
Hari sudah malam. Arkhan memarkirkan mobilnya di depan apartemen itu. Apartemen milik Clara. Lama ia menunggu, akan tetapi, orang yang di tunggu belum muncul sampai sekarang. Arkhan memutuskan untuk tetap menunggu.
Akhirnya wanita yang di tunggu itu datang juga. Wanita dengan raut wajah yang cantik, penampilan yang sopan, namun terap elegan. Pertama kali melihat wanita itu, Arkhan memang cukup terkesan. Namun, setelah mengetahui jati diri sebenarnya dari wanita itu, Arkhan menjadi sangat muak.
Wanita itu segera memasuki apartemennya. Arkhan menyusul dari belakang. Wanita itu tidak menutup pintu karena ia tahu kalau pria tadi pasti akan mengikutinya. Karena ia sangat yakin dengan pesona yang ada pada dirinya. Dan pria yang mengikutinya itu, memang terlihat sangat tampan. Ia pernah melihat pria itu beberapa kali dan ia sudah tahu dengan jelas tentang latar belakang nya.
Clara duduk di ruang tamu dan membiarkan pintu apartemennya tetap terbuka. Arkhan lalu masuk dan duduk dengan tenang. Ia lalu mengambil sebatang rokok,l alu menghisapnya pelan – pelan sambil menatap wanita yang ada di depannya. Semuanya memilih untuk diam. Tidak saling bicara satu sama lainnya.
Karena merasa suasana sangat canggung, Clara lalu ke dapur untuk mengambil minuman dan sedikit camilan. Arkhan tidak menyentuh sedikitpun makanan maupun minuman itu.
“ Jangan dekati pria itu lagi “ Arkhan akhirnya berbicara. Clara lalu mulai mengingat bahwa ia pernah bertemu pria itu saat sedang bersama Jordy. Ia lalu tersenyum penuh percaya diri. Dalam hatinya berbisik “target baru”.
“ Kembalilah pada suami dan anak – anakmu “ Arkhan berbicara dengan nada memerintah. Clara membelalakan matanya karena sangat terkejut. Wajahnya menjadi pucat pasi. Ternyata pria yang ada di hadapannya, sudah tahu tentang keluarganya yang ia tutupi selama ini.
__ADS_1
“ Aku akan menceraikan suamiku “ Clara berbicara datar, menutupi rasa gugupnya. Arkhan tersenyum licik.
“ Lalu anak – anakmu ?, akan kamu kemanakan ?” Arkhan bertanya sambil menatap tajam ke arah Clara.
“ Ikut aku !’ Clara menjawab dengan santai. Arkhan tersenyum sinis.
“ apa kamu yakin kalau Jordy akan menikahimu ?, ataukah ia akan membuangmu setelah tahu siapa kamu yang sebenarnya ?” Arkhan berbicara lagi sambil tersenyum sinis.Clara menjadi semakin gugup.
Wajah Clara menjadi merah padam.
Arkhan meninggalkan apartemen itu, tanpa menyentuh sedikitpun makanan dan minuman yang telah disiapkan Clara. Clara hanya bisa diam membisu. Ia sangat tahu dengan jelas bahwa ancaman pria itu tidak main – main. Namun, ia mulai bertanya – tanya dalam hati “ apakah hubungan Jordy dengan pria itu ?”.
Arkhan segera melajukan mobilnya untuk menjemput Sandra di apartemennya. Rencana semula akan tetap di jalankan. Tapi, kali ini tanpa alkohol ataupun minuman sejenisnya. Arkhan tidak ingin kerepotan menghadapi tingkah Sandra saat ia sedang mabuk.
__ADS_1
Mobil itu segera melaju ke rumahnya. Arkhan bersama Sandra lalu segera masuk kedalam rumah. Terlihat Rania sedang menonton televise di ruang tamu. Melihat kedatangan Arkhan dan Sandra, Rania lalu hendak masuk kedalam kamar.
“ Ambilkan minuman dan camilan “ Arkhan tiba – tiba saja berbicara pada Rania. Belum sempat Rania masuk kedalam kamar. Ia lalu berbalik dan menatap Arkhan dengan tatapan penuh tanda tanya.
“Kami butuh tenaga sebelum berolahraga !” Arkhan berbicara dengan datar, Sandra tersenyum, dan Rania melototkan matanya.
Rania tidak memilih untuk tidak memperdulikan sepasang kekasih itu. Ia segera berlalu kedalam kamarnya. Arkhan hanya bisa menatap pintu kamar itu. Rania merasa tiba – tiba saja kepalanya menjadi pusing. Kebenciannya terhadap Arkhan semakin menjadi – jadi. Enta mengapa, ia merasa sedang berada pada suatu lingkaran hitam yang belum di temukan ujungnya.
Arkhan memilih untuk sendiri mengambil minuman dan camilan. Setelah itu ia dan Sandra duduk sambil menonton televisi. Entah mengapa, Arkhan menjadi cepat jenuh saat duduk bersama Sandra. Ia lalu mengajak Sandra untuk tidur. Seperti biasanya, Arkhan tidur di lantai, dan Sandra tidur diatas tempat tidur.
Sandra terap menerima keadaan itu. “Bukankan ini yang dinamakan dengan pengusiran secara halus ?” Sandra pun membatin. Ia pun mulai tersenyum puas.
********
__ADS_1