
Pagi hari pun tiba. Sandra terbangun dengan kepala yang masih pusing. Arkhan terlihat masih tertidur di lantai kamar itu, beralaskan sebuah selimut. Wanita itu segera mengenakan pakaiannya dengan perasaan yang sangat kecewa. Setelah berpakaian, ia segera masuk kedalam kamar mandi dan mencuci mukanya.
Arkhan pun segera bangun dari tidurnya. Ia tidak melihat Sandra diatas tempat tidur. Suara dari dalam kamar mandi membuat Arkhan berpikir bahwa mungkin saja wanita itu ada di dalam sana. Ia pun sgera bangun dan merapikan selimut dan bantalnya.
Setelah Sandra keluar dari dalam kamar mandi, Arkhan lalu menyuruh wanita itu keluar dari kamar itu terlebih dahulu. Arkhan segera masuk kedalam kamar mandi dan mencuci muka . Keluar dari kamar mandi, terlihat Sandra masih duduk di atas tempat tidur. Arkhan terpaksa mengajaknya keluar bersama dari dalam kamar itu. Ia menatap kea rah kamar Rania, namun tidak kedengaran suara apaun dari dalam kamar itu.
Rania terbangun sebelum matahari menampakan cahayanya. Setelah bangun, ia lalu mencuci muka dan mengenakan sepatunya. Pagi ini ia berencana untuk berjalan kaki di seputar kompleks perumahan itu untuk menghirup udara segar.
Sudah cukup jauh Rania berjalan kaki. Dan ia sudah mulai merasa kelelahan dan kehausan. Ia merasa menyesal karena lupa membawa sebotol air mineral. Ia memutuskan untuk berjalan kembali ke rumahnya.
Matahari sudah mulai menampakan cahayanya yang ke emasan. Dalam mperjalanan pulang, Rania melihat seorang anak perempuankecil berjalan kaki bersama seorang wanita yang usianya terlihat sangat muda. Anak kecil itu kira – kira berusia lima tahun. Kulit anak itu putih bersih, rambutnya berwarna pirang dan bisirnya mungil kemerah – merahan.
Rania sangat tertarik melihat gadis kecil itu.Ia pin mulai berjalan mendekat. Ingin sekali rasanya ia mencubit pipi gadis kecil itu karena merasa gemas melihat pipinya yang tembem.
__ADS_1
“ Tante Cantik…., tante cantik…., dimana rumah tante ?” gadis kecil itu bertanya pada Rania dengan bola mata yang berbinar – binar. Wanita muda yang sedang bersamanya hanya tersenyum – senyum simpul.
“ Rumah tante yang yang di pojokan itu sayang !” jawab Rania sambil tersenyum dan menunjukan jarinya kea rah rumahnya yang ada di depan matanya. Ia lalu menunduk dan mengusap kedua pipi gadis kecil itu dengan lembut.
“ Aku panggilnya tante siapa ya ?” gadis kecil itu kembali bertanya.
“ Rania…, Tante Rania !” Rania menjawab sambil mulai mengangkat tubug gadis kecil itu dan menggendongnya. Ia memeluk tubuh gadis kecil itu dengan hangat dan mencium keningnya. Gadis kecil itu tidak mau kalah. Ia membalas pelukan Rania dan mencium pipi kanan Rania. Rania semakin tersenyum di buatnya. Sejenak ia menjadi lupa akan masalahnya dengan Arkhan.
Rumah mereka ternyata bersebelahan dan hanya di batasi dengan bagar tembok yang tinggi. Baru kali ini Rania berjalan – jalan di seputar kompleks, sehingga ia baru mengetahui kalau di sebelah rumahnya ternyata ada seorang anak kecil yang begitu imut dan lucu.
“ Pulang Yuk !” Rania berbicara sambil menggendong gadis kecil itu dan membawa menuju ke rumahnya. Wanita muda yang bersama anak kecil itu hanya mengikuti saja.
“ Sudah sampai !” akhirnya Rania menurunkan gadis itu di depan pagar rumahnya.
__ADS_1
“ Da da tante !” gadis kecil itu berlarian ke arah rumahnya sambil melambaikan tangannya.
Ternyata ada seorang pria yang sedang mengamati mereka dari rumah itu sedari tadi. Pria itu merasa sangat heran melihat putri kecilnya bisa berakrab ria dengan seseorang yang baru saja di kenalnya.
“ Terima kasih Non !” Wanita muda yang mengantar gadis kecil itu berbicara sambil menundukan kepalanya kea rah Rania. Ia lalu masuk ke halaman rumah itu menyusul gadis kecil tadi. Rania melambai – lambaikan tangannya ke arah gadis kecil itu sambil berlalu pergi ke halaman rumahnya.
Rania segera masuk kedalam rumah dan menuju ke dalam dapur. Rasa haus membuat ia tidak memperhatikan keberadaan Arkhan dan Sandra yang sedang duduk di ruang tamu. Ia segera meminum air dan mulai mengolah makanan untuk sarapan paginya.
Dari arah dapur, tercium aroma telur yang di goreng. Terlihat Rania yang sedang sarapan pagi dengan sepiring nasi dan telur dadar. Ia sarapan pagi dengan sangat lahapnya. Terlihat dari arah dapur, Arkhan dan Sandra sedang duduk menonton seperti sepasang suami istri.
Setelah sarapan pagi, Rania segera beranjak dari dapur dan menuju ke dalam kamar. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan mandi dengan sepuasnya. Rania mandi sambil mengingat – ingat kembali wajah gadis kecil mungil yang di temuinya tadi.
*******
__ADS_1