Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Bab. 4. Amarah


__ADS_3

Pagi itu Jovan memasuki gedung kantor dengan terburu - buru. Sekertaris pribadinya sampai kalah mengimbangi langkah kakinya.


Seluruh karyawan mengucapkan selamat pagi kepadanya sambil membungkukan badan. Akan tetapi sang bos tidak menanggapi sama sekali. Jantung para karyawan berdengup dengan sangat kencang. Mereka sangat yakin, kalau sang bos sudah terlihat seperti itu, berarti sebentar lagi akan terjadi sesuatu ditempat itu. Para karyawan itu pun hanya menunduk melihat ujung sepatu mereka karena tidak berani melihat sang bos berlama - lama.


" Dimana perempuan itu. " begitulah sang bos pun mulai bertanya. Para karyawan itu tidak tahu perempuan mana yang sedang dicari sang bos. Mereka pun sejenak melihat sang bos dan setelah itu mereka pun saling melemparkan pandangan seolah - olah sedang bertanya, perempuan yang manakah yang sedang dicari sang bos ?


Rania pun tiba - tiba masuk memecah kebisuan. Tidak lupa mengucapkan selamat pagi kepada semua karyawan yang sudah hadir lebih dulu.


Tiba - tiba sang bos yang belum sempat memasuki ruangannya berbalik dan menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam. Baru kali ini Rania ditatap dengan tatapan seperti itu. Rania hanya bisa melihatnya sekilas dan mengalihkan perhatiannya pada ujung sepatunya sendiri.


Rania tidak peduli dengan tatapan mata itu. Rania pun membatin, toh dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun pagi ini. Sekarang baru jam setengah tujuh. Setengah jam lagi baru aktifitas perusahaan itu akan dimulai. Untuk apa dia takut ?

__ADS_1


Rania bergegas masuk keruangan kerjanya tanpa menoleh kepada siapapun. Dalam hatinya berkata, saya datang ketempat ini untuk mencari pengalaman kerja, bukan untuk mencari musuh.


Akhirnya karyawan lainnya pun ikut masuk keruangannya masing masing. Teman - teman Rania pun ikut masuk keruangan itu dengan wajah yang tegang dan panik. Mereka masih bertanya - tanya dalam hati, siapakah gerangan perempuan yang dimaksud sang bos. Ada masalah apa hingga membuat perempuan itu dicari - sang bos pagi ini.


Ruagan itu hening sejenak. Tiba - tiba Sinta datang keruangan itu dengan wajah panik.


"Rania, bos memanggilmu. Kamu harus segera menemuinya. Kelihatannya dia sangat marah. Tapi tidak apa - apa, kamu tenang saja. Bos kita biasanya marahnya sebentar saja. Habis itu dia akan sangat manis kepada orang yang dimarahinya." Sinta berbicara dengannya dan berusaha membuatnya sedikit tenang.


Rania membuka laci mejanya. Menyimpan tasnya didalam laci dan bergegas keruangan sang bos.


Teman - temannya merasa heran. Akhirnya mereka mulai menyadari bahwa perempuan yang dibicarakan bos tadi pagi adalah Rania. Tetapi mereka tetap bertanya - tanya didalam hati, apa yang dilakukan Rania hingga bos begitu marah pagi ini. Bukankan Rania adalah gadis yang baik yang mereka kenal berapa hari ini.

__ADS_1


Gadis itu sangat giat bekerja. apapun yang diperintahkan selalu diselesaikan tanpa menunda - nunda. Cara berpenampilanya pun sangat sederhana, tidak menyolok dan nencari perhatian. Aksesori yang ia kenakan pun sangat sederhana.


Tiba - tiba Vanya masuk keruangan itu dengan terburu - buru. " Selamat Pagi !, maaf karena pagi ini saya agak terlambat". Semua penghuni ruangan itu pun membalas ucapanya tanpa menoleh sedikit pun pada gadis itu.


******


Apa yang akan terjadi didalam ruangan sang bos. ?


Bab - bab mendebarkan pun akan segera dimulai. Anda penasaran kan ?


Mohon komentarnya biar saya lebih rajin up nya...! 🐾🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2