Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Pulang ke Jakarta


__ADS_3

Semua orang sudah pulang dan kembali ke aktifitasnya masing - masing. Tinggalah Rania dan Lala di apartemen itu. Mereka berdua harus menunggu beberapa saat karena harus mengambil ijasahnya.


Jovan sudah tidak pernah mengganggu kehidupan Rania. Ia sudah sibuk menemani Erika menunggu kelahiran buah hatinya. Hanya sekretaris Josy yang sekali muncul dan membawa camilan untuk Rania.


Setelah selesai mengambil ijasah, Lala segera pulang ke kampung halamannya. Rania tidak segera kembali ke Jakarta. Ia masih berlama – lama di rumah kedua orangtuanya karena ia sudah tidak ingin lagi kembali ke rumah Arkhan. Hanya saja, tidak ada alasan untuk berlama – lama di rumah orang tuanya. Setiap hari, ibunya selalu mengingatkannya untuk pulang. Tidak baik seorang istri berlama – lama tinggal di rumah orang tuanya.Akhirnya Rania pulang ke Jakarta dengan perasaan yang berat.


Pesawat yang di tumpanginya akhirnya mendarat . Rania segera mencari taksi untuk pulang kerumah. Ia hanya menenteng tas kecilnya sehingga tidak butuh waktu lama untuk antri mengambil barang di bagasi.


Rania memasuki rumah dengan perasaan setengah hati. Ia berdiri di halaman rumah sambil menatap hampa bangunan megah itu. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk dan menghadapi kenyatan yang akan terjadi nantinya.


Diruang tamu itu sedang duduk Arkhan dengan santainya. Rania bertanya – tanya didalalam hati, mengapa pria itu masih ada di dalam rumah itu ?. Dan ia pun memilih untuk masuk kedalam kamarnya tanpa berbasa – basi. Hanya ada mereka berdua didalam rumah itu. Dan Rania hanya berpikir bahwa tidak perlu ada kepura – puraan dan pencitraan.

__ADS_1


Arkhan menatap Rania dengan perasan bahagia. Ia sempat berpikir bahwa Rania pasti tidak akan kembali kerumah itu. Sebenarnya ia sudah berencana untuk menyusul Rania dan ingin membuka lembaran baru kehidupan pernikahannya. Ia merasa sangat bersyukur karena kepulangan Rania yang sudah sangat dinantikannya.


Arkhan lalu menyusul Rania ke dalam kamarnya. Rania menjadi sangat terkejut dengan tingkah aneh pria itu.


“ Ayo, kita keluar ” Arkhan mengajak Rania untuk keluar. Wajah Rania merah padam. Baru kali ini ia melihat Arkhan begitu peduli padanya. Ia menjadi salah tingkah dibuatnya. Rania segera mengambil tasnya dan mengikuti langkah Arkhan. Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke mobil.


Mobil melaju dengan sangat pelan. Arkhan mengendarai mobil sambil sesekali matanya mencuri – curi pandang kearah Rania. Wanita disampingnya itu hanya diam. Tatapan matanya menatap ke depan dengan tatapan yang kosong. Wajah itu terlihat sangat murung. Ekspresi murung itu terlihat begitu menarik bagi Arkhan. Wajah murung itu terlihat kian cantik dan mempesona.


Setelah selesai makan, Arkhan lalu mengantarkan Rania pulang ke rumah. Rania turun dari mobil itu dengan santai. Raut wajahnya masih seperti tadi, murung. Arkhan tidak turun karena ia berencana untuk kekantornya dan melakukan aktifitas seperti biasanya.


Rania masuk kedalam rumah dengan santai. Ia lalu menuju kedalam kamarnya dan segera mandi. Setelah selesai mandi, ia lalu berpakaian ala kadarnya dan duduk dengan santai didalam kamar sambil berselancar di dunaia maya.

__ADS_1


Tiba – tiba, terdengar suara ketukan pintu kamarnya. Suara ketukan pintu itu semakin lama semakin cepat. Rania segera mebuka pintu kamar dengan perasaan heran. Sandra berdiri di depan pintu sambil memegang sebuah alat tes kehamilan. Dua garis merah terlihat dengan begitu jelas.


“Aku sedang mengandung ” Sandra berbicara dengan penuh percaya diri.


“Ayah dari anak itu pasti kamu sendiri bisa menebaknya !” tegas Sandra.


Wajah Rania terlihat pucat pasi. Pikirannya mendadak kosong. Sandra menatapnya dengan tatapan tajam sambil tersenyum puas. Wanita itu segera berlalu pergi meninggalkan Rania dengan perasaan penuh kemenangan.


Rania kembali kedalam kamarnya. Ia mulai menyiapkan barang – barangnya untuk di bawah pulang. Tidak banyak, hanya beberapa potong pakaian dan surat – surat penting. Ia lalu memasukan barang – barang itu kedalam sebuah tas koper. Rania berpikir, Sisa barang – barangnya akan ia ambil setelah ia mengurus perceraiannya dengan Arkhan. Setelah itu Rania mengunci diri didalam kamarnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2