
Rania bersama para sahabatnya seperti biasanya berkumpul bersama – sama untuk mengerjakan skripsi. Hal itu mereka lakukan dari pagi hari. Mereka hanya berhenti sejenak pada saat akan makan siang. Dan melanjutkannya sampai dengan sore hari, bahkan sampai malam hari.
Namun beberapa hari ini situasi terasa agak janggal. Dengan tidak tahu malunya, Jovan selalu datang setiap sorenya. Kadang – kadang ia datang dengan membawa makanan ringan. Kadang kadang pula hanya datang dengan tangan kosong. Rania tetap tidak menggubrisnya. Pintu yang selalu di biarkan terbuka saat mereka sedang bersama – sama mengerjakan tugas, membuat Jovan lebih leluasa untuk datang ke tempat itu.
Lama kelamaan, hati Rania mulai luluh kembali. Keakraban antara Rania dan Jovan mulai terjalin lagi. Namun, hanya bersifat persahabatan seperti biasanya. Makan – makan bersama. Jalan- jalan bersama. Beramai – ramai bersama dengan teman – temannya. Rania dan Jovan tetap menjaga batasan mereka.
Pada suatu hari, saat Rania, Jovan dan para sahabatnnya sedang berkumpul bersama – sama didalam apartemen Rania, Arkhan muncul secara tiba – tiba. Rania sangat ketakutan. Ia jadi salah tingkah. Jantungnya berdebar – debar dengan amat kencanngnya. Arkhan tidak bereaksi berlebihan. Pertama – tama ia hanya terlihat terkejut. Namun setelah itu, ia bersikap seperti tidak terjadi apa – apa.
Hal itulah yang terlihat oleh Rania bersama para sahabatnya. Namun didalam hati Arkhan, tersembunyi kebencian terhadap Jovan. Andai saja suasana saat itu tidak ramai, mungkin saja kedua laki – laki itu bisa adu jotos. Arkhan hanya duduk diam dam memperhatihan mereka satu persatu.
“ Sudah sampai mana skripsinya ?” Arkhan bertanya sambil menatap Rania dengan tatapan yang datar.
__ADS_1
“ Hampir selesai !” jawab Rania singkat sambil menatap kearah leptop dan jari- jemarinya tetap mengetik. Arkhan hanya mengangguk anggukan kepalanya mendengarkan jawaban singkat dari Rania.
Setelah itu Arkhan segera bangun dan masuk kedalam kamar tidur Rania. Ia lalu mengunci pintu kamar dan merebahkan badannya diatas tempat tidur. Arkhan sangat tahu dengan jelas, bahwa dengan melakukan itu, Jovan akan berpikir panjang untuk kembali memasuki kehidupan Rania. Rania dan Lala hanya bisa saling menatap karena merasa heran melihat perilaku Arkhan yang kelihatan sedikit aneh. Arkhan setiap kali datang ke apartemen tersebut, tidak pernah memasuki kamar tidur itu.
Jovan hanya dia tanpa ekspresi. Namun, didalam hatinya timbul banyak sekali pertanyaan.
Apaka Arkhan akan tinggal terus di kamar itu ?, Apakah yang akan ia dan Rania lakukan malam ini ?
Arkhan yang berpura – pura masuk dan tidur di dalam kamar Rania, akhirnya ketiduran karena merasa sangat nyaman di dalam kamar itu. Hati mulai mulai merasa was – was. Para sahabat Rania yang tidak tahu - menahu tentang kondisi yang terjadi didalam apartemen itu, melanjutkan kesibukannya seperti biasanya. Lala paling mengerti dengan suasana hati Rania. Kedua sahabat itu hanya sesekali saling menatap dengan tatapan penuh makna.
Jovan melajukan mobilnya menuju apartemennya . Setibanya di apartemen, ia lalu segera mandi dan berganti pakaian. Karena suasana hatinya begitu rumit, ia lalu mulai mengambil sebatang rokok dan menghisapnya. Sebatang, dua batang, tiga batang dan seterusnya. Ruangan itu sudah di penuhi asap rokok. Akhirnya ia memututuskan untuk memanggil sekretarisnya untuk keapartemen Rania dan mencari tahu situasi dan kondisi yang terjadi di apartemen Rania.
__ADS_1
Malam hari pun tiba. Para sahabat Rania akhirnya berpamitan untuk pulang. Sedangkan Arkhan, ia belum juga keluar dari kamar itu. Rania hanya bisa menunggu diluar kamar dengan harap – harap cemas. Lala hanya bisa diam membisu sambil menatap Rania dengan tatapan iba. Akhirnya kedua sahabat itu memutuskan untuk menonton televise sambil menunggu Arkhan keluar dari kamar.
Arkhan akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia segera keluar dari kamar itu. Ruang tamu sudah sangat sepi. Yang terlihat hanyalah Rania dan Lala yang sedang menonton televisi. Arkhanmerasa perutnya sudah sudah sangat lapar. Ia berencana untuk mengajak Rania dan Lala untuk makan malam di luar.
“ Mau ikut ?, mari makan diluar !” kata Arkhan. Rania dan Lala hanya bisa saling bertanya lewat tatapan mata. Dan akhirnya, kedua sahabat itu pun menganggukan kepalanya bersama sama .
Akhirnya mereka bertiga keluar bersama untuk makan malam di luar.
*******
Pusing nyari judul per episode...
__ADS_1
Kasi saran dong, biar diganti judul per episodenya...!