadap kea rah Arkhan. Secara tidak sengaja, tangannya menyentuh tubuh pria itu. Rania akhirnya tersadar bahwa ia sebenarnya tidak sedang sendirian diatas ranjang itu. Ada orang lain. Dan orang itu tidak lain adalah suaminya sendiri.

__ADS_1


“ Jangan macam – macam.” Rania berbicara pelan . Ia mulai merasakan kegugupan yang sangat hebat.


“Begitukah ?” Arkhan menjawab dengan santai.


“Aku akan berteriak .” Rania berbicara sambil berusaha untuk terbebas dari dekapan Arkhan.


“Maka lakukanlah .” Arkhan menjawab dengan santai sambil tersenyum. Tatapannya tetap datar seperti biasanya.

__ADS_1


Wajah Rania merah padam. Ia sudah tidak bisa berbuat apa – apa. Pasrah saja dan ikut saja apa kemauan Arkhan. Ia tidak mungkin berteriak karena yang ada didekatnya itu adalah suaminya sendiri. Cuaca panas siang hari membuat keduanya semakin berkeringat.


******


__ADS_2