Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Salah Sangka


__ADS_3

Mobil itu melaju dengan kecepatan pelan. Namun, Rania merasa sangat heran karena arah yang dituju bukanlah hotel tempat orang tua mereka menginap.


Mobil berhenti tepat di sebuah tempat penginapan di tepi pantai. Suasana di tempat itu terasa begitu damai. Di tempat itu terdapat beberapa penginapan yang terihat sudah berpenghuni. Wajah Rania semakin pucat pasi.


“ Tidak, aku tidak ingin turun ” Rania berbicara sambil menggeleng- gelengkan kepalanya.


“Turunlah, aku tidak ada rencana untuk memakanmu !” Arkhan terlihat sangat santai. Wajah Rania semakin merah padam.


“ada klien yang ingin aku temui di sini ” lanjut Arkhan.


Tiba – tiba ada sepasang pria dan wanita yang keluar dari tempat penginapan yang datang menyambut kehadiran mereka. Pria dan wanita itu berparas bule, berambut pirang dan bermata coklat. Mereka berdua lalu mengajak Arkhan dan Rania untuk masuk ke dalam penginapan itu.


“ Ayo, silahkan masuk ” pria bule itu berbicara dengan fasihnya. Rania dan Arkhan segera masuk mengikuti ajakan mereka. Wanita bule itu segera ke dapur untuk menyiapkan segelas teh dan camilan.


Arkhan lalu memerkenalkan Rania sebagai istrinya kepada pria dan wanita bule yang juga ternyata sepasang suami istri yang sedang berbulan madu. Hal itu diketahui setelah berbincang – bincang cukup lama dengan mereka.

__ADS_1


Sepasang suami istri itu sangat ramah. Terlihat sebagai pasangan baru yang sangat romantis karena posisi duduk mereka yang saling berhimpitan satu sama lainnya. Sesekali pria bule itu berbicara sambil memegang tangan istrinya dan menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


Hari sudah semakin larut. Arkhan dan Rania lalu segera berpamitan untuk pulang.


“ Ada penginapan kosong di ujung jalan, kenapa tidak tinggal semalam saja ?” Pria bule itu mengusulkan.


“ Benarkah ?” Arkhan menyambutnya dengan candaan sambil menatap Rania dengan ekspresi yang berbeda. Dia hanya ingin menggoda Rania dan melihat ekspresinya. Rania menjadi terkejut.


“ Sayang sekali, masih ada tempat lain yang ingin kami tuju ” Arkhan lalu menolak dengan halus.


Dalam hatinya berkata, masih banyak waktu untukmu Arkhan. Jangan gegabah. Wanita disampingmu adalah milikmu. Jangan sampai dia berlari darimu karena ketakutan. Dan dan ia pun tersenyum sendiri.


Arkhan dan Rania akhirnya melaju ke hotel tempat penginapan orang tua mereka. Sesampainya di hotel, mereka berdua segera masuk. Ternyata para orangtua itu masih beum juga tidur. Mereka terlihat sedang berbincang – bincang sambil tertawa terbahak- bahak.


Lala dan Dody juga masih terlihat berada din tempat itu. Banyak camilan terlihat berserakan diatas meja. Kedatangan mereka berdua disambut riang oleh orang – orang yang duduk di tempat itu.

__ADS_1


“ Dari mana saja ?” Tante Sonia lebih dahulu bertanya. Yang lainnya hanya menatap penuh tanda tanya..


“ Ketemu klien Ibu ” jawab Arkhan seadanya sambil duduk di kursi kosong yang tersedia. Tangannya segera menarik tangan Rania untuk ikut duduk di dampingnya.


“ Ibu pikir kalian sudah tidak jadi datang ” tante Sonia berbicara datar.


“ Mungkin saja kalian ada urusan lain yang lebih penting ” kata tante Sonia seadanya.


“ Orang tua juga penting, urusan lain tidak terlalu penting ” jawab Arkhan sekenanya.


Rania hanya memilih dia karena ia merasa mulai mengantuk dan kelelahan. Berkali – kali ia menguap, namun sebisa mungkin ia bersikap seolah – olah matanya belum mengantuk.


“ Nak arkhan, bawalah Rania untuk pulang dan beristerahat ”


Ibu Rania yang melihat kondisi anaknya yang mulai mengantuk, segera menyuruhnya untuk pulang dan beristerahat.

__ADS_1


“ Baiklah ibu mertua, aku akan mengajak istriku pulang ” Arkhan berbicara sambil menatap Rania. Rania lalu segera bangun. Dody dan Lala juga segera bangun dan berpamitan untuk pulang. Arkhan dan Dody mengantar pasangannya masing masing pulang ke apartemen. Mereka berdua tidak lagi berlama – lama di apartemen karena sudah merasa sangat letih setelah seharian beraktifitas.


*****


__ADS_2