Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Tugas Sekretaris Gosi


__ADS_3

Ruang tamu itu sudah terlihat sepi. Yang tersisa hanya botol – botol dan cangkir – cangkir kosong. Rania segera membersihkan dan merapikan ruangan itu. Setelah membersihkan ruangan, ia lalu menuju ke dapur. Di dalam dapur, Rania lalu mengambil daging ayam dari dalam kulkas, mencuci dan menggorengnya. Ia berencana untuk membuat sup ala kadarnya di campur dengan daging ayam yang di suir – suir. Aroma masakan tercium di dalam dapur. Setelah semua urusannya di dapur sudah beres, Rania lalu kembali ke dalam kamar. Ia lalu berbaring diatas tempat tidur sambil berselancar di dunia maya.


Arkhan sedang duduk di dalam ruangan nya sambil melihat – lihat berkas yang ada di atas mejanya. Namun pikirannya tidak fokus pada berkas tersebut. Sejak kemarin, ia masih terus memikirkan perihal kaka iparnya yang berselingkuh. Walaupun hubungannya dengan Rania tidak akur, ia masih tetap memikirkan jalan keluar untuk masalah tersebut. Ia lalu menelpon sekretaris Gosi untuk datang ke ruangannya.


Beberapa saat kemudian, sekretaris Gosy masuk ke dalam ruangan.


“ Cari tahu trentang Clara !” Arkhan berbicara dengan suara datar.


“ Tanyakan pada Neta, mungkin Neta bisa membantu !” lanjut Arkhan dengan serius. Sekretaris Gosi menatap Arkhan penuh tanda tanya. Ia berpikir, mungkin saja sekretaris Gosy mulai tertarik dengan wanita yang bernama Clara itu.


“ Baiklah !” jawab sekretaris Gosi singkat. Untuk mengurangi rasa penasarannya, sekretaris Gosi akhirnya bertanya pada Arkhan secara langsung.

__ADS_1


“ Ada apa ?, kelihatannya wanita itu sangat penting bagimu ?” Arkhan menatap sekretaris Ghosi dengan serius sambil berkata


“ Nanti juga kamu akan tahu !” sekretaris Gosi hanya bisa mengangguk – anggukan kepalanya. Ia lalu segera keluar dari ruangan itu dan melakukan apa yang di perintahkan oleh atasannya itu.


Hal pertama yang dilakukan oleh sekretari Gosi adalah mencari informasi dari kekasihnya, Neta.Ia lalu menelpon Neta untuk mengajak bertemu.


Sebuah kafe di pinggir jalan…..


Sekretaris Gosi sedang duduk di salah satu sudut ruangan, menunggu kekasihnya datang. Segelas kopi sudah terhidang di atas meja. Beberapa saat kemudian, datanglah Neta dan duduk di hadapan sekretaris Gosi.


Wanita yang di tatapnya itu hanya tersenyum sambil memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan dan mengedip – ngedipkan matanya. Ia lalu menopang dagunya dengan tangannya sambil menatap pria yang ada di depannya.

__ADS_1


Cukup lama ia menunggu pria yang di hadapannya itu berbicara. Namun orang yang di tunggu masih tetap diam membisu. Wanita itu segera memesan segelas kopi untuknya.


“ Aku mendapat tugas dari Arkhan, untuk mencari tahu tentang Clara !” sekretaris Gosi mulai angkat bicara. Wanita yang ada di depannya mencibirkan bibirnya dan menatap Sekretaris Gosi dengan tatapan mencemooh.


“ Dasar pria brengsek, melihat yag bening saja…, suda lupa yang di rumah !” Neta mulai nyerocos. Wajah sekretaris Gosi merah padam.


“ Atau…., itu Cuma alasanmu saja. Mungkin saja kamu yang sudah tertarik pada wanita murahan itu !” Neta berbicara dengan nada berapi – api sambil menatap tajam kearah sekretaris Gosi. Sekretris Gosi mulai kelabakan. Ia segera menelpon Arkhan.


“ Bicaralah pada Neta !” Sekretaris Gosi menyerahkan ponselnya pada kekasihnya setelah terdengar suara dari Arkhan.


Arkhan dan Neta saling berbicara. Terlihat Wanita itu mengangguk – anggukan kepalanya sambil tersenyum menatap kekasihnya. Sekretaris Gosi tidak mendengar sedikitpun isi pembicaraan antara Arkhan dengan kekasihnya itu. Yang ia ketahui adalah, sebentar lagi Neta pasti akan memberikan semua informasi tentang Clara, walaupun tanpa di minta.

__ADS_1


“Teman sekampung ku , sudah bersuami dan memiliki 2 orang anak” Neta mulai memberikan keterangan. Sekretaris Gosi mendengarkan dengan penuh antusias. Neta lalu memberikan penjelasan lengkap tentang Clara, termasuk alamat rumah dan alamat apartemennya.


*******


__ADS_2